Ujian Cinta

Ujian Cinta
Bab 41


__ADS_3

Sandi pamit dan mencium kening istrinya. Lalu dia berjalan ke arah Dirly "Bro gue titip istri dan anak gue,jangan Lo sakitin. cuma Lo orang yang gue percaya" ucap Sandi sambil menepuk pundak Dirly. Dirly hanya mengangguk,dia sedikit keberatan karena dia takut hilap.


Olla dan Dirly mengantar kepergian Sandi dan kedua kakaknya sampai ke gerbang rumahnya. Olla terus terisak Sandi sudah tidak kuat lagi untuk membalikan badannya,dia tidak ingin melihat istrinya yang terus menangis. Hatinya sakit bagai teriris silet.


______________


"La, bibi gak ke sini. kamu mau makan apa buat nanti siang?" tanya Dirly,Olla yang lagi duduk nonton tv pun langsung menoleh "Apa aja deh mas. bibi libur 3 hari katanya suaminya sakit" jawab Olla. "Jadi di rumah ini cuma kita berdua La?" tanya Dirly. "Iya mas" jawab Olla santai.


Dirly memesan makanan lewat aplikasi di hapenya,dia duduk di samping Olla yang lagi nonton tv. terasa suasana yang sedikit canggung. "Mas,boleh aku minta tolong?" tanya Olla memecah kecanggungan "minta apa sayang?" tanya balik Dirly "Ih gak usah pake sayang segala mas.....Aku pengen tidur mas,tapi belum ngantuk. Mas bisa tolong elusin perut aku gak?biasanya kalo ada Sandi dia yang elusin" kata Olla


"Apa sayang? emang gak papa?" tanya Dirly "Cepetan mas,gak papa kok kan aku yang minta"ucap Olla yang sedikit kesal "Oke,oke mas elusin. santai dong". Dirly mendekatkan duduknya sedikit merapat lalu mengulurkan tangannya ke arah perut Olla dan perlahan mengelusnya. Olla menyandarkan kepalanya di atas sandaran sofa lalu memejamkan matanya.

__ADS_1


Dirly menelan ludahnya kasar,terlihat jakunnya naik turun saat melihat leher mulus Olla terekspos jelas dari samping. "Oh Tuhan,ujianmu sungguh berat. Sandi apa Lo bakalan maafin gue kalo gue gak bisa jaga bini Lo?" batin Dirly berteriak. "mas,kenapa pelan sekali ngelusnya?" tanya Olla yang masih memejamkan matanya. "Eh maaf,mas gak tahan lihat leher kamu" jujur Dirly. Olla tau apa maksud Dirly tapi dia seakan menutup mata dan pura-pura gak ngerti.


_____________


Di tempat lain,Sandi sudah sampai di rumah sakit tempatnya selalu melakukan check up kesehatannya.


"Selamat siang mas Sandi,silahkan masuk". sapa Dokter Ivan. "Siang dok" balas Sandi.


Sandi dan kedua kakaknya duduk berhadapan dengan dokter Ivan. "Mari mas ikut saya,kita lakukan rotgen ".


Setengah jam kemudian Dokter keluar sambil membawa amplop coklat berisikan hasil pemeriksaan kesehatan Sandi. Dokter memberikan amplop itu dengan ekspresi yang sulit di artikan. Sandi menerima amplop itu dengan was-was. dia takut dengan kenyataan pahit,dia belum siap meninggalkan istri dan anaknya.

__ADS_1


Sandi perlahan membuka amplop itu dan saat melihat isinya Sandi langsung terduduk lemas dan mengusap wajahnya kasar. Singa dan Dion yang berada di situ pun bisa menyimpulkan bahwa isi amplop itu bukanlah kabar baik. Sinta mengambil kertas yang di pegang Sandi lalu membacanya dan Sinta langsung menangis lemas di pelukan Dion. Dia tidak menyangka kalo adiknya ini akan kembali merasakan tidur di rumah sakit lagi. Harapan Sandi untuk hidup pun hanya di prediksi beberapa bulan ke depan. Dion merasa iba melihat kondisi adik iparnya,baru saja dia merasakan akan menjadi seorang ayah setelah 2 tahun menanti kehadiran sang buah hati ternyata harapannya harus pupus begitu saja.


Sungguh kenyataan yang sangat pahit. Sandi tidak mau di rawat di rumah sakit,dia ingin selalu menemani istrinya di sisa hidupnya yang entah beberapa bulan lagi. Dia memaksa Sinta untuk mengurus administrasinya dan segera pulang.


Sinta tidak bisa berbuat apa-apa lagi,dia merasa sakit luar biasa saat melihat adiknya terpuruk seperti ini.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2