Ujian Cinta

Ujian Cinta
Bab 34


__ADS_3

Sandi sungguh membuat Olla malu,masa bahas hubungan segala.


Semenjak pulang dari dokter kandungan Sandi semakin protektif. beruntungnya acara mual-mual Sandi sudah berkurang. jadi dia bisa jagain istrinya. Untuk urusan membersihkan rumah Sandi menggunakan jasa ART yang bekerja dari jam 5 pagi sampai jam 5 sore. Dia tidak mau istrinya kecapean.


Sandi memberitahukan kabar kehamilan Olla pada Kakak dan mertuanya,mereka sangat senang. pasalnya kehamilan Olla ini sudah sangat di tunggu-tunggu oleh semua keluarga Olla maupun keluarga Sandi.


Setelah 2 tahun Sandi dan Olla menunggu kehadiran seorang anak mereka merasa bersyukur dan sangat senang. karena bukan hanya satu anak yang tuhan titipkan melain dua anak sekaligus dalam satu rahimnya. Tuhan sungguh Maha Baik. Olla minta satu Tuhan beri dua..


Sore hari Olla sedang menikmati senja di balkon kamarnya. Sandi menghampirinya dengan membawa segelas susu hamil untuk Olla. "Yang,di minum dulu". kata Sandi menyodorkan gelasnya. "Terima kasih"


Kehamilan Olla tidak seperti ibu hamil biasanya yang ngidam dan kadang rewel. Olla juga tidak pilih-pilih soal makanan itu membuat Sandi merasa heran. "Yang,apa kamu tidak ingin sesuatu? Biasanya ibu hamil suka ada ngidam-ngidam gitu" tanya Sandi.


"Aku gak ingin apa-apa,aku hanya ingin kamu selalu ada untuk aku" jawab Olla lalu masuk ke kamar dan menyimpan gelas kosong di atas nakas.

__ADS_1


"Yang,aku akan selalu ada buat kamu. Aku akan mencintai kamu sampai kapan pun. Aku juga tidak akan pernah menghianati kamu yang". ucap Sandi yang dari tadi mengekori Olla.


"Tapi hatiku berkata lain, aku seperti merasakan sesuatu akan terjadi pada hubungan kita" lirih Olla


"Tidak akan ada yang mengganggu hubungan kita yang,akan ku pastikan itu. Kamu jangan banyak pikiran. kasihan bayi-bayi kita" Sandi mengelus-ngelus perut Olla yang sedikit buncit.


" Iya mudah-mudahan saja" Olla menghembuskan nafasnya kasar.


Olla tau Sandi sedang memperhatikan gelagatnya, Dia memang sedang di landa kegelisan. dia berusaha menyembunyikan itu dari suaminya,tapi sepertinya dia tidak pandai berbohong.


"Yang,aku janji tidak akan terjadi apa-apa. Sudah gak usah di pikirkan. Oh ya sayang,boleh aku jenguk si kembar? aku janji akan pelan" ucap Sandi mengalihkan pembicaraan. Olla langsung menyipitkan matanya menatap Sandi "Aku tidak mau,kasian nanti si kembarnya" tolak Olla. "Sayang kamu gak kasian sama aku? aku cuma mau kenalan kok sama si kembar. aku gak akan lama, suueerr "


Olla terkikik mendengar ucapan Sandi...

__ADS_1


"Tapi ada syaratnya," kata Olla. "Sayang,apa aku gak salah dengar?kamu mau negosiasi sama aku? kamu berurusan dengan orang yang salah?" sahut Sandi.


"Mau gak nih?" tanya Olla menggoda "Ok,apa syaratnya sayang?". Sandi mengalah.


"Mulai besok,kamu jangan pergi kemana-mana. Kalo keluar rumah kamu harus sama aku". ucap Olla.


"Oke,setuju. untung saja aku diam di rumah tapi masih bisa menghasilkan uang".Sandi menyetujuinya.


Dia langsung menerkam istrinya dengan lembut. Sandi benar-benar melakukannya dengan sangat hati-hati,seakan Olla adalah sebuah porselen yang mudah pecah. Dia tidak mau melukai bayi kembarnya. Tapi siapa sangka,Sandi yang mau tapi Olla yang lebih bernafsu. Permainan mereka sangat panas dan tetap lembut. Olla lebih dominan, Sandi merasa heran sekaligus senang karena baru pertama ini istrinya begitu agresif. Olla memperlihatkan sisi liarnya di atas ranjang,membuat Sandi semakin menikmati permainannya.


"Sungguh sangat cantik melihat istriku dari bawah sini, kamu benar-benar yang terbaik sayang" gumam Sandi. Olla yang mendengarnya pun tersenyum manis.


....

__ADS_1


__ADS_2