
Keesokan harinya Sandi terbangun karena suara gaduh di depan rumahnya, Entah apa yang terjadi tapi setelah Sandi melihat keluar ternyata ada tetangga baru di samping rumahnya."Yang bangun,mandi gih nanti ikut aku yah" bisik Sandi di telinga istrinya "Emhh,ikut kemana yang?" suara serak khas bangun tidur Olla terdengar sexy di telinga Sandi membuatnya tidak bisa menahan sesuatu di bawah sana yang sudah menegang "Yang jangan menggodaku,ini masih pagi loh" bisiknya lagi "Ah,aku tidak menggodamu" Olla menggeliat lalu bangun dari ranjangnya menuju kamar mandi,tapi sebelum Olla beranjak Sandi meraih pinggang Olla dan membawanya ke pangkuan Sandi "Kamu wangi yang walaupun baru bangun tidur.Oh yah ada tetangga baru di sebelah kita". ucap Sandi sambil mendusel-dusel wajahnya di punggung Olla. "Awas yang aku mau mandi,katanya tadi harus ikut sama kamu" Olla berusaha melepaskan tangan Sandi dari pinggangnya,tapi apa daya pelukan Sandi semakin erat. Olla merasakan sesuatu yang mengeras di bawah pantatnya membuat Olla sedikit panik "Wah,bahaya nih. Sandi pasti memintanya lagi" batin Olla.
"Yang,kamu ngerasain sesuatu di bawah sana gak?pengen di tenangin nih yang". bisik Sandi sambil menggigit telinga Olla."Apa yang harus aku tenangin yang?aku gak ngerasain apa-apa" bohong Olla. "Jangan pancing aku deh" Sandi langsung menggendong Olla ke kamar mandi dan membuka semua pakaiannya lalu pakaian Olla.
Sandi menyalakan shower dan meraih pinggang Olla. Di ciuminya bibir Olla lalu turun ke leher basah Olla. "Aahhhhh" Olla mendesah di bawah guyuran air shower.
Sandi membalikkan tubuh istrinya hingga membelakanginya,lalu menaikkan kaki kanan Olla ke atas toilet. Sandi menggigit-gigit kecil pundak Olla dan siap memasukkan rudalnya ke ** istrinya "bleeshh"...
"aaahhhh,sempit yang.hangat" racau Sandi. Tangannya ***-remas payudara Olla." Aaahhhh" desahan demi desahan keluar dari mulut pasutri itu sampai mencapai titik kepuasannya."Terima kasih yang.GAYA BARU,SENSASI BARU" ucap Sandi tersenyum menatap istrinya yang masih ngos-ngosan. "Hm" jawab Olla.
Lalu mereka saling membantu membersihkan tubuhnya hingga mandi pagi yang membutuhkan waktu 15 menit menjadi satu jam lebih.
"Yang,aku lapar. ada bahan makanan gak?" tanya Olla.
__ADS_1
"Gak ada yang,kita sarapan di luar aja yuk sekalian beli bahan makanan". ajak Sandi "Ayo deh".
"Yang,keluarnya bawa mobil aja yah. kamu cobain mobil baru kamu". tawar Sandi. "Emang boleh?" tanya Olla
"Anything for you,baby".Sandi mengecup bibir manis Olla.
Pasutri itu keluar dari rumahnya dengan mobil baru mereka,sekalian melihat sekeliling komplek perumahan yang mereka tempati yang terbilang mewah."Yang,beli bubur itu aja" Olla menunjuk tukang bubur di depan gerbang komplek perumahannya. "Kamu yakin sayang?",Sandi memastikan.
Di tempat lain terlihat Karina menatap Sandi yang sedang menikmati semangkuk bubur bersama Olla dari dalam mobilnya Hatinya bergejolak hebat menahan sesak." Ngapain Sandi pagi-pagi sama Olla makan di pinggir jalan?" batin Karin
Setelah menyantap sarapannya Olla dan Sandi melajukan mobilnya ke Supermarket gak jauh dari komplek rumahnya.
Mereka membeli berbagai macam sayuran,buah-buahan,cemilan,minuman kaleng dan bumbu-bumbu dapur.
__ADS_1
"Yang,ini kebanyakan gak?" tanya Olla."Gak dong,malahan masih kurang yang". Sandi tau apa yang ada di pikiran istrinya. Dia pasti berpikiran ini pemborosan. "Yang,jangan takut. aku banyak uang kok,jadi kamu gak usah berpikiran untuk berhemat" ucap Sandi mengelus-ngelus punggung istrinya. Olla memeluk Suaminya erat,dia seolah tidak mempedulikan sekitarnya. Mereka tidak sadar kalo menjadi tontonan pengunjung di supermarket itu. "Ehm,pengantin baru ya nak?" tanya ibu-ibu salah satu pengunjung. " Iya bu" jawab Sandi tersenyum."jangan pelukan di sini dong mas,kita semua kan jadi baper lihatnya" kata pengunjung lain. Wajah pasutri itu langsung memerah menahan malu. Sandi dan Olla menuju ke meja kasir. "Mas borong nih?" tanya kasir itu basa-basi. "Iya" jawab Sandi dingin. Kasir itu senyum-senyum sesekali melirik Sandi. Olla melihat dengan jelas kalo mbak kasir itu terpesona sama suaminya itu. "Yang,ada yang kurang gak?" tanya Sandi sambil merangkul pinggang Olla. Sandi tau istrinya itu lagi kesal. "Gak ada" singkat Olla.
"Totalnya 1,285.000 mas. mau cash atau kartu mas?" tanya kasir genit itu. Sandi menyodorkan kartu Atm nya. "Silahkan nomor pin nya mas,sama sekalian nomor hp nya" Sandi mengerutkan keningnya "Buat apa nomor hp saya?" tanya Sandi "Buat saya mas,siapa tau bisa kenal lebih dekat" jawab si kasir sambil senyum-senyum. "Kamu gak lihat saya bawa istri? sebaiknya kamu jangan keterlaluan kalo gak mau berurusan dengan istri saya. istri saya kejam". tekan Sandi
.
.
.
.
.
__ADS_1