Ujian Cinta

Ujian Cinta
Bab 51


__ADS_3

Hari terus berganti hari. sekarang seminggu setelah kepergian Olla,tidak ada yang berubah dari Sandi. dia masih selalu tidur di gazebo dan mengurus anak-anaknya dengan bantuan Sinta,Dion,Dirly dan ke dua baby sitternya. Dia selalu menghabiskan waktunya di halaman belakang.


Tempat pemakaman Olla telah di sulap senyaman mungkin. karena Sandi sering menghabiska waktunya di halaman belakang bersama anggota keluarga yang lain.


Sandi tengah termenung dia menatapi pusara istrinya sambil duduk selonjoran di gazebo. "Andai kamu masih di sini sayang,aku tidak akan kesepian seperti ini" gumam Sandi. Dia memejamka matanya merasakan semilir angin menerpa dirinya,menyejukan hati yang sedang di landa kesepian dan kesedihan yang mendalam.


"Sayang,bangunlah aku aka selalu menemani mu" bisik lirih di telinga Sandi membuatnya merinding. Dia membuka matanya." temani aku di sini,aku merindukanmu" ucap Sandi sambil memeluk dirinya sendiri. Sungguh dia melihat bayangan istrinya yang seperti nyata.dia bahkan mencoba memeluknya,dan rasanya memang sangat nyata. "apa aku bermimpi?" gumam Sandi. Bayangan itu tidak menjawab dan hanya memberikan senyuman. "Itu senyuman yang selalu aku rindukan selama ini" ucap Sandi.


perlahan bayangan itu menjauh membuat sandi enggan untuk berkedip,dia terus memandanginya sampai bayangan itu benar-benar hilang dan matanya terasa perih. Dia meneteskan air matanya. terkadang air mata seorang laki-laki lebih jujur di banding dengan air mata perempuan. Sandi menangis menutup wajahnya dengan ke dua tangannya.Entah itu tangisan sedih atau pun kerinduan yang mendalam terhadap sosok istrinya yang tak akan pernah terganti. Tanpa dia sadari 3 pasang mata telah memperhatikannya sedari tadi.


"Apa memakamkan Olla di halaman belakang adalah keputusan yang bijak?" tanya Sinta. "Aku gak sanggup bila terus-terusan melihat Sandi seperti ini". tambahnya lagi.


" Aku rasa memang keputusan bijak.kalo saja makam Olla jauh aku takut malah Sandi semakin terpukul dan tidak akan pulang ke rumah karena ingin menemani istrinya" ucap Dirly.


"Iya,ada bagusnya Olla di sini.kita jado merasa kalo Olla memang masih ada di sini bersama kita". ucap Dion.

__ADS_1


" Bang,Sandi terus menutup diri. aku yakin dia tidak akan mudah membuka hatinya untuk wanita lain". ucap Dirly


"Sandi tipe pria yang setia,dia tidak akan berpaling pada wanita lain. Aku juga yakin denganmu. Jadi jangan ada di antara kita yang berniat untuk menjodohkan nya". kata Dion.


" Sungguh adikku yang malang"ucap sinta


__________________


1,5 tahun kemudian.....


Syafira bayi cantik yang sangat mirip dengan maminya namun sifatnya mirip Sandi yang tidak sabaran dan sedikit arogan.Dia tidak mau kalah dan selalu seenaknya.


Nathan bayi ganteng,wajahnya 50% mirip Maminya 50% lagi mirip papinya. tapi sifatnya sangat mirip dengan maminya. Dia pandai menyembunyikan perasaannya,isi hati dan pikirannya sulit di tebak. dia pendiam dan sedikit acuh.


________________

__ADS_1


Sandi dan ke 2 anaknya sedang bermain d halaman belakang,di sana ada banyak mainan yang bisa di pakai oleh anak-anaknya.kini halaman belakang sudah seperti taman bermain,rumput taman udah di ganti dengan lantai yang di lapisi karpet tebal,atasnya sudah di beri atap tembus pandang.di sana juga terdapat makam Olla di samping gazebo.


"papi,papi Tatan pelgi ke canah tatanya mau ke mami" celoteh Syafira


(papi,papi nathan pergi ke sana katanya mau ke mami)


Sandi melihat anak laki-lakinya yang berjalan tertatih ke arah makam maminya.


"Fira,tunggu papi disini yah.papi kejar Nathan dulu" ucap Sandi pada anak perempuannya.


Sandi melangkah kan kakinya mendekati Nathan yang sudah duduk di samping pusara istrinya.


"Mami,mami cangat tantik.mami tenapa da itut tatan macuk.tatan mau tidul cama mami tantit" celoteh Nathan yang kemudian merebahkan tubuh mungilnya di samping pusara maminya


(mami,mami sangat cantik.mami kenapa gak ikut nathan masuk.nathan mau tidur sama mami cantik)

__ADS_1


Deg......


__ADS_2