Ujian Cinta

Ujian Cinta
Bab 22


__ADS_3

Sandi berjalan sambil menggandeng tangan Olla,sementara Dirly dan Karin berjalan masing-masing mengekori pasutri di depannya menuju gedung Bioskop yang ada di Mall itu.


Olla tidak banyak bicara karena memang dari tadi mood nya udah rusak.


"Punya suami gak peka tuh begini banget yah,udah tau istrinya badmood dari tadi.kesel banget" batin Olla


Olla melepaskan tangannya dari genggaman Sandi, Sandi pun menoleh dan menatap Olla penuh tanya kenapa?ada apa? .


Karin:" Oh yah,aku beli tiket dulu yah kalian tunggu di sini". Karin meninggalkan mereka bertiga.


Sementara Sandi berjalan ke arah popcorn dan minuman kaleng.


Tinggallah Olla dan Dirly. Suasana pun menjadi tegang bagi Dirly. tapi tidak bagi Olla,dia kesal dengan suaminya dan melampiaskannya dengan main game.beberapa saat


Karin dan Sandi kembali berbarengan.


Karin:"Kebetulan kita dapat kursi yang bersebelahan.(menatap Olla) Olla kamu gak papakan kita nonton film horor?"


Olla:"Terserah" cuek.


"Ini cewek kenapa sih,padahal gue udah berusaha baik-baikkin dia masih aja dingin" gumam Karin dalam hati.


Mereka berempat pun masuk dan duduk di tempat masing-masing.


Karin-Sandi-Olla-Dirly. itulah urutan tempat duduknya. Olla berniat menukar tempat duduknya dengan Sandi tapi takut Sandi menanyakan alasannya.


Karin dan Sandi tengah fokus dengan film yang mereka tonton,tapi tidak dengan Olla dan Dirly.


Olla masih dengan ponselnya sedangkan Dirly dengan pikiran rumit dan perasaan canggungnya.


Pas adegan-adegan yang hantunya keluar Karin menjerit-jerit lebay sambil pegang-pegang Sandi.

__ADS_1


Sandi yang merasa risih pun langsung melirik Olla yang di sebelahnya,tapi Olla nampak cuek aja. Sandi berharap filmnya cepat selesai,rupanya menyetujui ajakan nonton itu malah menjadi boomerang untuknya. Sandi merasa kalo Karin sengaja duduk di sebelahnya agar bisa dekat-dekat dengan Sandi.


2 jam sudah film itu usai mereka keluar bersama.


Sandi:"Yang,langsung pulang yuk?pengen mandi nih". ajak Sandi sambil merangkul pundak Olla posesif


Olla:"hm"


Karin yang melihatnya merasa cemburu,dia tidak rela kalo Sandi harus sama cewek dingin seperti Olla.


Sementara Dirly masih diam dengan otaknya yang di penuhi oleh pertanyaan-pertanyaan tentang Olla dan Sandi.


Sandi:"Dirly,gue pulang dulu yah. Nanti kalo ada waktu luang kita kumpul. Ada banyak hal yang pengen gue ceritain ke lu".


Dirly:"Ok,nanti gue hubungi lu yah".


Sandi:"Bye Dirly,bye Karin". melambaikan tangan


"Yang,kamu kenapa?" tanya Sandi.


"Gak papa".


"Oh kok mukanya bete?"


"Udah tau dari tadi aku ngajakin kamu pulang,malah nonton". kesal Olla


"Maaf yang,aku gak enak nolak ajakan Dirly". ucap Sandi merasa bersalah.


"Bukannya yang ngajak nonton itu si Karin yah bukan si Dirly?"tanya Olla balik.


"........" tidak ada jawaban dari Sandi.

__ADS_1


Olla pun mendahului jalan ke arah parkiran membuat Sandi berlari-lari kecil mengejarnya.


"Jangan marah dong yang,baru juga nikah 1 hari udah marahan aja". bujuk Sandi


"Bodo Amat" gumam Olla pelan tapi Sandi masih bisa mendengarnya.


Sandi merasa kesal dengan jawaban Olla,dia pun segera naik ke motornya lalu memasangkan helm untuknya dan istrinya. Sandi menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi, Sandi merasakan Olla tidak memeluknya dan malah memegang bahu Sandi."Dia kira gue tukang ojek apa?ni istri gue kagak ada takut-takutnya gue bawa ngebut" batin Sandi


Makin kesal Sandi dengan istrinya itu. Jarak Mall ke rumahnya hanya memakan waktu 15 menit,karena Sandi memacu motornya dengan kecepatan tinggi.


Setelah sampai di rumah Sandi,Olla langsung masuk ke kamarnya dan menyimpan helm yang dia pakai di meja rias. Olla tidak memperdulikan teriakan suaminya yang terus-terusan memanggil namanya.


Teriakan Sandi membuat Sinta dan Dion keluar dari kamarnya.


"Ada apa sih dek teriak-teriak?baru juga pulang" tanya Sinta. Bukannya menjawab,Sandi malah terus berjalan ke kamar menyusul istrinya dan melewati Sinta.


"Ya ampun,masa baru nikah sehari udahan marahan". heran Dion sambil menggelengkan kepalanya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2