Ujian Cinta

Ujian Cinta
Bab 18


__ADS_3

Hari berganti Mentari pagi pun mulai menampakan sinarnya menembus celah tirai kamar pasutri baru,membangunkan mereka dari alam bawah sadarnya dari buaian mimpi indahnya menyadarkan mereka untuk menjalani kehidupan nyatanya.


Sandi mengerjapkan matanya,sinar matahari yang menembus tirai kamar menyilaukan pandangannya. Sesaat dia pun sadar bahwa sekarang tidurnya sudah tidak sendiri lagi. Ada Olla yang menggantikan guling empuknya untuk di peluk, ada Olla yang tiap malam akan menemaninya tidur, ada Olla yang akan pertama dia lihat saat dia bangun, ada Olla yang akan selalu dia rindukan saat pergi dari rumah, ada Olla yang harus dia bahagiakan.


Sandi membuka matanya,yang pertama dia lihat adalah Olla yang masih terlelap di pelukannya. "Cantik" gumam Sandi. Sandi terus menatap wajah cantik Olla,dia tidak berniat untuk bangun karena takut Olla terganggu. Olla pasti lelah karena semalam Olla harus melayaninya. Sandi pun tersenyum mengingat kejadian tadi malam. Dia tidak menyangka Olla akan jatuh kepelukannya.


Sandi menyadari ada pergerakan kecil dari Olla "Ah sepertinya Olla akan bangun,aku pura-pura masih tidur aja" ucap Sandi dalam hati.


Sandi pun pura-pura masih tidur saat Olla akan membuka matanya,dia ingin tau apa yang akan Olla lakukan ketika melihat Sandi tidur memeluknya.


Olla membuka matanya,dia melihat sekeliling yang menurutnya sangat asing. "Ini bukan kamarku,aku dimana?" Olla terlihat kebingungan. Sebenarnya Sandi udah gak tahan ingin tertawa melihat tingkah polos Olla yang lupa kalo dia dimana,tapi Sandi menahannya sekuat tenaga.


"Hah,kok ada Sandi?kenapa aku tidur dengan Sandi?kenapa juga aku tidak pakai baju?" serentetan pertanyaan terus berputar di otak Olla yang masih belum sadar penuh dari tidurnya.


Setelah beberapa menit Olla berpikir barulah dia ingat kalo dia kemarin sudah menikah dengan Sandi dan tidur dengan Sandi. Olla menatap wajah Sandi yang kini dia ingat kalo Sandi adalah suaminya "Sandi kalo tidur begini kelihatan sangat sangat tampan dan (pandangan Olla turun ke dada telanjang Sandi) sexy,membuat wanita mana pun rela merangkak naik keranjangnya" gumam Olla pelan,dia tidak tahu kalo Sandi pura-pura tidur. Tangan Olla pun turun ke dada berotot Sandi,jari telunjuknya bergerak kesana kemari di dada Sandi membentuk pola yang tidak terlihat. Olla tidak tau kalo saat ini Sandi tengah tersiksa akibat perbuatannya, Sandi menahan hasratnya sesuatu di bawah sana sudah menegang dari tadi saat Olla menyebutnya sexy.


"Olla jangan salahkan aku,salahkan kamu yang pagi-pagi begini sudah menggodaku" batin Sandi


Greeppp.......


Sandi membalikan Olla yang tidur menyamping jadi terlentang dengan Sandi yang berada di atasnya.


Olla tersentak kaget,wajah Olla pun memerah karena malu "Jangan-jangan Sandi tau apa yang udah aku lakuin, Ya tuhan ingin sekali aku menggali kuburanku sendiri,,,,,rasanya benar-benar malu" jerit Olla dalam hatinya.


" Gak usah malu yang sama suami sendiri ini,aku malah senang" Senyum Sandi yang masih mengangkang di atasku.


"K-kamu mendengarnya ya? Maaf San" .


"Kamu gak usah gugup yang,kamu gak salah kok jangan minta maaf terus dong" Sandi mengecup bibir Olla sekilas "Morning kiss yang" ucap Sandi.


"Kalo morning sex boleh gak?" tanya Sandi yang sudah tidak kuat menahan juniornya.


" Boleh,tapi kerja cepat yah. Aku udah laper" jawab Olla.


Ah Sandi sungguh senang dengan jawaban Olla, Sandi langsung mencium ganas bibir Olla melumatnya agak kasar karena memang dia sudah tidak tahan. Sandi langsung memasukan rudalnya ke sarang sempit nan hangat milik Olla dan terjadilah morning sex yang Sandi inginkan.


Setelah kegiatannya selesai Sandi menggendong Olla ke kamar mandi dan membantu Olla mandi.

__ADS_1


Sandi merasa gak enak melihat Olla yang kesusahan berjalan,jangankan untuk jalan untuk berdiri saja Olla tidak kuat. Itu semua karena ulahnya. Sandi terlalu ganas dalam urusan ranjang.


Setengah jam sudah pasutri itu menyelesaikan ritual mandi bersama untuk pertama kalinya . Sandi menggendong Olla lagi dan mendudukan Olla di pinggir ranjang. Sandi mengambilkan baju daster rumahan beserta BH dan CD nya. Dengan telaten Sandi memakaikan BH,CD dan baju Olla. Lalu Sandi mengeringkan rambut sebahu Olla dengan hairdryer.


Setelah Olla sudah rapi barulah giliran Sandi yang berpakaian. "Yang,kamu tunggu di sini aja yah. Biar aku yang ambilin sarapan untuk kita" perintah Sandi yang hanya di balas anggukan oleh Olla.


Sandi turun ke ruang makan berniat mengambil sarapan untuknya dan Olla.


Di ruang makan sudah ada Sinta dan Dion yang sudah menunggu kedatangan pasutri itu untuk sarapan.


Kak Sinta:"Mana adik iparku San?kenapa gak turun bareng kamu?"


Sandi:" Ada di kamar kak,ini aku mau ambilin Olla sarapan. Kita mau sarapan di kamar aja" jawab Sandi


Jawaban Sandi membuat Sinta dan Dion saling melempar senyuman tanda mereka paham apa yang terjadi semalam di kamar pasutri itu.


Dion:"Apa Olla sakit hingga dia tidak bisa ikut sarapan bareng kakak iparnya?Oh sepertinya kita harus melihat keadaan Olla" goda Dion sambil melirik Sinta dan Sandi


Sandi yang tengah membuat sandwich pun mendadak gugup dan memalingkan wajahnya malu.


Sandi:"Apaan sih Bang,kayak yang gak pernah malam pengantinan aja".


Sandwich yang Sandi buat sudah selesai. Sandi langsung membawanya ke kamar dengan segelas susu coklat hangat dan kopi hitamnya.


"Dasar pasangan gila" Ucap Sandi menatap ke dua kakaknya.


Sinta dan Dion pun hanya menanggapi kekesalan Sandi dengan senyuman.


Bagi mereka membuat adik tersayangnya kesal adalah hiburan tersendiri. Setelah kedua orang tuanya meninggal hanya Sandi yang Sinta punya. Sebisa mungkin Sinta akan membuat adiknya bahagia.


Sandi mengetok-ngetok pintu kamarnya,Dia kesusahan membuka pintu karena dia membawa nampan yang berisi sarapannya. Olla membuka pintu kamar dan melihat Sandi membawa makanan matanya pun langsung berbinar. Olla sungguh kelaparan karena tenaganya banyak terkuras.


"Minum dulu susunya yang mungpung masih hangat". Sandi memberikan gelas berisi susu ke tangan Olla.


"Terima kasih,S-san". Olla merasa canggung.


Seharusnya yang menyiapkan sarapan itu seorang istri bukan kebalikannya. Olla merasa tidak enak.

__ADS_1


Sandi memberika sepiring Sandwich untuk Olla makan, Olla menerimanya karena memang perut Olla sudah sangat lapar. Sandi yang melihat Olla makan dengan lahap merasa aneh "Apa segitu laparnya Olla hingga sandwich ukuran jumbo untuk porsi berdua dia habiskan sendiri" gumam Sandi dalam hati.


Sandi hanya meminum kopinya, karena jatah sandwich sudah di lalap habis oleh istri tercintanya.


Sandi sangat senang karena makanan yang dia buat di sukai istrinya. Tak apa dia menahan lapar,melihat istrinya makan dengan lahap membuat Sandi merasa kenyang.


"Terima kasih yah,aku sangat kenyang. Sandwichnya enak banget.Boleh nanti minta buatin lagi gak?". pinta Olla.


"Apa pun sayang aku akan buatin nanti" jawab Sandi sambil menyelipkan anak rambut Olla ke telinganya.


"Terima kasih sekali lagi s-sayang" ucap Olla pelan.


Tubuh Sandi menegang saat Olla memanggilnya dengan kata Sayang.


"Kamu bilang apa yang barusan?" tanya Sandi ingin memperjelas pendengarannya,bukan dia tidak jelas mendengarnya. Tapi Sandi ingin mendengar istrinya bilang Sayang sekali lagi.


"A-aku bilang terima kasih".


"Setelah terima kasih kamu bilang apa yang?"


"Gak bilang apa-apa kok" Olla menyangkalnya,bukan tidak ingin mengulanginya hanya saja Olla masih malu.


"Bohong kamu mah,jawab aja gak usah malu ih" paksa Sandi.


"A-aku bilang S-sayang" gumam Olla pelan


" IYA AKU JUGA SAYANG SAMA KAMU,SAYANG BANGET MALAH" teriak Sandi membuat Olla menutup telinganya karena kaget.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2