
Semua tengah siap membawa jenazah Olla ke rumahnya dengan ambulan.Sandi dan Dirly ikut mobil ambulan sementara mobilnya,dia tinggalkan di rumah sakit.
Ke datangan jenazah di sambut isak tangis.semua tidak menyangka Olla akan meninggalkan dunia secepat ini. Sandi terus berada di samping Olla,bukan dia tidak ikhlas dia hanya ingin menemani Olla sebelum Olla di kebumikan. dia terus menahan tangis dan berusaha tegar.
_______________
"San,jenazah Olla mau di kebumikan di TPU mana?" tanya Dirly. "Di taman belakang aja deh,suruh orang gali di samping gazebo" jawab Sandi. Dirly tersentak "segitu gak bisa pisahnya Lo sama istri Lo,gue dukung keputusan Lo" ucap Dirly sambil berlalu pergi untuk menyiapkan pemakaman Olla.
Semua orang berbondong-bondong melayat ke rumah duka,di sana sudah banyak orang. ada yang sedang memasang tenda ada juga yang sedang menata kursi.
Banyak para tetangga yang berbisik-bisik.maklum lah mulut tetangga
"Bu,saya sedih banget dengan ke pergian Bu Olla,dia baik bu.baru juga di kasih kebahagiaan dengan di beri momongan sudah langsung di kasih ujian"
"Iya jeng,pengorbanan cinta bu Olla memang besar. mencintai dengan nyawanya mungkin lebih tepat untuk judul kisah ini"
__ADS_1
"Betul,sampai maut memisahkan.semoga pa Sandi tabah yah".
" palingan juga seminggu bersedihnya,orang duda ganteng kaya lagi pasti banyak yang mau tuh"
"Huss,kalo ngomong tuh di jaga. Pa Sandi orang nya setia dari yang saya lihat. Kamu lihat aja dia sampai tidak ingin beranjak dari sisi istrinya"
"Yah namanya juga cowok,mana ada yang kuat menduda lama-lama"
Kira-kira begitulah bisik-bisik tetangga. ada yang muji ada yang julid,tapi kebanyakan yang julidnya.😁
_______________
Sandi,Dirly,Dion dan ayahnya Olla menggotong kerandanya ke halaman belakang. semua yang menyaksikan pemakanan Olla menangis terisak.
Sandi turun keliang lahat di ikuti oleh Dirly dan Dion. Sedangkan ayah Olla dan warga yang lain berada di atas menurunkan jenazah. di bawah Sandi,Dirly dan Dion sudah siap menerima jenazah. Olla di baringkan di liang lahat,Sandi mengumandangkan adzan dengan suara yang di buat tegar.Selesai membaringkan jenazah,Dirly mengajak Sandi untuk naik. dia mengulurkan tanganny ke arah Sandi,tapi Sandi tidak kunjung menyambutnya. "San,ayo naik" ucap dirly. "Sebentar" Sandi terus menatap jenazah istrinya dia enggan meninggalkan istrinya yang akan tidur di tanah selamanya. "Maaf Pak Sandi,sebaiknya di segerakan. kasihan jenazahnya" suara pa ustad mengingatkan Sandi agar tidak berlarut dan terus menahan jenazah istrinya "Baik pak Ustad" ucap Sand lalu naik ke atas.
__ADS_1
Para penggali kubur langsung menutup kuburan Oll dengan tanah sampai menancapkan nisannya. Selesai sudah pemakaman Olla,semua orang yang melayat satu per satu pulang. tinggallah Sandi,Dirly dan Dion.
Sandi bersimpuh di samping nisan Olla,dia terus mengusap-ngusap nisannya seperti dia yang mengelus rambut sang istri. "Sayang,maafkan aku. Akan ku temani kamu di sini. Dirly,tolong ambilin selimut. aku akan tidur di gazebo. Oh ya,apa si kembar baik-baik saja?" ucap Sandi
"Mereka baik-baik saja.mereka tidak rewel,seolah mengerti tentang keadaan kita dan maminya." ucap Dirly lalu masuk kerumah hendak mengambil selimut untuk Sandi.
"Dek,yang tabah yah. kamu jangan putus asa,harus tetap semangat demi si kembar" ucap Dion
"Iya bang,...Kalian jangan dulu pulang.atau lebih baik kalian pindah aja kesini" ucap Sandi. "Abang juga niatnya bgitu sambil ikut rawat si kembar". sahut Dion.
Dia pamit masuk ke dalam tinggallah Sandi seorang diri.
Sandi beranjak dari duduknya lalu berbaring d gazebo sejajar dengan posisi gundukan tanah makam istrinya.
Dia melihat jam tangan " Baru jam 4 sore.Sayang izinkan aku tidur di sini. aku lelah sayang. aku berharap saat aku bangun nanti ini semua hanya mimpi,Selamat tidur My Pretty wife. aku mencintaimu" gumam Sandi lalu memejamkan matanya....
__ADS_1
.