
Bughh.........
Sandi menabrak sofa dibelakangnya dan terjungkal ke lantai yang di lapisi karpet bulu.
Sontak Olla melongo tidak menyangka kalo Sandi begitu lemah,baru di dorong begitu aja langsung terpental. Olla berpikir tak mungkin Sandi selemah itu, Apa karena Olla mendorongnya terlalu kuat hingga membuat Sandi terjatuh begitu.
Olla masih sibuk dengan lamunan nya hingga tidak menyadari kalo di bawah sana Sandi sedang mengaduh kesakitan }.
"Heii,,,Apa kamu tidak berniat membantuku bangun hah? rasanya tulang punggungku remuk semua. Sungguh sulit di percaya kalo tenagamu kuat juga yang". ujar Sandi yang masing anteng memegang punggungnya.
Aku pun tersadar dan merasa bersalah. aku mendekati Sandi dan membantunya bangun lalu membopong tubuh Sandi ke Sofa.
"Maafkan aku Sandi,aku tidak sengaja. Aku kaget saat kamu tiba-tiba memeluk dan menciumku". aku meminta maaf tulus.
"Ahh,untung saja belum menikah. Kalo sudah menikah aku akan menuntutmu dengan tuduhan KDRT". Ucap Sandi sambil tertawa.
Aku menoleh saat mendengar suara tawa Sandi.
Baru kali ini aku melihatnya tertawa seperti itu membuat Sandi terlihat sangat sangat tampan.
Tanpa sadar aku memeluknya dan membenamkan wajahku di dada bidangnya.
Sontak perlakuanku membuat Sandi menghentikan tawanya. Sandi tidak melewatkan kesempatan itu dan langsung membalas pelukan ku. Merengkuhku dan mendudukan ku di pangkuannya.
Jantungku dag dig dug deerr tidak karuan...aku masih membenamkan wajahku di dada Sandi,dan aku merasakan kalo jantung Sandi pun tak kalah degdegan nya. Aku tersenyum senang karena tidak hanya aku yang gugup tapi Sandi pun sama. Mungkin Sandi lebih bisa menyembunyikan ke gugupan nya agar tidak terlalu terlihat dengan wajah datar minim ekspresinya.
"Yang,,,kita tidak usah pulang aja yah. Aku masih ingin memelukmu seperti ini lebih lama lagi". ucap Sandi
"Kenapa?nanti ibu mencariku San". tanyaku.
"Aku takut kehilangan mu yang,bahkan aku tak sanggup walau hanya sekedar membayangkan nya". Aku merasakan tubuh Sandi bergetar seperti sedang merasakan ketakutan yang dalam. "Apa sebegitu takutnya dia kehilanganku?" batinku.
"Yang,apa kita percepat aja tanggal pernikahan kita? aku tidak mau jauh dari kamu". usul Sandi
__ADS_1
"Terserah kamu San,aku nurut aja". jawabku
"Serius? kamu setuju kita menikah 2 minggu lagi yang?" tanya Sandi seolah tidak percaya dengan apa yang aku katakan.
"Iya,aku setuju San".
Sandi memelukku semakin erat lalu mengelu-ngelus rambutku,melayangkan beberapa ciuman di kepalaku.
"Terima kasih sayang,terima kasih banyak. Aku janji akan setia dan membahagiakanmu selamanya". Sandi menciumi seluruh wajahku tidak ada yang terlewat Cup,,Cup,,Cup,,Cup,,Cup,,Cup,,Cup......
"Jangan terlalu banyak berjanji,aku takut kamu mengingkarinya" ucapku
Saat Sandi akan mencium bibirku aku langsung sigap menahannya dengan tanganku,alhasil bukan bibirku yang Sandi cium melainkan punggung tanganku.
Ku lihat ekspresi wajah Sandi sedikit cemberut dengan keningnya yang mengkerut "Ohh,,,sungguh menggemaskan ekspresimu saat ini,Sandy" ucapku dalam hati.
"Kenapa menahannya yang?" protes Sandi
"Apa kamu mau ku dorong lagi dengan tenaga superku hah?" ancamku.
{ Waktu sudah menunjukan jam 1 siang,Olla dan Sandi pun bersiap-siap untuk pulang. Olla merasakan sedikit ada kekosongan di hatinya. Olla mengedarkan pandangannya,melihat-lihat isi rumah itu yang terakhir kalinya. Ada rasa enggan untuk meninggalkannya. Ada banyak kenangan baik maupun buruk di rumah itu,ada banyak drama yang terjadi antara dirinya dan Sandi hingga membuat Olla tau sisi lain dari Sandi Ferdian. Olla merasakan seseorang memeluk bahunya dan menuntunnya ke garasi.Ya orang itu tidak lain adalah Sandi. Sandi memasangkan helm Olla. sebelum mereka benar-benar pulang Sandi mengatakan sesuatu yang membuat Olla tersenyum. "Jangan sedih,kita akan kembali ke sini 2 minggu lagi yang. Nanti rumah ini akan menjadi tempat yang akan aku rindukan saat jauh dari kamu (senyum manis) Ayo naik yang". aku pun menurutinya dan naik motor Sandi.
Sandi pun menjalankan motor CBR nya dan menjauh dari rumah itu. Sepanjang jalan Olla memeluk pinggang Sandi dan menyenderkan kepalanya di punggung Sandi. Sandi tersenyum senang karena wanita yang dia cintai mulai membuka hati untuknya.
Sandi sangat sangat mencintai Olla walau pun cara mendapatkannya salah. Sandi berjanji pada dirinya sendiri akan menjaga dan melindungi Olla dengan hati dan nyawanya. Sungguh beruntung Olla mendapatkan seseorang yang mencintainya begitu dalam.
1 jam kemudian Sandi sampai di rumah orang tuanya Olla. Sandi mampir sebentar untuk menyapa calon ibu mertuanya. Kedatangan mereka pun di sambut oleh senyuman tulus sang ibu. Sandi dan Olla mencium tangan sang ibu dan masuk ke dalam rumah.
Ibu memperisahkan Sandi duduk di sofa ruang tengah rumahnya.
Olla mengambilkan minuman untuk Sandi yang berada di ruang tengah bersama ibunya.
Olla mendengar Sandi yang meminta izin untuk menikahi Olla 2 minggu lagi. Dan permintaan Sandi pun langsung di setujui oleh sang ibu,dengan alasan lebih cepat lebih baik.kebetulan ayah Olla akan pulang seminggu lagi.
__ADS_1
Olla menghampiri Sandi dengan membawa nampan berisi kopi hitam dan setoples kue kering. Sandi menyambutnya dengan senyuman manis.
Tanpa mereka sadari sepasang mata sedang memperhatikan pergerakan mereka, Ya,sepasang mata itu adalah milik ibunya Olla. Bu Ratna tersenyum tipis melihat anaknya jatuh cinta dan akan segera menikah. Selama ini yang ibu Ratna takutkan adalah Olla yang selalu menutup hatinya rapat-rapat untuk semua laki-laki. Bahkan Ayah Olla sendiri sampai mempunyai kecurigaan bahwa Olla memiliki kelainan,karena yang ayah Olla tau Olla hanya dekat dengan satu teman wanitanya yaitu Fitri.
Itulah alasan orang tua Olla setuju menikahkan Olla dengan Sandi secepatnya }.
"Olla,ibu ke warung dulu. Kamu temani nak Sandi yah". ucap ibu lalu melangkah pergi.
"Ah iya bu". jawabku
"Ah kenapa suasana nya menjadi canggung begini?perasaan tadi biasa aja" batinku.
Aku dan Sandi masih terdiam hanyut dalam pikiran masing-masing.
"Ekhmm,yang" Sandi memanggilku.
" Apa".
"Mmm,,,besokkan kamu udah nganggur tuh,kira-kira ada rencana mau kemana gitu?" tanya Sandi
"Bilang aja mau ngajak jalan San,gak usah gugup gitu kali. Biasa nya kamu langsung memaksaku tanpa menanyakan aku bisa atau enggak. Kemana nih Sandi yang pemaksa itu?" ejekku.
"Yang kok tau sih aku mau ngajak jalan?(malu ketahuan modus) gak usah ngejek gitu yang,untung ini di rumah kamu coba kalo ini di rumah aku, aahhh udah aku tarik kamu ke kamar yang". Sandi sedikit kesal karena aku berani mengejeknya.
"hahahahahhaa, (aku ketawa puas melihat ekspresi Sandi yang kesal) kapan lagi aku bisa ngejek kamu San,kalo di luar rumah mana berani aku sama kamu".
.
.
.
.
__ADS_1
.semoga suka.....jangan lupa dukung aku.
like dan komen juga yah😊