
"Apa kamu senang melihat aku seperti ini?" tanya Olla sambil mengedipkan matanya. "Sangat menggairahkan sayang, aku suka kamu seperti ini. Rupanya kehamilanmu membawa anugrah tersendirk buat aku" jawab Sandi. "Anugrah apa?" heran Olla.
" Aku bisa melihat dan merasakan keliaranmu sayang" bisik Sandi lalu mengecup telinganya dan membalikan tubuh Olla hingga Sandi berada di atasnya.
"Sekarang,giliran aku yang memimpin" ucap Sandi.
Dia langsung mengarahkan juniornya dan melakukan penyatuan yang panas dan lembut.
Desahan demi desahan keluar dari mulut pasutri yang sedang memadu kasih itu memenuhi seluruh ruangan kamar. Ruangan luas dan kedap suara itu menjadi saksi bisu atas percintaan panas dan lembut mereka.
Hingga Sandi tumbang di samping tubuh istrinya. sedangkan istrinya sendiri pun sudah tidak bertenaga lagi,bahkan untuk membuka matanya saja sudah tidak sanggup.
___________
__ADS_1
Jam 5 pagi Olla sudah bangun dan berada di dapur bersama dengan ART yang Sandi pekerjakan."Selamat pagi bu,apa kabar?" sapa ART itu. "Eh,bibi udah sampai,udah lama bi?" Olla menyambutnya dengan senyuman."Bibi siapa namanya? bibi bisa panggil saya neng aja jangan ibu yah". suruh Olla. "Baik neng.Nama bibi Marni neng" jawab Bi Marni.
"Oke Bi Marni,Selamat datang" sambut Olla lalu memeluk Bi Marni. Olla tampak sendu dan terlihat meneteskan air matanya. Bi marni seumuran dengan ibu kandung Olla. itu membuat Olla mengingatkannya pada ibu kandungnya. "Neng kenapa menangis?" tanya bi marni merasa kaget kenapa majikan mudanya itu menagis. "Tidak bi,saya hanya kangen ibu saya" jawab Olla sambil membantu Bi Marni yang akan memasak. " jangan neng,nanti aden marah" kata Bi Marni saat Olla akan membersihkan sayuran.
"Sayang,siapa yang menyuruhmu turun ke dapur?" suara bariton di depan pintu kamar membuat Olla kaget. Sandi hanya bertanya biasa,tapi berbedaa dengan tanggapan ibu muda ini. Olla merasa Suaminya ini bukan bertanya,tapi membentaknya.
Olla langsung menangis dan pergi ke ruang tengah meninggalkan Sandi dan Bi Marni.
Olla menangis sesegukan dan membuat Sandi merasa bersalah "Jangan nangis dong yang?aku minta maaf". Sandi duduk lalu menggenggam ke dua tangan Olla yang berada di atas pangkuannya. "Kamu bentak aku pagi-pagi,kamu udah gak sayang sama aku lagi. Huuuaaaaaa" Olla menangis kencang dan membuat Sandi panik bahkan Bi Marni yang berada di dapur pun langsung berlari ke arah ruang tengah untuk melihat si majikan mudanya. "Kenapa den si neng?kok nangisnya makin kencang?" tanya Bi Marni yang sama paniknya sama Sandi.
"Ya tuhan,kenapa semenjak hamil istri saya menjadi bar-bar seperti ini? sungguh ajaib engkau membulak balikkan emosinya" gumam Sandi dalam hati.
Bi Marni pun kembali ke dapur sambil menggelengkan kepalanya. Pasalnya ia merasa heran dengan ibu hamil satu ini. Semua orang tengah panik memikirkan dia,eh dia malah menertawakan wajah panik suami dan ARTnya.
__ADS_1
____________
"Neng,ini susu hamilnya" Bi Marni memberikan segelas susu ke arah majikan mudanya. "Terima kasih Bi. Bibi sini temani aku minum" ajak Olla sambil menepuk-nepuk sofa di sebelahnya. "Terima kasih neng,bibi mau ke dapur saja" tolak lembut Bi Marni.
"Jadi bibi gak mau temani aki?" tanya Olla dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ya Salam,apa yang terjadi dengan majikan mudanya ini?" Batin Bi Marni.
"Bukan seperti itu neng,tapi bibi harus beresin dapur" alasan Bi Marni padahal dia merasa tidak enak harus duduk di sebelah majikannya.
"Bibi,jahat. Bibi gak suka sama aku yah? huaaaaaaaa" Olla menangis kencang sambil memegang gelas susu.
Tangisan Olla membuat Bi Marni kelabakan parah melebihi tangisan seorang bayi.
__ADS_1
"Entah apa yang merasuki mu neng?kok dikit-dikit nangis dikit-dikit tertawa" batin Bi Marni
.......