
"Benarkah ini?Yang,bukannya ini termometer yang buat ngukur panas itukan?" tanya Sandi. "Tunggu,kalo termometer kan pasti yang keluar angka digital kenapa ini garis biru 2 yang?"tanya Sandi lagi.
"Itu testpack yang,aku hamil". lirih Olla yang masih mengeluarkan air matanya. "Apa yang?ini gak salah?kamu gak bohong sama aku?kamu hamil?anak siapa?eh maaf maksudnya ada anak kita di perut kamu yang?" serentetan pertanyaan Sandi membuat Olla bingung harus menjawab apa. Olla menyeka air matanya dan duduk di samping ranjang. "Kok kamu malah nanya anak siapa sih? ini jelas anak kamu Sandi" kesal Olla. pasalnya Sandi merusak momen haru Olla.sungguh manusia tidak peka.
"Maaf yang,abis aku kaget bercampur senang. Aku gak percaya kalo Tuhan ngasih kita kepercayaan" jawab Sandi lali duduk di samping istrinya.
Sandi memeluk Olla "Terima kasih sayang,setelah 2 tahun kita bersabar dan berusaha akhirnya kita mendapatkannya. Memang usaha tidak akan menghianati hasil" lalu mengecup pipi istrinya itu.
"Yang,tapi kok kamu gak ngidam sih?"tanya Sandi penasaran. "Kan kamu yang ngidamnya yang. kamu muntah-muntah,kamu pengen ini pengen itu,selalu buat aku pusing dan kesal. Aku merasa agak aneh lihat kelakuan kamu,belum lagi sekarang sensitif sama protektif banget bikin aku naik darah tau. terus aku ingat jadwal haid ku,udah mau 2 bulan tapi aku belum juga haid. jadi aku coba ambil testpack dan alhamdulillah yang garis 2" jelas Olla.
__ADS_1
"Maaf yah aku udah bentak kamu,nyusahin kamu,nyuruh kamu ini itu,bikin kamu darah tinggi.Maaf banget aku udah ngerepotin kamu". mohon Sandi yang masih memeluk erat istrinya.
"Iya,aku ngerti kok. aku maafin kamu". ucap Olla.
"Tapi yang kita harus mastiin ke dokter berapa usia kandungan kamu,ayo berangkat sekarang" ajak Sandi.
"Apa sekarang?" tanya Olla yang merasa ini tiba-tiba. "Iya,sekarang sayang" tekan Sandi.
_______
__ADS_1
15 menit mereka sampai di rumah sakit terdekat. Sandi langsung berteriak meminta kursi roda pada perawat. "Yang,jangan bikin malu ih.berlebihan tau" bisik Olla. "Aku mau yang terbaik" ucap Sandi.
"Suster,cepat kirim kursi roda kesini" teriak Sandi di koridor rumah sakit,"Sungguh aku malu sekali,banyak orang yang lihatin" rutuk Olla dalam hati.
Seorang suster berlari-lari ke arah Sandi sambil mendorong kursi rodanya. "Yang cepat duduk,biar aku dorong" perintah Sandi. "Mas istrinya kenapa?" tanya suster itu. "Antar aku ke ruangan dokter kandungan,saya mau periksa kandungan istri saya. Eits,tapi dokternya harus cewek". tekan Sandi. Suster itu pun hanya tersenyum mendengar semua perkataan Sandi. "Bu,sepertinya suami ibu sangat mencintai ibu". kata suster. Belum Olla menjawab Sandi sudah menyelanya "Iya dong,saya sangat mencintai istri saya.hidup dan mati saya hanya untuknya" sahut Sandi. Lagi-lagi suster itu tersenyum menanggapi ucapan Sandi. "Mari mas,silahkan masuk. Ini ruangam doker Nita" ucap si suster lalu meninggalkan pasutri geje itu.
______
Olla berbaring di atas ranjang pemeriksaan. Dia sedang melakukan USG "Selamat ya Bu mereka sehat,usia kandungan ibu menginjak 14 minggu". kata Dokter Nita.
__ADS_1
"Apa maksud dokter mereka" tanya Olla. "Anak ibu kembar,tapi belum bisa di ketahui jenis kelaminnya. Di karenakan ini kehamilan pertama dan usia nya masih muda ibu di sarankan untuk banyak beristirahat dan tidak boleh mengangkat yang berat-berat. apalagi dengan kehamilan kembar itu pasti akan membuat ibu cepat lelah. Tolong di perhatikan pola makannya dan makanannya harus yang bergizi 4 sehat 5 sempurna" jelas dokter panjang lebar. Sandi mendengarkan setiap yang dokter Nita katakan "Dok,apa kalo lagi hamil tidak bisa melakukan hubungan intim?" tanya Sandi,sontak membuat Olla malu dan mencubit pinggang Sandi.
"Hubungan intim tidak apa-apa tapi harus di lakukan secara pelan-pelan karena takut melukai si janin" jawab dokter Nita sambil tersenyum.