
Olla malu setengah mati saat Sandi teriak tadi. Ingin sekali Olla menggali lubang untuk bersembunyi lalu menutupnya agar Sandi tidak melihat wajahnya yang memerah. Olla menyembunyikan ke gugupannya dengan memainkan ponsel pintarnya.
Sandi nampak senyum-senyum sendiri mengingat tadi Olla menyebutnya dengan panggilan sayang. Sandi senang bukan main seperti memenangkan lotre yang bernilai ratusan juta.
Suami istri itu pun masih betah berada di kamarnya hingga waktu sudah menjelang tengah hari, Sandi ingin mengajak Olla jalan-jalan.
Sandi:"Yang,mau jalan-jalan keluar gak?"
Olla:"Mau kemana emang?" tanya balik Olla yang matanya masih menatap layar ponselnya.
Sandi mengambil paksa ponsel Olla hingga membuat yang punya mendongkakkan kepalanya menatap Sandi.
Sandi:" Yang,kalo suami lagi ngomong itu di lihat dong,masa iya ponsel ini lebih menarik dari pada wajah ganteng suami kamu sih". kesal Sandi
Olla:"I-iya maaf San,sini balikin ponselnya". pinta Olla
Sandi:"Kok manggil nama lagi sih?bukannya tadi kamu udah manggil aku sayang yah".
Olla pun menjadi bingung,kenapa sifat Sandi sangat cepat berubah. Wajar saja pasutri ini tidak punya banyak waktu untuk saling mengenal dulu sebelum menikah,jadi hal itu akan memicu pertengkaran-pertengkaran kecil.
Olla:" Iya maaf yang,sini ponselnya balikin dong". rayu nya,Olla tau kalo Sandi sedang dalam mood jelek.
Sandi:" Gitu dong yang,nih ponselnya. mau gak keluar jalan-jalan?" tanya Sandi lagi.
Olla:"Mau kemana sih,aku malas keluar yang". jawab Olla.
Sebenarnya bukan Olla malas,tapi lebih tepatnya malu. Untuk saat ini Olla hanya ingin di kamar saja dan tidak ingin kemana- mana,dia ingin menghindari orang-orang yang sudah pasti kalo ketemu Olla menanyakan gimana rasanya jadi pengantin baru.
Sandi:" Ayo dong yang,ke supermarket aja yuk kita jajan" ajak Sandi kukuh.
__ADS_1
Olla:" Ya udah ayo,aku ganti baju dulu" pasrah Olla.
Olla pun mengganti baju dasternya dengan kaos hitam polos dan celana jeans hitam lengkap dengan robek-robeknya. Olla tak lupa menambahkan tas ransel kecil dan topi adidas putihnya sebagai aksesoris tambahannya.
Sandi menunggu Olla di ruang tamu. Sandi sudah siap dari tadi dengan style nya, sweeter hitam dengan dalaman kaos putih dan celana jeans hitam senada dengan celana jeans Olla.
Setelah merasakan dandanan nya sudah Ok Olla pun keluar dari kamar menghampiri Sandi yang sudah menunggunya. Sandi terpesona melihat penampilan Olla yang simple tapi pas di mata. Sandi seakan tidak rela membawa istrinya yang cantik itu ke keramaian. Bukan karena malu tapi dia tau akan ada banyak pasang mata yang mengagumi istrinya.
"Ayo yang" ucap Olla menyadarkan Sandi dari lamunannya.
"Ah iya yang ayo" jawab Sandi sambil memegang tangan Olla dan membawanya ke depan rumah.
Olla kaget saat Sandi membukakan pintu mobil untuknya. pasalnya Olla tidak tau kalo Suaminya ini mengajaknya jalan-jalan memakai mobil.
"Yang ,aku gak mau naik mobil. Aku mau kita pakai motor kamu aja". ujar Olla
Ini Olla beda loh dia malah mau naik motor,padahal Sandi mau mengajaknya pakai mobil.
"mmm itu,a-ku mmm biar aku bisa peluk-peluk kamu. kan kalo pakai mobil berasa kurang romantis". jawab Olla malu-malu.
"Kamu bisa aja yang,tapi nanti kamu kepanasan yang.kamu gak takut kulit kamu hitam?"
" Aku gak takut kok". tegas Olla
"Baiklah aku siapin motornya dulu,kamu ke kamar dan ambil jaket yang nyaman yah".
"Ok".
Sandi pun mengeluarkan motor CBR hitamnya dan memarkirnya di halaman sambil menunggu istrinya keluar. Sandi melamun mengingat kejadian tadi saat Olla keluar kamar,betapa terpesonanya dia melihat istrinya yang berpenampilan beda tapi sangat menggoda. Sandi tidak menyadari kalo Olla sudah menaiki motor dan memeluk Sandi dari belakang.
__ADS_1
"Yang mana helm nya?" tapi Sandi masih saja bengong. Sampai tepukan tangan Olla di bahunya barulah Sandi sadar. "Eh yang sejak kapan kamu udah nangkring di situ?" tanya Sandi kebingungan.
"Sejak tadi kamu bengong,sampe aku minta helm pun kamu gak nyahut" jawab Olla.
"Kamu gak mau naik motor yah yang? gak papa kok kalo kamu gak mau mah kita naik mobil aja". lanjut Olla
"Yang bukan aku gak mau naik motor,aku mau kok apalagi boncengan sama kamu. Aku tuh tadi bengong mikirin kamu,kamu cantik banget dengan setelan seperti ini.Cocok". Saut Sandi merasa gak enak karena Olla berpikiran yang lain.
Olla pun tersenyum dan memeluk Sandi erat. "Ayo yang,keburu lapar nih" ajak Olla.
"Ayo".
__________
Perasaan Sandi berbunga-bunga entahlah sudah seperti anak ABG yang baru puber. Sandi merasa senang karena di sepanjang jalan Olla memeluk pinggangnya erat saling melempar candaan,kadang Olla mencubit perut keras Sandi yang terhalang sweeter karena Sandi terus menggombalinya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1