Ujian Cinta

Ujian Cinta
Bab 24


__ADS_3

"Astaga,dasar pengantin baru. Apa kalian tidak akan makan malam hah?kami sudah menunggu lama". Seru Sinta yang membuka pintu kamar Sandi sembarangan. Karrna kebiasaan,Sinta lupa kalo Sandi sudah menikah.


Olla malu kegiatannya kepergok kakak ipar. Sedangkan Sandi,dia kesal bukan main.


"Bisa gak sih ketuk pintu dulu kak?ganggu aja" teriak Sandi.


"Sorry deh,gak sengaja. Kakak lupa kalo kamu udah nikah". ucap Sinta yang tidak merasa bersalah malah sengaja menggoda adik dan adik iparnya itu.


"Ayo makan dulu,Dion udah nungguin dari tadi". tambah kak Sinta lalu pergi.


"Yang,besok kita pindah rumah aja yah. Di sini banyak setannya". usul Sandi yang masih terlihat kesal.


Olla membelalakan matanya "Apa tadi setan?dimana?" tanya Olla. "Itu tuh yang tadi mergoki kita,belum yang setan lakinya yang". jawab Sandi.


Olla pun tersenyum mendengar jawaban Sandi,rupanya setan yang Sandi maksud adalah ke dua kakak iparnya.


"Ayo yang,kita makan malam dulu siapin tenaga buat nanti" Ucap Sandi mesum


"Malu yang ih,aku udah gak punya muka lagi di depan kakak kamu. Aku makan di sini aja deh" tawar Olla.


"Enggak yang,kita harus makan bareng". tegas Sandi


"Rapiin dulu yang bajunya".


"Iya,bawel" ketus Olla


"Apa kamu bilang yang?bawel" tanya Sandi


"Enggak,aku gak bilang apa-apa kok. Ayo makan" jawab Olla lalu berlari keluar kamar.


Sandi mengejar Olla dan berhasil menangkapnya. Sandi memeluk Olla dari belakang lalu berjalan ke arah meja makan,di sana Dion dan Sinta sudah menunggunya sambil cemberut.


"Udah kali mesra-mesraannya". seru Sinta


"Iya nih pengantin baru bikin ngiri aja". tambah Dion


Wajah Olla memerah. "Udah bang jangan godain istri aku ih,kasian dia mukanya udah kayak tomat ceri". Bela Sandi.


"Udah-udah duduk La,kita makan dulu". kata Sinta


Mereka pun makan dengan santai sampai selesai,sesekali Sandi melirik istrinya yang masih canggung.


"Kak,ada yang mau aku omongin". kata Sandi


"ngomong aja". Sinta dan Dion menoleh


"Besok aku mau pindah rumah,ke rumah yang di jalan B".

__ADS_1


ucap Sandi


"Kenapa?malu yah tadi kepergok kakak?biasa aja gak usah malu". goda Sinta


"Emang udah niat dari sebelum nikah mau langsung pindah rumah ,ya mungkin alasan lainnya biar gak di gangguin setan". ucap Sandi santai


Dion melempar sendok ke arah Sandi "Sialan kita di samain sama setan".


Semua tertawa dan menyetujui keinginan Sandi.}


____________________


Olla pov


Sandi mengajakku pindah rumah,aku sih setuju-setuju aja.Tapi aku gak tau rumah Sandi yang ada di jalan B.


Apa segitu kaya nya dia hingga punya banyak rumah.


Aku mulai mengemasi barang-barang yang akan ku bawa ke dalam koper. Ku lihat Sandi mengemas barangnya sendiri,aku gak tau apa yang dia bawa yang pasti sudah 4 koper besar penuh dengan barang-barangnya sedangkan aku hanya 2 koper ukuran medium.


"Yang,kamu bawa apa aja?kok banyak banget". tanyaku


"Ini barang-barang aku yang.rumah itu kan baru tapi udah ada perabotannya dan semuanya baru". jawab Sandi yang masih fokus sama barang-barangnya.


"Oh,emang rumah yang mana lagi?apa bukan rumah yang waktu itu?" tanyaku lagi


"Bukan yang,emang kamu mau tinggal di rumah tanpa tetangga gitu?aku sih gak mau,takut".


"Kak Sinta gak setuju,dia khawatir sama kamu kalo aku gak ada. Jadi aku beli rumah lagi deh buat kita,kamu pasti suka". jawab Sandi yakin.


"Ah baiklah" senyum manis


Saat sedang asyik packing barang tiba-tiba ada panggilan telepon dari ponsel Sandi. Aku kebetulan duduk dekat nakas tempat ponsel Sandi di simpan.


"Yang,tolong dong angkatin telponnya. Siapa sih?ganggu aja". gerutu Sandi


Aku ambil ponsel Sandi dan melihat layar ponselnya.


"Nomor baru yang,kamu aja yang angkat". Aku menyerahkan ponselnya ke Sandi.


Sandi mengerutkan keningnya saat melihat nomor di ponselnya,lalu memencet tombol hijau.


"Hallo,Siapa?"tanya Sandi


"......" si penelpon. Sandi melirikku dan pergi menjauh menuju balkon kamar.


"Kenapa harus menjauh padahal aku penasaran juga." batinku.

__ADS_1


Olla end


{ Sandi melirik Olla saat mendengar jawaban dari si penelpon.


[Hallo,siapa?]


[Hallo Sandi,ini aku Karin.Kamu lagi ngapain?]


[Ada perlu apa rin?Dari mana kamu tau nomor aku?]


[Aku mencuri dari handphonenya Dirly,Maaf yah. habis tadi gak sempet minta ke kamu.hehehehehe]


[Kamu lancang,ada perlu apa?langsung aja.aku lagi sibuk]


[Maaf,aku cuma pengen lebih dekat sama kamu.a-aku kangen San]


Sandi langsung menutup teleponnya. "Gila ni cewek kok ada ya cewek yang ngejatuhin harga dirinya". ucap Sandi dalam hati.


Sandi kembali ke kamarnya dan melihat istrinya sudah berbaring. Sandi teringat biasanya jam segini istrinya lagi asyik main game online di ponselnya. Sandi pun makin merasa bersalah karena dia istrinya gak bisa mainin ponselnya.


"Besok aku harus mampir dulu ke Mall,kasian istriku gak punya handphone lagi".gumam Sandi.


Sandi meneruskan packing barangnya gang tinggal sedikit. Setelah selesai dia pun menyusul istrinya ke ranjang dan tidur di sampingnya. Sandi memeluk istrinya dari belakang dan mengecup pundak Olla yang terekspos karena baju tidur yang kurang bahan.


________________


Pagi pun tiba,Olla membuka matanya dan berusaha bangun dari mimpi indahnya. Olla melihat Sandi tidur lelap sambil memeluknya. "Kamu sempurna,semoga aku bisa cepat-cepat jatuh cinta padamu". gumam Olla dalam hati


"Pagi yang,morning kiss dong" ucap Sandi sambil mengerucutkan bibirnya.


"Ish masih pagi udah mesum aja". Olla memukul lengan Suami mesumnya itu.


"Gak papa dong,mesum sama istri sendiri juga. Pokoknya kamu jangan bangun dulu sebelum cium aku". ancam Sandi


"Iya-iya,sini aku cium dulu".


Cuupp. Olla mencium bibir Suaminya sekilas.


Saat Olla akan melepaskan bibirnya, Sandi menekan tengkuk Olla hingga ciuman kedua pun terjadi. bulan hanya ciuman biasa tapi menjadi ciuman panas di pagi buta.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2