Ujian Cinta

Ujian Cinta
Bab 42


__ADS_3

"Tuhan jika engkau menginginkan ku secepat ini aku ikhlas. Tapi izinkan aku mendampingi istriku melahirkan dan melihat anakku lahir untuk pertama dan terakhir kalinya". Sandi berdo'a sepanjang jalan di pulang ke rumahnya.


"Dek,sebaiknya kamu kasih tau Olla tentang keadaan kamu. Kakak ngerti kamu gak mau dia sedih. tapi apa kamu gak sedih saat Olla terlambat tau yang sebenarnya dan dia akan merasa sedih seumur hidupnya" kata Sinta saat melihat adiknya melamun di dalam mobil. "Iya,abang setuju tuh dek. Kasihan istri kamu nanti. Buatlah kenangan indah bersamanya di sisa umur kamu dek" tambah Dion,lalu dia terlihat meneteskan air matanya. Sinta sudah tidak tahan lagi menahan air matanya. Hingga dia pun menangis tersedu-sedu.


Sandi menatap map coklat berisi laporan kesehatannya "Apa aku harus beri tahu yang sebenarnya yah? Huh' bissmillah" batin Sandi


2 jam lebih perjalanan rumah sakit ke kediaman Sandi. Olla melihat mobil hitam masuk ke pekarangan rumahnya saat dia tengah santai di balkon kamarnya. Dia bergegas keluar kamarnya dan menghampiri suami dan kedua kakaknya "Sayaaaaangggg" teriak Olla yang sedikit berlari dan langsung memeluk Sandi saat melihat Sandi merentangkan tangannya "Kenapa lama?aku kangen banget sama kamu" manja Olla. Sandi tidak menjawab pertanyaan Olla dalam diamnya hati Sandi terasa di remas-remas. Dia baru saja pergi tadi pagi dan langsung pulang hari itu juga Olla sudah seperti tidak melihatnya seminggu. "Ya Tuhan,apa aku sanggup meninggalkannya?Dia baru saja berpisah denganku beberapa jam sudah seperti ini. Apa lagi nanti saat berpisah denganku selamanya? Tuhan,aku ikhlas. Aku mohon izinkan aku bersamanya lebih lama lagi" batin Sandi menjerit menahan sesak di dadanya.


Sinta,Dion dan Dirly melihat Olla yang begitu senang dengan ke pulangan Sandi pun merasa tidak kuat lagi berada satu ruangan dengan mereka. Sinta,Dion dan Dirly pun melangkahkan kakinya meninggalkan Olla dan Sandi yang masih berpelukan. mereka bertiga berjalan ke arah taman belakang,.Dion terus berusaha menenangkan Sinta yang terus menangis,sementara Dirly,dia tidak tau apa yang harus dia lakukan. ingin rasanya dia menggantikan Sandi yang tengah menderita karena penyakitnya itu. "Ya Tuhan,cobaan apa lagi yang engkau berikan kepada sahabatku?tolong sembuhkanlah dia Tuhan,,,,,aku tidak minta banyak,aku hanya ingin sahabatku sembuh dan bahagia" Do'a Dirly.


___________

__ADS_1


Di dalam kamar...


"Sayang,sini aku mau bicara" Sandi menepuk sofa di sampingnya. Olla pun duduk bersandar di dada Sandi "mau bicara apa sayang?" tanya Olla. "aku ingin kamu memanggilku papi dan aku memanggilmu mami" ucap Sandi. Olla mendongkakkan kepalanya menatap Sandi "aku setuju papi"ucap Olla lalu mengecup bibir Sandi sekilas. Sandi tersenyum melihat tingkah istrinya itu."Papi,,,mami rasa sepertinya papi menyembunyikan sesuatu dari mami....ada apa pi?" tanya Olla yang masih menyandarkan kepalanya di dada Sandi


Deg.......


Dada Sandi seketika bergemuruh,dia baru saja akan mengatakan yang sebenarnya. "Memang benar insting seorang istri selalu tepat,apa lagi kalo sedang hamil. tingkat kepekaannya naik 100%" batin Sandi.


Sandi berteriak minta tolong. Sinta,Dion dan Dirly yang berada di halaman belakang pun segera berlari ke kamar Sandi dan melihat Sandi tengah panik menggendong istrinya yang pingsan dan membawanya ke tempat tidur. Dion lalu menelpon temannya yang berprofesi sebagai dokter.


15 menit kemudian Dokter Indra pun datang dan memeriksa keadaan Olla "Dia hanya syok,terlebih lagi mungkin dia banyak pikiran. selebihnya semuanya baik-baik saja. Janinnya pun sehat. tidak ada yang perlu di khawatirkan. Dia wanita hamil yang cukup kuat,Saya permisi dulu" kata dokter Indra " Terima kasih dok" ucap Dion.

__ADS_1


Sandi terus menggenggam tangan istrinya yang belum sadar juga "Sayang bangun,,,,,kamu udah janji sama papi bahwa kamu tidak akan sedih dan akan selalu bahagia. Kenapa sekarang kamu malah tertidur lama sekali" lirih Sandi sambil terus menangis dan menciumi punggung tangan Olla.


Sinta merasa sangat sedih dengan keadaan ini,begitu pun dengan Dirly yang melihat sahabatnya seperti ini membuatnya merasa sangat sangat terpukul. Dion mengantarkan dokter Indra sampai depan rumahnya.


Saat akan kembali ke kamar Sandi,tiba-tiba Sinta dan Dirly mencegatnya lalu mengajaknya duduk di ruang tengah. Mereka sama-sama saling diam,tidak ada yang memulainya bicara.


Sementara di dalam kamar,Olla perlahan membuka matanya berharap apa tadi yang dia baca adalah mimpi buruk baginya. "Pa-papi" panggil Olla pelan. "Iya mami,mami sudah bangun"tanya Sandi lalu membantu Olla untuk duduk. Tiba-tiba Olla menarik tangan Sandi hingga tidak ada jarak diantara mereka lalu Olla memeluknya erat "Sayang maafkan aku,aku belum bisa menjadi istri yang baik buat kamu.Selama dua tahun ini,aku selalu nyusahin kamu,aku selalu menyuruhmu ini itu tanpa aku tau keadaanmu.kenapa kamu sembunyikan ini semua?selama ini,apa artinya aku buat kamu sayang?" Olla terus menangis sambil memeluk. Sandi tak kuasa menahan tangisnya lalu dia pun menitikkan air matanya dan memeluk Olla sangat erat "Maafkan papi mi,papi salah. Papi tidak ingin mami bersedih dengan keadaan papi yang seperti ini" ucap Sandi mengelus-ngelus punggung Olla.


Olla melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah Sandi dan mengusap air matanya "Sudah cukup kita menangisnya .mari kita lewati sisa waktu kita bersama mengukir kenangan indah antara aku kamu dan anak kita. Ini sudah Tuhan takdirkan untuk kita. Kita hanya bisa menjalaninya dan pasrahkan semuanya pada Tuhan. Sayang,cintai aku di sisa hidupmu.Sayangi aku,dan kamu harus kuat menjalani semua ini. Aku akan selalu ada di sampingmu sampai maut memisahkan kita. Aku mencintaimu Sandi Ferdian" ucap Olla lalu mencium Sandi sedikit lebih lama.


Tanpa mereka sadari dari luar kamar ada 3 pasang telinga yang mendengarkan ungkapan hati Olla dan ada 3 pasang mata yang sama-sama menahan tangis yang sudah tidak tertahankan lagi.

__ADS_1


__ADS_2