Ujian Cinta

Ujian Cinta
Bab 31


__ADS_3

Jam 4 sore Sandi pulang ke rumahnya,dia heran kenapa istrinya tidak datang menyambut. Dia mencari Olla ke dapur,ke taman belakang dan terakhir ke kamar. ceklek Sandi membuka pintu kamar,di edarkan pandangan matanya dan berhenti di sofa santai dekat ranjangnya. Dia menghampiri istrinya dan mencium keningnya singkat. Sandi memperhatikan ekor mata Olla seperti habis menangis. "Sebenarnya apa yang terjadi" batin Sandi.


Olla membuka matanya saat merasakan ada tangan mengelus-ngelus pipinya. "Tidak,jangan sentuh aku" teriak Olla histeris. "Yang,ini aku,kamu kenapa?" tanya Sandi yang panik melihat istrinya histeris.


"Sa-Sandi,ini kamu? ( Olla membelai wajah suaminya ) kamu udah pulang? (Olla langsung memeluk Sandi) aku mohon jangan tinggalin aku sendiri,aku takut" Olla menangis. "Sayang,kenapa?aku gak akan ninggalin kamu,gak akan pernah. kamu kenapa sayang?cerita sama aku". bujuk Sandi.


"Aku gak mungkin bilang yang sebenarnya sama Sandi,aku takut dia kecewa" batin Olla.


"Aku takut,tadi aku mimpi kamu ninggalin aku". bohong Olla.


"Sayang dengarkan aku. Dulu aku susah payah saat ingin mendapatkanmu sekarang aku sudah mendapatkanmu,aku tidak akan mungkin begitu saja meninggalkanmu sayang". jelas Sandi.


Olla pun terharu mendengar semua yang Sandi ucapkan. Dia memeluk Suaminya erat,Dia benar sudah mencintai Sandi.


_______________

__ADS_1


Dua Tahun kemudian........


Setelah kejadian itu baik Olla maupun Dirly semua baik-baik saja. semua berjalan normal,kehidupan rumah tangga Sandi pun seperti biasa harmonis hanya saja belum lengkap. mereka belum di karuniai anak.


"Sayang,aku mau makan di luar dong" manja Olla sambil memeluk suaminya dari belakang. Sandi yang sedang melamun di balkon pun tampak kaget dengan perilaku manja istrinya,pasalnya Olla jarang manja-manja kecuali kalo lagi sakit.


"Tumben sayang mau makan di luar? gak biasanya kamu". tanya Sandi sambil mengelus-ngelus tangan istrinya yang melingkar di lehernya.


Tiba-tiba Olla menjadi sedih dan menangis Sandi yang mendengat istrinya menangis pun langsung berbalik ke arah Olla "Sayang,sayang kenapa kamu nangis?ayo kita pergi,kita makan di luar. aku tadi cuma nanya aja,aku gak berniat nolak keinginan kamu" ucap Sandi panik.


"Sayang,maafin aku yah. Aki belum bisa ngasih kamu anak. Kita nikah udah 2 tahun. tapi aku belum juga hamil" ucap Olla menunduk.


"Sayang,jangan terlalu mikirin hal itu. Ini bukan salahmu. Kita udah periksa ke dokter dan gak ada masalah. Mungkin Tuhan belum mempercayai kita. Sabar aja,aku gak papa kok. Jadi kita bisa puas-puasin berdua dulu" ucap Sandi menenangkan istrinya lalu mengecup pipi Olla.


"Katanya mau makan di luar,ayo berangkat" ajak Sandi. "Ayo".

__ADS_1


____________


Sandi memikirkan kejadian tadi di rumahnya "Kenapa istri gue jadi mikirin soal anak?apa ada yang menyinggungnya?" batin Sandi.


"Yang,ini kita mau makan dimana?udah beberapa restoran kamu lewati. Aku udah lapar yang ih" ucapan Olla membuat Sandi tersadar dari lamunannya.


"Ah maaf sayang,tadi aku gak fokus. kita makan ramen mau? di depan ada resto yang baru buka". saran Sandi. "boleh deh,.emang kamu lagi mikirin apa yang?" tanya Olla. "gak terlalu penting sih yang gak usah di pikirin" jawab Sandi,dia tidak mau istrinya terbebani


5 menit kemudian mereka sampai di resto Korea. Di sana banyak pasangan muda mudi yang lagi asyik nongkrong dan ngopi.


Sandi menuntun tangan istrinya ke meja pojok dekat dengan kaca pembatas. "Tempatnya enak yah yang" ucap Olla. Sandi memesan 2 ramen dan 2 jus jeruk. Tak lama pesanan mereka pun datang.


Olla langsung menikmati makanannya,sedangkan Sandi hanya menatap ramennya. Ada perasaan jijik dan geli. Sandi merasa aneh karena biasanya dia sangat menyukai ramen. "Yang,jangan di makan. jijik ramennya" Sandi menarik mangkuk ramen Olla yang masih ada setengahnya. " Jijik kenapa yang?ini enak banget cobain deh" Olla merasa heran melihat tingkah suaminya.


Sandi kembali menatap ramen di mangkuknya lalu "hhooekkkkk,hhooeeekkkk"

__ADS_1


__ADS_2