
kkrriiiiiiiuuuukkkkkkk (anggaplah suara perut lapar😊)
"Yang lapar" ucap Olla.
"Oh Ya ampun ternyata istriku lapar yah?" ujar Sandi mengelus-ngelus rambut Olla .
Bluss....pipi Olla langsung memerah saat Sandi menyebutnya istriku. "Ah istriku makin cantik aja kalo udah blushing,jadi pengen cium". batin Sandi
"Ya udah cari tempat makan yang" Sandi memegang tangan Olla membawanya ke sebuah restoran yang ada di Mall.
Sandi dan Olla duduk di pojok dekan kaca. Mereka memesan air mineral,ramen,kepiting saus tiram dan cumi bakar. Di tengah-tengah mereka sedang menikmati makanannya,tiba-tiba ekor mata Olla menangkap sesosok mahluk yang pernah dia cintai. Olla memalingkan wajahnya karena tidak yakin kalo mahluk itu adalah cinta singkatnya. Setelah dia melirik lagi ke arah sosok itu dan ternyata benar-benar dia,bukan hanya halusinasi semata. Dia lah Dirly Pratama,si pemuda PHP.
Olla merasakan tenggorokannya sulit untuk menelan mie ramen makam siangnya. Sesak di dadanya terasa. Sandi tidak menyadari gerak-gerik istrinya itu.
Dirly merasakan ada yang sedang menatapnya pun mencoba mengedarkan pandangan ke seluruh isi restoran itu dan degdegdeg jatuhlah pandangannya ke arah wanita yang duduk di pojokan bersama seorang pria yang sedang membelakanginya. Pandangan mereka pun saling beradu. Ada pancaran kerinduan dari tatapan seorang Dirly kepada wanita itu,begitu pun sebaliknya.
Olla menjadi salah tingkah hingga tidak sadar kalo dari tadi dia terus menggigit sumpit di mulutnya.
Dirly melemparkan senyuman hangat kepada Olla,saat Olla akan membalasnya tiba-tiba duduklah seorang wanita cantik di kursi samping Dirly. Olla pun mengurungkan niatnya untuk membalas senyuman Dirly.
Mood Olla langsung hancur melihat pemandangan di depannya itu. ingin sekali dia melempar mangkuk ramen yang masih panas itu ke muka Dirly.
"Yang pulang yu?" ajak Olla
"Kenapa yang?kita belum nonton.makanan kamu aja belum habis". heran Sandi
"Aku ingin pulang,aku capek yang". jawab Olla.
Sandi pun merasa heran atas sikap istrinya yang aneh minta pulang. "Ya udah ayok pulang" ajak Sandi.
Olla dan Sandi langsung menuju kasir untuk membayar makanannya. Pas dengan saat Sandi akan membayar Dirly pun berjalan melewati Sandi.
__ADS_1
Ke duanya pun bertemu dengan tidak sengaja,Sandi dan Dirly terlihat masih syok karena tidak menyangka akan bertemu seperti ini. berbanding terbalik dengan Olla yang merasa kesal,niat pergi untuk menghindarinya malah justru bertemu dengannya.
Sandi:"Hai bro,kemana aja lu?" tanya Sandi
Terlihat raut wajah tidak enak dari Dirly.
Dirly:"Ada aja,sorry gue jarang main ketempat lu".
Sandi:"Lu tuh yah,gue cari-cariin juga kenapa telepon gue gak lu angkat hah?"
Dirly:"Kita tempat nongkrong aja yuk,gak enak ngobrol di sini" usulnya
Usai bayar Sandi,Olla,Dirly dan cewek yang bareng Dirly pun nyari cafe.
Sandi melihat cafe yang tidak jauh dari restoran tadi pun langsung menunjuknya.
Mereka berempat pun langsung memilih tempat kosong.
Sedangkan Olla memainkan game di ponselnya karena merasa tidak tertarik dengan topik para pria itu.
Dirly:"Gue pergi ke kota S buat nyusulin bokap gue,dia bilang butuh bantuan gue. eh gak taunya gue malah di tahan lama di sana. Mana hp gue juga ikutan di tahan. pusing gue San sama kelakuan bokap gue. Oya,kenalin dia Karin anak dari temennya bokap gue,gue di suruh nemenin dia selama dia di kota T".jelas Dirly
Karin:"Kenalin,saya Karina. panggil aja Karin" menyalami Sandi. Karin menyodorkan tangannya ke arah Olla tapi Olla tidak menghiraukannya masih anteng dengan game onlinenya. Dirly dan Sandi menatap Olla yang tidak membalas uluran tangan Karin.
Sandi menyenggol sikut Olla hingga membuat Olla menoleh.
Olla:"Apa?" tanya Olla dingin.
Sandi:"Yang,ini ada yang kenalan".
Olla menyalami Karin "Olla" singkatnya lalu Olla langsung menunduk kembali menatap ponselnya dan meneruskan permainannya yang sempat ia pause.
__ADS_1
Sandi merasa tidak enak dengan kelakuan istrinya. dia pun meminta maaf.
Karin pun merasa heran kenapa ada cewek yang seacuh itu sama orang lain.
Sandi:"Sorry yah Rin, Olla tidak bermaksud mengacuhkanmu dia emang tidak terlalu suka keramaian.
Dirly yang peka merasa kalo Olla kecewa atas sikap dirinya yang pernah membatalkan janji untuk berkencan dengan Olla dulu.
"Gak usah minta maaf San,baik aku atau kamu kita tidak salah". ucap Olla tanpa menatap lawan bicaranya dan masih memainkan gamenya.
"Kenapa istri gue jadi begini?gak mungkin dia kesambetkan?" batin Sandi.
Karin:"Kita nonton aja yuk,kebetulan ada film baru".
Sandi:"boleh tuh,kebetulan tadi kita juga berniat mau nonton" Sandi antusias,dasar manusia gak peka udah tau Olla pengen cepet-cepet pergi malah mau nonton. Sepertinya Sandi akan mendapat masalah.
Dirly yang tidak banyak bicara hanya mnyetujuinya pasrah,dia merasa canggung bertemu kembali dengan Olla dan melihat sikap Olla yang dingin padanya.
Dirly ingin menjelaskan alasan dia tidak memberi Olla kabar secara langsung,tapi waktunya kurang pas. Malah Dirly merasa tanda tanya dengan hubungan Sandi dan Olla yang terlihat begitu akrab."Gak mungkin Olla pacaran sama Sandi kan?karena yang aku tau Sandi punya seseorang yang amat sangat dia cintai dari dulu.tapi aku gak tau siapa" gumam Dirly dalam hati.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1