
"Aaakkhhhhh" seseorang menarikku dari balik tembok depan pabrik.Saat ku akan berteriak lagi mulutku langsung di bekap.Aku menoleh ingin melihat si pelaku betapa kagetnya karena Bima lah yang melakukannya.
Aku penasaran kenapa Bima melakukan itu,apa Bima salah tangkap karena kan Bima kekasihnya Fitri.
"Apa yang kamu lakukan Bima?"seruku."Tenang Olla jangan teriak-teriak nanti orang curiga"
"Apa sih maumu?kenapa kamu melakukan itu?"aku mulai kesal karena Bima tidak menjawab pertanyaanku.
"Siapa laki-laki yang mengantarmu tadi pagi,Olla?"
"Kenapa?apa urusannya denganmu?" aku bingung kenapa Bima menanyakan masalah pribadiku.
"Jauhi dia Olla,aku gak suka!!!" ucap Bima dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya.
"Siapa kamu nyuruh aku jauhi dia?aku gak mau dann itu bukan urusanmu". aku pun membalikan badan dan siap melangkah.Saat aku akan pergi Bima memelukku dari belakang dan degh apa yang dia lakukan.Aku berusaha melepas pelukan itu tapi Bima memelukku semakin erat.
"Bima lepaskan,kenapa kamu lakukan ini padaku?kalo Fitri lihat ini bisa jadi salah paham". aku berucap dengan keadaan masih dalam pelukan Bima.
"Olla dengarkan aku,aku hanya akan berkata satu kali padamu.Sebenarnya bukan Fitri yang aku cintai tapi kamu.Aku sengaja manfaatkan fitri yang menyukaiku untuk membuatmu cemburu,aku ingin melihat reaksimu saat tau aku pacaran dengan Fitri.Aku terlalu takut untuk mengatakan cintaku,aku takut setelah aku mengatakannya kita menjadi jauh dan canggung.aku gak mau jauh dari kamu.tapi aku gak sanggup lagi menahan perasaanku saat ini,saat tadi pagi aku lihat kamu di anter dia dan lihat kamu nyaman sama dia.hatiku sakit La,sakit sekali."
Bima terlihat menarik nafasnya berat sebelum dia membuka mulutnya lagi.
__ADS_1
"Aku mencintaimu sejak lama,sejak aku kamu dan fitri berteman.Aku takut kamu menjauhiku setelah aku jujur tentang perasaanku.caraku satu-satunya adalah aku mencintaimu dalam diam.tapi aku tidak sanggup melihatmu bahagia dengan laki-laki lain.maaf aku egois.Aku mohon setelah ini kamu jangan menjauhiku dan tolong pertimbangkan perasaanku".Lirih Bima.
Aku tidak menyangka Bima akan berkata seperti itu,karena yang ku tahu dan yang ku rasakan sikap Bima biasa aja.Saat berdua bersamaku atau pun saat bertiga dengan Fitri.
Aku gak tau apa yang harus aku lakukan,aku tidak punya perasaan lebih.Sayangku ke Bima sama seperti sayangku ke fitri. Ya tuhan,kenapa harus seperti ini?bagaimana aku menghadapi situasi ini?aku bingung,aku harus apa??
Aku berusaha menahan air mataku sekuatnya,tapi apa daya bendungan air mataku jebol juga tidak sanggup menahan air mataku yang sudah menumpuk.Disela tangisku aku mencoba untuk bicara, "Bima,maafkan aku tidak peka dengan perasaanmu.karena yang ku rasakan selama ini biasa saja.Maaf aku tidak bisa membalas perasaanmu,sayangku ke kamu sama seperti sayangku ke fitri.sayang sebagai teman,sahabat atau sodara.terima kasih telah mencintaiku.ku harap kamu tidak membenciku karena menolak perasaanmu.aku tidak mau memberimu kesempatan bukan karena aku tega. aku hanya tidak mau menjalani suatu hubungan karena terpaksa.ku harap kamu mengerti,anggap saja hal ini tidak pernah terjadi.dan besok kita jalani hidup kita seperti biasa,aku kamu dan fitri".pelukan Bima perlahan terlepas ku lihat Bima menundukan kepalanya ku dengar nafas beratnya sepertinya dia menahan tangisnya. aku menghapus kasar air mataku dan berkata lagi "Oh ya,tadi kamu bertanya siapa laki-laki yang mengantarku kan ,dia itu Sandi adiknya yang punya bengkel di sebrang rumahku.Kamu pasti tau dia kan?"
Bima langsung menangkat kepalanya dan menatapku menyelidik "Sandi si manusia triplek dan irit bicara itu?"
Syukurlah Bima sudah kembali menyebalkan dan membuat suasana melow berubah jadi mengesalkan.
"Ah sama aja itu mah La,terus kenapa kamu bisa bareng dia?gak mungkin dia punya inisiatif nganterin kamu kan??" penasaran si Bima.Aku gak nyangka si Bima ternyata punya sifat kepo juga kayak ibu-ibu rumpi.
"Dia yang nawarin katanya takut aku kesiangan karena gak ada angkot yang lewat.Ya udah dari pada aku telat kan lumayan itung-itung ojek gratis.hahahahah"aku menjawab pertanyaan Bima sambil ketawa. aku lihat muka Bima kesal.
Bima:"Itu mah modus Olla,dia tuh mau ngedeketin kamu.Terus mana ada kamu nganggap dia tukang ojek tapi kamu mau aja di pegang tangan sama dia.kamu tuh jadi cewek jangan bego atau polos-polos banget,masa kamu gak bisa bedain mana cowok modus sama cowok tulus sih". berdecak kesal
Kok si Bima jadi marah-marah gitu sih,aku kan cuma coba mencairkan suasana.gak nyangka reaksinya akan jadi seperti ini.
Olla:"Bim,kok kamu jadi ngatain aku bego sama polos sih?apa dimata kamu aku ini cewek bego bim?Aku tau kok mana cowok tulus sama cowok modus". aku pun pergi meninggalkan Bima.
__ADS_1
Aku masuk ke pabrik usai drama-drama dengan si Bima.Yang tadinya aku takut ngecewain Bima karena menolak perasaannya berubah menjadi kesal dengan kata-katanya yang ngatain aku bego.
Aku duduk di bawah meja,aku biarkan pekerjaanku menumpuk.Fitri yang melihatku tidak bersemangat pun meminta izin ke supervisor untuk mengajakku ke klinik pabrik.Aku pun menurutinya dan tinggallah aku berdua bersama Fitri.
Fitri:"Olla,sebenarnya kamu ada masalah apa?sejak tadi pagi kamu kelihatan kusut di tambah sekarang kamu kelihatan makin gak berbentuk.hihihi.Ada apa?cerita deh?"
Olla:(menghela nafas panjang) "Ceritanya panjang fit,aku gak tau harus mulai dari mana"(Fitri hanya manggut-manggut?
Fitri:"Boleh tanya sesuatu gak?sebenarnya ada hubungan apa antara kamu dan Bima?"
Degh ....jangan bilang kalo Fitri tau semuanya....
.
.
.
.
.jangan lupa like dan komennya yah😘
__ADS_1