
Sandi berlari ke arah toilet,Olla berusaha mengejar suaminya yang entah kenapa jadi muntah-muntah.
"Yang,kamu kenapa?sakit?" tanya Olla mengurut-ngurut tengkuk Sandi. "Gak tau yang,aku lihat ramen kok kayak lihat cacing yang. jijik,jadi mual aku nya" jawab Sandi yang masih lemes dan bersandar di dinding toilet. " Ya udah pulang yuk?kamu kuat gak bawa mobilnya,kalo enggak biar aku aja" ucap Olla.
" Iya yang,ini kuncinya.maafin aku yah udah nyusahin kamu". lirih Sandi. "apa sih yang,gak ada istilah nyusahin kali dalam rumah tangga mh". sahut Olla.
_______________
Selama seminggu ini Sandi terus muntah-muntah tiap pagi,Olla sudah beberapa kali membawanya ke dokter tapi selalu gagal karena Sandi langsung muntah saat mencium bau obat-obatan.
Sebagai istri tentu saja Olla kebingungan. Sandi yang selalu rewel soal makanan, minuman,soal parfum Olla bahkan penampilan Olla yang seperti biasa dia sukai pun kena kritik Sandi.
Kadang Olla merasa jengkel tiap hari Olla bisa ganti baju sampai 5x dengan alasan dia tidak suka,itu terlalu sexi,warnanya gak cocok sama kulit Olla dan banyak lagi alasan Sandi untuk membuat istrinya harus ganti baju.
_________
__ADS_1
Olla pov
Aku gak tau harus gimana lagi cara menghadapi tingkah Sandi yang bikin emosi tingkat dewa.
"Sabar Olla,ini ujian".
Pernah Sandi ngajakin aku ketemu teman lamanya waktu SMA. "Yang pake baju ini yah,kamu pasti cantik". saran Sandi. aku pake tuh baju terus ku poles make up tipis di wajahku. Setelah selesai aku pun menyambar tas ku dan bergegas keluar karena Sandi menungguku di depan.
"Maaf yang lama" ucapku. "Yang,kamu gak salah kamu cantik banget". puji Sandi. " Ehm,masa?terima kasih yang" ucapku tulus. "Apa terima kasih terima kasih?gak ada kamu ganti baju,gak usah dandan. Aku gak mau kecantikan kami di puji pria lain selain aku" geram Sandi. Sontak aku melongo mendengar setiap perkataan dia. "Lah bukanya dia tadi yang ngasih baju ini suruh di pake.kenapa dia jadi marah-marah" batinku.
"Yang,kamu pergi aja sendiri. Biar aku di rumah aja". ucapku final. "Kalo kamu gak pergi,aku juga gak akan pergi" teriak Sandi. Kesabaranku benar-benar sudah habis "Terserah apa mau mu,aku cape San". lirihku lalu masuk lagi ke kamar dan menghempaskan tubuhku ke atas ranjang.
Aku tak habis pikir dengan perubahan sikap Sandi,.
kepalaku terasa mau pecah mikirin suamiku yang..... ah sudahlah pusing aku.
__ADS_1
________
.Di ruang tamu Sandi tampak menyesal karena sudah membentak istrinya. Dia juga kebingungan kenapa sikapnya jadi berubah. "Aku udah keterlaluan sama istriku,aku harus minta maaf. Tapi aku masih kesel,kok bisa dia jadi secantik itu?apa karena mau ketemu teman-teman aku?" gumam Sandi. "Ah tapi gak mungkin juga kan,dia setiap hari selalu cantik. gak ada yang berubah" tambahnya lagi.
"Yang,,,,,,,,,,,Aku mau jus alpukat dong,tapi pengen kamu yang bikinin" seru Sandi.
Sandi merasa aneh pasalnya Olla akan langsung nyaut bila dia memanggilnya. "Kemana dia?apa mungkin marah?" batin Sandi.
Sandi berlari ke kamarnya dan dia tidak melihat ada Olla. Saat akan mencari keluar dia melihat Olla baru keluar dari pintu kamar mandi dengan keadaan mata sembab "pasti habis nangis" batin Sandi.
"Kamu kenapa yang?aku minta maaf" ucap Sandi
"Yang,,,,aku mau ngasih ini" Olla menyodorkan benda pipih kecil ke arah Sandi.
Sandi yang langsung melihat benda yang Olla kasih sontak membuat matanya melotot tidak percaya...
__ADS_1
"Benarkahhh?".....