
Setelah Sandi sadar dia langsung berlari ke arah bangkar istrinya,dia mentap wajah istrinya yang terlelap damai,Sandi membelai wajah istrinya... "Sayang,aku akan menyusulmu. aku ingin bersamamu selamanya. tunggu aku sayang. aku mencintaimu,aku tida bisa hidup tanpa kamu sayang. izinkan aku ikut denganmu" isak Sandi. Dion langsung memeluk Sandi,dia takut adiknya ini berbuat nekat "Dek,ingat pesan Olla. kamu harus jagain si kemba untuknya" ucap Dion berusah menenangkan Sandi. "gak bisa bang,gue gak bisa hidup tanpa Olla,gue mencintainya bang. gue gak bisa,gue gak bisa...Ollaaaa,kenapa Lo tinggalin gue. kenapa Lo tinggalin gue ???" teriak Sandi histeris dala pelukan Dion. "Bang,biarin gue mati. gue mau temenin istri gue disurga" lirih Sandi
Sinta,Dion,Dirly,dokter Susi dan beberapa perawat pun tida bisa berbuat apa-apa.mereka hanya bisa ikut menangisi kepergian Olla dan keterpukuln Sandi. Sedangkan si kembar sudah di bawa pulang oleh orang tua Olla dan baby sitternya.
"San,Lo gak boleh ngomong gitu. kalo Lo mati,sia-sia sudah pengorbanan Olla yang udah donorin ginjalnya buat Lo. Olla ingin Lo bisa terus hidup.Dia tau Lo bisa tegar dengan ke pergiannya sedangkan dia ga yakin bisa tegar hadapi hidup tanpa Lo. dia percayakan si kembar sama Lo" ucap Dirly menepuk-nepuk pundak Sandi.
__ADS_1
"Sebenarnya Olla menderita penyakit lambung akut sudah sejak lama. Dia di vonis hidupnya tidak akan lama. jadi sebelum dia pergi,dia ingin memberikan sesuatu untuk orang yang di cintainya agar di merasa selalu hidup. Kalo pun dia tidak mendonorkan ginjalnya dia juga akan tetap mati dan kamu tidak akan tertolong. lalu bayi kalian akan terlantar. jadi dia memutuskan untuk mendonorkan ginjalnya supaya kamu tetap hidup dan menjadi ayah sekaligus ibu untuk si kembar. ap sekarang kamu masih mau mati dan mengecewakannya?" penjelasan dokter Susi membuat orang seisi ruangan tercengang. Rupanya banyak yang mereka tidak tau tentang Olla.
Lutut Sandi melemas,begitu pun dengan Sinta,Dion dan Dirly. "Ya Tuhan,apa saja yang aku lakukan selama ini?kenapa istri sakit aja aku gak tau.Tuhan,apa pantas aku di sebut sebagai suami???" jerit Sandi. di terus-terusan menyalahkan dirinya sendiri.
Sand menangis tanpa henti "Dokter Susi,apa saja yang anda ketahui tentang istri saya?" lirih Sandi.
__ADS_1
"Selama kurang lebih 4 tahun Olla sering bulak balik rumah sakit,dia tidak mau sampai di rawat. jadi sebisa mungkin dia tidak lupa untuk meminum obat untuk pereda sakit di bagian lambungnya. Selama kehamilan dia berhenti meminum obatnya karena obat itu keras dia tidak ingin kandungannya kenapa-napa. Dia tau suaminya sangat menantikan bua hatinya. sampai pada usia kandungan ke 4 Olla datang ke rumah sakit tapi bukan untuk kontrol lambungnya atau pun periksa kandungannya melainkan untuk bertanya tentang prosedur pendonoran ginjal. awalnya saya tidak mengizinkannya tapi dia bersikukuh dengan keinginannya.Saya sudah memberitahunya tentang resiko kemungkinan terburuknya dia tidak goyah,dia siap dengan kemungkinan apapun yang terpenting baginya adalah suaminya bisa sehat kembali". jelas Dokter Susi.
Sandi ingat waktu usia kandungan Olla 3 bulan dia mengetahui keadaannya dan reaksi Olla sedih biasa saja,tidak ada kaget atau histeris. Rupanya keadaan Sandi masih bisa di selamatkan asalkan ada donor ginjal yang cocok.sementara keadaan Olla tidak bisa tertolong lagi.
" Maafkan aku sayang,aku bukan suami yang baik buat kamu....maafin aku,aku janji akan menjaga anak-anak kita dengan baik" bisik Sandi lalu mengecup kening Olla.
__ADS_1