Ujian Cinta

Ujian Cinta
Bab 25


__ADS_3

Sandi menggendong istrinya ke kamar mandi,mereka berniat mandi bersama. Sandi mengisi bak mandinya dengan air hangat sambil menunggu airnya penuh Sandi kembali mencium istrinya dan membuka pakaiannya satu persatu hingga keduanya toples.


Sandi mendudukkan Olla di bak mandi lalu dia mengikuti Olla dengan duduk di belakang istrinya. Sandi menciumi tengkuk,pundak dan punggung Olla.tangannya pun mulai nakal ***-remas payudara istrinya itu.


"Yang,aku mau yah.mau nyobain main di bathub". pinta Sandi. Olla hanya membalas dengan anggukan.


Mereka pun melakukan olahraga pagi,membutuhkan waktu satu jam untuk mereka mandi. karena bukan hanya sekedar mandi.


Olla memakai baju dress di atas lutut warna putih di padukan dengan blazer hitam dan plat shoes hitam. Rambutnya di kuncir tinggi hingga menyisakan anak rambut yang sedikit terlihat berantakan tapi manis. Tak lupa dia juga menyiapkan pakaian untuk suaminya.


Sandi dengan celana bahan pendek warna abu dan kaos pendek hitamnya serta sepatu sneakers putih.


Mereka Sarapan bersama Sinta dan Dion.


Dion:"Dek,abang anter yah?sekalian mau lihat rumah kalian"


Sandi:"Boleh bang".


Sinta:"Kenapa sih San mesti pindah segala?kan jadi sepi ni rumah".


Sandi:"Kan aku udah bilang alasannya kak,masa di tinggal pindah aja jadi lebay kayak gini. jijik kak".


Sinta:" Ih ngeselin kamu mah.Oh ya Olla,kamu gak usah ikut pindah di sini aja temenin kakak".


Belum Olla menjawab Sandi udah sewot duluan.

__ADS_1


Sandi;"Enak aja ngomong sembarang.Enggak bisa,Olla harus ikut suaminya kemana pun suaminya pergi".


Dion:"Udah kali Ta, ikhlasin aja. Biar Sandi mandiri".


Olla melihat perdebatan antara Sandi dan kakaknya membuatnya sedikit iri.


Jam 9 pagi semua barang-barang yang akan di bawa ke rumah baru Sandi di masukan ke dalam bagasi mobil Dion. Sementara Sandi mengendarai motor CBR nya berdua dengan Olla.


Cuma butuh 30 menit untuk sampai di rumah baru Sandi dari rumah lamanya. Dion dan Sinta terperangah melihat keindahan rumah adiknya itu,tidak terkecuali dengan Olla yang kaget melihat rumah mewah yang akan mereka tempati.


Sandi:"Ayo masuk semuanya".


Sinta:"Dek beneran ini rumah kamu?dapet duit dari mana?kamu kan cuma kerja di bengkel kakak,kok bisa beli rumah mewah gini. jangan bilang kamu ngutang yah".


Sandi:"Bang dion bisa gak sih itu mulut istrinya di pasangin filter? masa iya aku ngutang rumah sih. Aku ada pekerjaan lain kak yang pasti halal".


"Yang,kamu kenapa diam aja?gak suka yah rumahnya?" tanya Sandi yang dari tadi melihat istrinya hanya diam.


"Bukan gak suka yang,aku kaget aja.rumahnya bagus banget,aku suka.terima kasih yah". jawab Olla lalu berhambur memeluk Sandi sambil terisak.


"Jangan nangis yang ih,jelek tau" ucap Sandi menghapus air mata istrinya.


Dion dan Sinta yang menyaksikan drama di depan matanya itu pun merasa lega dan tenang melepas Sandi yang sudah menemukan seseorang yang sangat ingin dia bahagiakan. Mudah-mudahan Sandi bisa berubah menjadi orang lebih baik lagi.


Setelah melihat-lihat bagian rumah baru Sandi,Dion dan Sinta pun pamit pulang.

__ADS_1


Rumah Sandi memang terhitung mewah,berdiri antara perumahan elit dengan 2 kamar tidur,ruang tengah,ruang santai dengan home teaternya,dapur,ruang makan 4 kursi,3 kamar mandi,balkon,ruang baca,halaman belakang yang lumayan luas dengan gazebo dan kolam renang,garasi lalu halaman depan yang di hiasi taman kecil dan air mancur.


Saat melihat bagian garasi Olla melihat sebuah mobil yang terparkir, "Yang,ini mobil kamu?"tanya Olla. "Bukan yang,itu buat kamu. Aku beli atas nama kamu".jawab Sandi sambil memeluk Olla dari belakang. "Tapi aku gak bisa bawa mobil yang". ucap Olla."gak papa yang,nanti aku ajarin kamu".timpal Sandi


Sandi mengajak istrinya ke kamar utama,di sana terdapat kasur ukuran king size,sofa,meja rias,lemari pakaian besar, dan televisi besar.Kamar mandiny pun terhitung sangat nyaman. Olla duduk di pinggiran kasur dan Sandi duduk di kursi meja rias.Mereka saling berhadapan.


"Yang,boleh aku tanya sesuatu?" tanya Olla ragu. "Anything baby" jawab Sandi."Maaf bukan maksud aku tidak mempercayai kamu,tapi kamu dapat uang dari mana membeli semua ini?" tanya Olla lagi.Sandi menghembuskan nafasnya kasar." Mungkin ini saatnya kamu tau.Sebenarnya aku bukan orang baik yang.Dulu aku pecandu narkoba saat aku masih SMA,sampai semua keluargaku menjauhiku.Hanya kak Sinta dan bang Dion yang selalu ada,mereka membantuku melakukan rehabilitasi sampai aku sembuh. Aku mendapatkan cacian dari keluargaku,semua memandangku tidak berguna. Sampai akhirnya kak Sinta membuka bengkel dan aku menjadi pekerjanya. Sebelum aku kerja di bengkel kak Sinta aku waktu SMA iseng-iseng investasi di pasar saham,aku jual beli saham sampai dapat uang sendiri,tapi uang itu aku kumpulkan buat aku nikah. Semua keluarga ku tidak ada yang tau tentang sampingan aku termasuk kak Sinta. yang mereka tau aku hanya mekanik dengan gaji kecil. Makanya tadi kak Sinta kaget melihat aku bisa beli rumah sama mobil. Pas pertama aku lihat kamu,aku langsung jatuh cinta sama kamu,dari situ aku mulai lagi rajin nabung buat ngelamar kamu,nikahi kamu,dan bahagiain kamu.Aku tidak berani menemui kamu dan mengatakan cintaku sebelum uang yang aku kumpulin cukup untuk beli rumah dan mobil. karena aku gak mau kamu hidup susah sama aku. Seperti itu lah yang,hidup yang aku jalani". jelas Sandi panjang lebar.


Olla yang mendengar penjelasan Sandi menangis haru,dia tidak menyangka kalo lelaki yang menjadi suaminya kini pernah menjalani kehidupan yang sulit.


"Maaf,aku tidak bermaksud membuka luka lamamu yang". lirih Olla.


Sandi membawa Olla kepelukkanya dan mencium bibir Olla.


Mereka menjatuhkan tubuhnya ke ranjang saling berpelukkan. "Aku mencintaimu dengan nyawaku Olla Grismala" bisik Sandi.


"........" tidak ada jawaban dari mulut Olla.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2