
Dunia seakan berhenti berputar bagi Dirly. Dia berharap apa yang Sandi katakan adalah prank tapi semua harapan hanya tinggal khayalan Dirly melihat sekeliling rumah baru Sandi terpajang beberapa foto pernikahan mereka dari yang ukuran sedang hingga yang besar. Itu cukup membuktikan bahwa Sandi tidak sedang membohonginya. Dirly tidak sanggup menelan kenyataan pahit yang baru saja dia terima.
Haruskah dia merebut Olla dari sahabatnya?atau dia harus mundur dan mendo'akan kebahagiaan untuk sahabatnya?
Dia menyesal dulu waktu mengajak Olla jalan dia tidak memberikan alasan dan kepastian pada Olla. itu semua adalah kesalahan terbesarnya hingga menimbulkan penyesalan yang tiada akhir.
_________________
Sandi:"Hey lu kenapa bengong?gak ada rencana ngucapin selamat atau ngasih gue kado pernikahan gitu?" goda Sandi
Dirly:"Eh,sorry bro gue gak begong cuma masih gak percaya aja lo udah nikah. gue kira bukan Olla cewek yang selama ini lo ceritain itu. Selamat ya bro,nanti kadonya nyusul". Dirly pun memaksakan diri tersenyum.
Dirly:"Oh ya San,gue pulang dulu yah.Lo maen deh ke rumah gue,gak jauh juga" pamit Dirly
Sandi:"Kok buru-buru sih? Oke deh nanti gue mampir,sekalian ajakin bini jalan-jalan".
Dirly:"Bye"
_____________
__ADS_1
Dirly berlari ke kamarnya,sedari tadi di rumah Sandi dia sudah tidak tahan menahan air matanya. Saat ini Dirly sangat rapuh. "Kenapa Olla mau menikah dengan Sandi?kenapa harus Sandi?" teriak Dirly frustasi.
"Apa kamu tidak bisa menungguku Olla? aku hanya pergi untuk menyelesaikan urusanku dengan papa ku. Setelah itu aku berencana akan langsung menikahimu. kenapa kamu tinggalin aku?" isak Dirly.
Dirly berjalan ke arah ranjangnya dan meringkukkan tubuhnya seperti bayi lalu menangis sejadi-jadinya.
Dia pun tertidur hingga malam menyambutnya.
________________
"Yang lagi main apa sih?serius banget sampe gak peduli sama suami" tanya Sandi sambil duduk di samping istrinya. "Ini loh,main game di hape baru yang kamu beliin" jawab Olla tanpa mempedulikan Sandi. "Yang,makan dulu yuk? Sekalian nanti Ada yang mau aku omongin" ajak Sandi. "Ayo,!!!! mau ngomong apa emang yang?" tanya Olla "ada deh" mencubit pipi istrinya.
"Kamu mau ikut gak?sekalian ketemu orang tua kamu" ajaknya. "Enggak ah,aku di rumah aja" .
"Kamu sendiri nanti yang,yakin". tanya Sandi lagi.
"Yakin" jawab Olla. "Ok".
"Tidur yuk udah malam" ajak Sandi yang langsung di angguki Olla.
__ADS_1
Mereka menaiki ranjangnya dan berbaring. "Yang,apa kamu udah mulai mencintai aku?" bisik Sandi.
"Iya,aku sudah mulai mencintai kamu. aku harap kamu jangan kecewain aku". jawab Olla ."Terima kasih Sayang,aku tidak akan kecewain kamu" Sandi mengecup kening istrinya dan memeluknya sampai mereka tertidur pulas.
__________
Jam 8 pagi Sandi sudah bersiap-siap pergi ngecek bengkel kakaknya. Dia berpamitan dan mencium kening istrinya. Mereka tidak menyadari kalo di balkon kamar rumah tetangganya ada sepasang mata sedang menyaksikan drama perpisahan mereka.
Ya,Dirly melihat Sandi keluar tanpa Olla. "Ini kesempatan untukku agar bisa bicara berdua dengan Olla" batin Dirly.
Dirly berlari kecil keluar rumahnya berniat menemui Olla."Ok,Dirly tenang. semua akan baik-baik saja" ucap Dirly menyemangati dirinya sendiri.
"Toktoktok"
Suara ketukan pintu membuat Olla yang sedang selonjoran di sofa bangkit dan berjalan ke arah pintu.
Ceklek.
Deg,,,"Dirly,........"
__ADS_1