Ujian Cinta

Ujian Cinta
Bab 36


__ADS_3

*Bibi,kenapa dengan Olla?kenapa dia menangis?" tanya Sandi yang ngosngosan karena lari dari taman belang saat mendengar istrinya nangis. "Ini den,tadi si neng minta bibi temenin duduk sambil minum susu,tapi bibi gak bisa karena harus beresin dapur. Eh si neng malah langsung nangis dan bilang bibi gak suka sama si neng". jawab Bi Marni panjang.


Sandi yang mendengar alasan istrinya nangis pun merasa bingung sendiri. Selama hamil Olla tidak minta yang aneh-aneh tapi ini lebih membingungkan lagi di harus menghadapi emosi Olla yang cepat naik cepat turun. "Sini,biar aku yang temenin kamu yah sayang" ucap Sandi lembut.Olla menidurkan kepala di paha Sandi. Sandi langsung mengusap-ngusap rambut istrinya dengan lembut. "Bibi,lanjutkan aja pekerjaan bibi. Olla minta maaf yah bi?" kata Olla sambil memejamkan matanya. "Iya neng,neng gak salah kok. Ya udah bibi lanjut dulu yah. permisi neng,den" pamit si Bibi.


Sandi menatap wajah istrinya,Dia merasa beruntung memiliki istri cantik dan tidak banyak minta. Apa lagi sekarang dia akan memiliki anak itu semua membuat Sandi tidak henti-hentinya mengucap syukur.


_________________


Tingnong....(anggaplah suara bel rumah ya say)


"Den,ada tamu" Bibi menghampiri Sandi yang tengah santai di ruang tengah bersama Olla yang masih memejamkan matanya di pangkuan Sandi


"Siapa bi?" tanya Sandi." Den Dirly sama seorang wanita" jawab si bibi. "Oh,suruh langsung ke sini aja bi".


Olla yang mendengar ada Dirly dan wanita yang bertamu ke rumahnya pun merasa degdegan "Ah lebih baik aku terus seperti ini,pura-pura tidur aja" batin Olla.


"Bro,Lo dimana?" teriak Dirly yang terus berjalan sambil celingak celinguk mencari keberadaan Sandi.


"Ssstttttt,jangan teriak-teriak. Bini gue lagi tidur. Sini duduk" bisik Sandi.

__ADS_1


"Ups,sorry gue gak tahu" ucap Dirly gak enak.


Dirly mendudukkan pantatnya di kursi berhadapan dengan Sandi. Dan di belakang Dirly seorang wanita yang sangat ingin Sandi hindari duduk di samping Dirly dengan muka yang di tekuk. Ya,dia lah Karina si wanita yang tidak punya harga diri menurut Sandi.


Karina merasa hatinya terbakar melihat pemandangan mesra di hadapannya.


Dirly:"Gue ganggu yah?" Dirly yang memang dari tadi merasa tak enak hati. Entah itu karena merasa mengganggu Sandi atau melihat Olla yang tertidur pulas di pangkuan Sandi.Dia cemburu karena di hatinya Olla masih wanita yang dia cintai.


Sandi:" Gak ganggu bro,gue lagi nyantai".


Karina:" Ini rumah kamu ya San?besar banget untuk ukuran rumah yang di tinggali seorang diri. sepertinya kamu butuh pendamping".


Sandi:"Gak perlu pendamping lagi. Gue udah punya Olla. dia lebih dari segalanya".


Dirly menyimak perbincangan antara Sandi dan Karina. Dia tau kalo Karina menyukai Sandi. Karina juga pernah meminta Dirly untuk bantuin mendapatkan Sandi.


Jauh sebelum Dirly tau kalo Sandi sudah menikah dia mau-mau aja bantuin. Tapi setelah dia tau bahwa Sandi sudah menikah dengan wanita yang dia cintai,Dirly pun tidak mau membantu Karina.


Dirly tidak mau sahabat dan wanita yang di cintainya terluka. Biarlah luka ini cukup dia yang rasakan,karena baginya melihat Sahabat dan wanita tercintanya bahagia itu sudah lebih dari cukup.

__ADS_1


Karina:"Oh yah San,kamu gak merasa risih adik kamu tidur di pangkuan kamu?bukannya dia terlalu manja" sinis


Sandi:"Dia bukan adik gue,dia itu bini gue. Nyonya Ferdian". tegas Sandi.


Karina:"What???Lo gak lagi ngeprank gue kan? gak mungkin San,apa bagusnya dia coba? Karina berusaha untuk tidak mempercayai ucapan Sandi.


Dirly:"Olla emang istrinya Sandi rin, mereka udah 2 tahun menikah". Dirly berusaha santai


Karina;"Jadi selama ini Lo udah tau kalo Sandi udah nikah?kenapa Lo gak ngasih tau gue?"


Dirly:" Iya gue udah tau. Lo gak pernah nanya ke gue".


Karina merasa geram. Dia kesal,cemburu,marah bercampur menjadi satu..


"Sudah cukup pura-pura Olla saatnya bangun" gumam Olla dalam hati.


Perlahan Olla membuka matanya "Ughh, Sayang ada apa kok rame?" tanya Olla dengan akting pura-pura bangun tidur . "Kamu keganggu yah?maaf yah yang. kamu mau tidur lagi?" tanya Sandi yang melayangkan beberapa kecupan di wajah istrinya. Olla yamg merasa kegelian pun tertawa.


Dirly merasa hatinya di remas,sakit luar biasa. begitu pun dengan Karina, dia bertekad akan merebut Sandi bagaimana pun caranya.

__ADS_1


__ADS_2