
Hati-hati typo bertebaran....hheheh
"I-iya kak,aku terima lamaran Sandi" aku menunduk jawab pertanyaan kak Sinta.
Serempak semua orang yang ada di ruangan itu berucap "*Alhamdulillah".....
Kak Sinta:"Baiklah kita tentukan tanggal pernikahan nya.Dan seperti nya Olla kamu harus berhenti bekerja.Biar kebutuhan kamu Sandi yang menanggungnya".
Olla:"Kenapa terburu-buru?ini menikah loh bukan perkara yang main-main.Dan kenapa aku harus berhenti kerja?". aku keberatan*.
Kak Sinta:"Bukannya terburu-buru,tapi alangkah baiknya jika kita punya niatan baik harus di segerakan?benarkan Bu Ratna (ibu Olla) ?"
Ibu:" Saya sih terserah Olla,Ayah nya Olla pun sudah memasrahkan semua keputusan ada di Olla".
Sandi:" Olla bukannya tadi kamu sudah setuju yah kalo pernikahan kita di adakan bulan depan.kamu juga tadi udah setuju untuk keluar dari pekerjaan kamu". Sandi berbohong,aku tidak pernah berkata seperti itu.
Olla:"Kapan aku setuju?aku tidak pernah bilang begitu".
Kak Sinta:"Baiklah kalo begitu kita adakan pernikahan tanggal 3 bulan depan.Bu Ratna dan Olla hanya tinggal menunggu saja,semuanya biar saya dan keluarga saya yang urus".
"Ya Tuhan,keadaan macam apa ini??siapa yang mau menikah?kenapa semuanya tidak ada yang menanyakan pendapatku?" batinku berkata.ingin rasanya aku menangis.Kenapa keluarga Sandi seolah memaksaku menikah?Apa yang sebenarnya terjadi.
Jam 9 malam keluarga Sandi pamit.Ibu mengantarkan mereka sampai pintu depan.Sedangkan aku lari ke kamar dan menangis sejadi-jadinya memeluk bantal.
Aku tidak punya perasaan apa- apa terhadap Sandi.
Orang yang aku cintai itu Dirly,tapi aku gak tau kemana Dirly menghilang.Apa bisa aku menikah dengan orang yang tidak aku cinta?.
Lama aku menangis hingga ada Chat di hapeku dari Sandi.
Hah,sejak kapan aku menyimpan nomor Sandi?.
Aku lihat isi chatnya.
[Sandi:Udah tidur belum?]
[Sandi:jangan mengabaikanku dan jangan kabur saat hari pernikahan tiba.Karena semuanya akan sia-sia.dimana pun kamu bersembunyi aku akan menemukannya]
Aku mengabaikan chat Sandi,malas rasanya meladeni manusia datar dan arogan sepertinya.
[Sandi:Sepertinya udah tidur.Mimpi indah My Wife😍 mimpiin aku yah.Besok terakhir kamu kerja,biar aku yang antar]
Entah berapa jam aku menangis,aku pun tertidur dengan memeluk bantal karena kelelahan.
Jam 5 pagi alarm hapeku berbunyi,aku mandi dan sholat subuh.Setelah rapi aku pun keluar kamar untuk sarapan.Ku lihat ibu sibuk di dapur sedangkan adikku masih mandi.Ku lihat jam tanganku masih jam 6 pagi, "Ini masih terlalu pagi untuk berangkat kerja,tapi aku gak mau di antar Sandi.Aku harus gimana?"ucapku dalam hati.
__ADS_1
Ibu:"Sudah selesai?tumben masih pagi sudah siap aja" ibu melirikku sambil tersenyum.
Olla:"Ibu aku langsung berangkat yah,ada pekerjaan yang tertunda kemarin". Maafkan aku bu,berbohong.
Ibu:"Di antar Sandi yah?Ya udah hati-hati yah"
aku tidak menjawab pertanyaan ibu.
Olla:"Assalamu'alakum bu".( mencium tangan ibu)
Ibu:"Wa'alaikumsalam"
Aku berangkat naik angkot,20 menit sudah sampai di tempat kerjaku.
Sandi datang ke rumahku tapi dia tidak bertemu denganku.
Sandi:"Maaf bu,Olla nya udah siap?"
Ibu:"Bukannya Olla tadi udah berangkat bareng kamu yah?" (ibu ku kebingungan)
"Sialan si Olla rupanya dia berusaha menghindar dari ku.aku tidak akan membiarkanmu lolos".batin Sandi geram.
Sandi:"Ya sudah bu,Sandi permisi dulu".
Sandi pergi menaiki motornya melaju kencang menuju tempat kerjaku.Sandi melihatku di kantin luar pabrik dia menghampiriku dan langsung menarikku ke tempat yang sepi.
Olla:"Kenapa aku harus menurutimu?aku bukan bonekamu Sandi.Yang aku mau adalah bebas dari kamu,kenapa kamu lakukan itu padaku?kamu memaksaku menerima lamaranmu dan menikah denganmu.Apa sebenarnya mau kamu?" aku meluapkan isi hatiku yang kesal karena perlakuan Sandi.
Sandi tidak menjawabku dia malah menarikku dan membawaku menjauh dari area pabrik.Motor Sandi berhenti di sebuah rumah yang aku gak tau itu rumah siapa.Rumah itu sepi jauh dari keramaian.tidak ada tetangga dan hanya ada jalan setapak.
Sandi memasukan motornya ke garasi rumah itu.Sandi menuntunku masuk dan menyuruhku duduk di sofa ruang tengah.Aku melihat sekeliling ruang tangah rumah Sandi yang hanya di isi beberapa barang dan hiasan dinding yang sedikit berdebu.Sepertinya rumah ini sudah lam kosong.
Sandi menyodorkan minuman kaleng padaku,aku menerimanya tapi tidak meminumnya.
Sandi memulai pembicaraan setelah sekian menit kami terdiam."Aku tidak bisa mewujudkan apa yang kamu mau.Kamu harus menikah denganku apa pun yang terjadi.Aku janji akan memberikan semua yang kamu mau.aku akan membahagiakan mu dan akan melindungimu". Lirihnya.
"Tapi aku tidak mencintaimu Sandi,aku tidak mau menikah tanpa saling mencintai" ucapku
"Akan ku buat kau jatuh cinta padaku setelah kita menikah". Aku terdiam mendengar ucapan Sandi.ku rasakan tenggorokanku kering.Aku pun membuka minuman kaleng yang tadi Sandi berikan lalu ku minum hingga habis setengah.
Sandi menatapku tajam membuatku salah tingkah.berada di samping Sandi membuatku gugup.
Sandi menangkup wajahku dengan ke dua tangannya.
Cup,,,, Sandi mengecup keningku
__ADS_1
Cup,,,Cup Kemudian ke dua mataku
Cup,Cup,Cup lalu hidung dan ke dua pipiku.
Cupp,,,,, Sandi mengecup bibirku lama,kemudian melumatnya lembut.
Aku terbawa suasana hingga ku buka mulutku sedikit.
Sandi memasukkan lidahnya,mencari-cari lidahku untuk mengajaknya bergulat.Aku membalasnya pelan.Hingga tidak terasa ciuman kami pun menjadi Ciuman panas.
Kurasakan suhu ruangan memanas.Sandi masih terus menciumku dan kini tangannya pun tidak tinggal diam.Tangan Sandi mulai mengusap-ngusap punggungku yang masih terbungkus kamejaku.
Sandi menuntun tanganku ke arah lehernya,aku mengalungkan tanganku di leher Sandi,sampai aku tidak menyadarinya tangan Sandi sudah membuka bra ku.Aku tersentak saat Sandi mere***-remas payu****ku.
Aku langsung melepaskan ciuman itu.Sandi pun terlihat kaget "Kenapa di lepas?apa kamu tidak ingin melakukannya?" tanya Sandi.
"I-iya,aku tidak ingin melakukan nya" jawabku gugup.
"Kita sudah sejauh ini,lagi pula kita akan menikah.apa salahnya melakukan itu sekarang?" Sandi terlihat prustasi
"Salah,ini sudah salah.aku tidak mau menikah denganmu". tegasku
Ku lihat Sandi bangkit dari duduknya dan mengusap wajahnya kasar. Sebelum Sandi bicara,Sandi menatapku tajam "Baiklah kalo itu keputusanmu. Maafkan aku harus memaksamu".
"Aakkhhh" Aku memekik saat Sandi menggendongku dan membawaku ke kamar.Aku meronta-ronta minta di turunkan dari gendongannya,tapi sayang tenagaku tidak seimbang dengan tenaga Sandi yang lebih kuat. Bugh Sandi melemparku ku atas ranjang kemudian menindihku.Sandi mengunci pergerakan ku dengan kakinya.ke dua tanganku pun tak lolos dari cengkraman tangan Sandi.
Sandi mengikat tanganku dengan kain yang dia bawa entah dari mana.
Sandi membuka pakaian nya hingga hanya menyisakan boxernya.Sandi menindihku dengan bertumpu dengan ke dua sikutnya.Aku berusaha memberontak "Sandi lepaskan aku,jangan seperti ini.A-aku mau menikah denganmu tapi aku mohon jangan lakukan itu" air mataku pun keluar,aku takut dengan Sandi yang sekarang di depan ku.
"Sudah terlambat sayang,.aku tau kamu hanya ingin lolos dari genggamanku,iya kan?Sekarang atau nanti sesudah menikah kita tetap akan melakukan nya.Nikmatilah sayang,aku janji tidak akan kasar". Sandi tersenyum smirk.
Sungguh senyuman yang menakutkan....
.
.
.
.
..
.Hai terima kasih sudah mampir,jangan lupa dukung aku,like dan komennya.
__ADS_1
di tunggu up selanjutnya yah...