Ujian Cinta

Ujian Cinta
Bab 11


__ADS_3

"Berhentilah menggoda ku Sandi". kesalku


Sandi berjalan ke arah lemari yang tak jauh dari ranjang,dia mengambil satu potong baju daster rumahan lengkap dengan cd dan bra nya.


"Ini pakailah,ini punya kakak ku.ukuran Bra nya mungkin sedikit beda tapi aku yakin untuk celana dalamnya sukuran denganmu". ucap Sandi


Aku pun menerima baju yang Sandi berikan "Keluarlah aku mau ganti baju".


"kenapa harus keluar?bagian mana yang belum aku lihat?gak usah malu". Sandi tersenyum.


Oh Tuhan,inikah sisi lain dari seorang Sandi Ferdian?Manusia minim ekspresi alias datar,irit bicara,arogan dan pemaksa ini ternyata bisa berubah menjadi manusia yang mesum.Aku sungguh tidak percaya.


"Pergilah,aku lapar". ucapku dingin


"Baik aku akan pergi,tapi kamu jangan coba-coba kabur.kalo kamu tidak ingin tersesat". ancam Sandi.


Aku memutar bola mataku malas.Apa ini yang dia bisa?di setiap perkataan nya kalo tidak memaksa pasti mengancam.Bagaimana bisa sikap seperti ini membuat aku jatuh cinta?.


Ku dengar suara motor Sandi menjauh. Ah,dia beneran pergi juga.Aku keluar kamar mencari sesuatu mungkin bisa ku makan.Aku berjalan melewati 3 pintu kamar yang tertutup sepi itu lah kata yang pas untuk saat ini. agak sedikit merinding juga.tidak mungkin Sandi sengaja meninggalkan ku di sini kan?.


Aku mencari tasku berniat untuk mengambil ponselku.Usai ku temukan ponselku aku tidak melihat ada chat atau panggilan yang masuk.ku simpan kembali ponselku ke dalam tas.ku lirik jam di dinding ruangan ini menunjukan jam 3 sore.Sandi keluar sudah dari 40 menit yang lalu."Kenapa lama sekali? apa benar Sandi meninggalkan ku disini?". batin ku.


Aku mengambil kembali ponselku kemudian ku panggil nomor Sandi,saat sedang menunggu Sandi mengangkatnya aku mendengar suara ponsel berbunyi dan suara itu tidak jauh dari tempat aku duduk.


Ku ambil ponsel itu ternyata milik Sandi.Sandi meninggalkan ponselnya,entah itu sengaja atau tidak yang pasti saat ini aku merasakan kecemasan yang luar biasa.Aku takut Sandi meninggalkan ku di sini.


10 menit berlalu aku mendengar suara motor memasuki garasi,aku berlari untuk memastikan apakah itu benar Sandi atau bukan.Belum aku sampai ke garasi Sandi udah nyampe duluan di ruang makan.dia mengeluarkan semua makanan yang dia beli dari kantong keresek lalu menatanya di atas piring.Ku lihat Sandi membeli banyak sekali makanan,untuk siapa kah?bukannya di sini hanya ada kita berdua.


Aku memberanikan diri bertanya "Banyak sekali makanan nya?apa ada orang lain selain kita?"

__ADS_1


Sandi menoleh dan tersenyum kepadaku "Hanya kita berdua,tidak ada yang lain.ini untuk kita nanti malam dan besok pagi". ucapnya santai.


Aku membelalakan mata ku " Apa,,,,,untuk nanti malam dan besok pagi?bukan nya nanti sore kita akan pulang?" Sandi menyodorkan piring berisi batagor dan es teh manis ke arah ku. Aku menerimanya sambil menuntut jawaban Sandi atas pertanyaanku. "Iya,kita akan menginap di sini 1 malam,besok siang baru pulang". Sandi berucap masih dengan santainya.


Dia tidak memperdulikan tatapan horor ku. "Duduklah, apa kamu akan makan sambil berdiri?".


Aku pun duduk di kursi makan dan memperhatikan Sandi yang makan batagor dengan ekpresi santai tanpa beban.


Aku menyimpan piring batagorku di atas meja lalu menatapnya,sudah tidak ada nafsu makan lagi.


Aku menarik nafas dan membuangnya kasar "Aku ingin pulang Sandi". Dia tidak menjawab ku dan malah asyik menikmati batagornya.Aku kesal lalu aku berdiri berniat untuk meninggal meja makan dan batagorku.


Sebelum itu terjadi Sandi menggebrag meja makan Brught "Duduk,makan dulu setelah itu kita bicara". ucap Sandi


Aku pun duduk dan memakan batagorku dengan cepat. "Pelan-pelan sayang,kalo kamu masih lapar ambil aja punya ku kita makan sepiring berdua".


"Berhenti memanggil ku sayang,sungguh itu membuatku jijik". aku pergi meninggalkan Sandi di meja makan dan menuju ke sofa.


Aku merebahkan tubuhku di atas sofa dan memejamkan mataku.sekilas bayangan kejadian tadi berputar-putar di kepala ku dan membuatku ingin menangis.


Aku mendengar langkah kaki mendekatiku dan sofa sampingku sedikit bergerak.Ku buka mata ku dan melirik ke samping ternyata Sandi.Dia tengah menatapku dengan tatapan yang sulit ku artikan.Ada sedikit rasa khawatir menyelimutiku.Perlahan aku menggeser tubuh ku sedikit menjauhi Sandi.


"Apa segitu menakutkan nya aku Olla?sampai membuatmu menjauhiku". ku lihat Sandi yang memalingkan wajah nya ke arah lain.


"Apa sebenarnya salah ku padamu hingga membuatmu melakukan hal itu padaku? apa aku pernah menyinggungmu? apa aku menyakiti keluargamu?". aku bertanya sambil menahan air mata ku.


Sandi menghembuskan nafasnya kasar sebelum menjawabku.


"Kamu tidak salah sayang. hati aku lah yang salah karena menjatuhkan pilihan nya padamu. kamu tidak pernah menyinggungku juga tidak menyakiti keluarga ku. Di sini aku lah yang bersalah. karena sudah jatuh cinta padamu".

__ADS_1


"Jatuh cinta bukan sebuah kesalahan.cinta akan menjatuhkan pilihan nya pada orang yang menurutnya tepat. Maaf aku memaksamu. aku tidak bisa mengontrol perasaan ku untuk memilikimu". lirih Sandi


Aku menatap mata Sandi.Aku bingung harus menjawab apa. karena aku melihat ke seriusan cinta Sandi walau pun membuktikan nya dengan cara yang salah.


"Baiklah Sandi,aku mau menikah dengan mu. dengan catatan aku tidak mau punya anak dulu sebelum aku jatuh cinta padamu" ucapku pasrah.


Sandi melihat ke arahku dan tersenyum manis. Tampan itulah kata hatiku saat melihat senyuman Sandi.


Sandi berhambur memelukku erat,membuatku tersentak lalu aku pun menepuk-nepuk punggung Sandi keras "Heii,apa kamu mau membunuhku?bisa longgarkan sedikit pelukanmu?aku tidak bisa bernafas Sandi" seru ku.


"Maaf sayang,aku tidak sengaja. aku terlalu senang mendengar keputusan mu.terima kasih sayang". ucap Sandi sambil menciumi punggung tanganku.


"Bisa kah kita pulang sekarang?aku takut ibu khawatir,lagi pula besok aku harus bekerja". usul ku.


" Tidak,kita akan pulang besok siang Olla.Kakak ku sudah minta izin pada ibu kamu.Dan soal urusan pekerjaan,kakak ku juga yang sudah mengirimkan surat pengunduran diri mu tadi siang".tegas Sandi.


" Apa?kenapa kamu masih saja seenaknya padaku hah?" aku kesal gak tau gimana lagi menghadapi sikap egois Sandi .


Aku berlari ke kamar yang tadi aku tempati aku melemparkan tubuhku ke ranjang memukul-mukul bantal saking kesalnya. ingin rasanya aku makan orang.belum juga menikah aku sudah berapa kali kesal dengan keputusan nya. Kalo begini terus lama-lama aku bisa mati karena kesal.


.


.


.


.


.Terima kasih,jangan lupa dukung aku.like dan komen juga yah😊

__ADS_1


__ADS_2