Ujian Cinta

Ujian Cinta
Bab 8


__ADS_3

"K-kamu"....


Kakak Sandi bertamu dengan rombongan nya.Ada 6 orang 8 dengan kakak Sandi.


Aku mematung tidak mempersilahkan masuk.Sampai suara ibu mengagetkanku "Olla,kenapa gak di suruh masuk?"....


" Oh,iya maaf.silahkan masuk kak".


Ku lihat Sandi menahan tawa nya.Entah apa yang lucu sampe aku bisa melihat wajah Sandi dengan ekspresi yang menurutku menggemaskan.


Ibu duduk di ruang tamu menemani Kak Sinta (kakaknya Sandi) dan yang lainnya ngobrol.Aku pergi ke dapur untuk mengambil minuman dan cemilan untuk para tamu.Usai mengantarkan minuman aku pergi ke beres-beres warung dan menutupnya.


Aku gak tau kalo Sandi mengikutiku,Sandi memperhatikanku yang lagi mondar mandir menata dagangan ibu.Setelah selesai aku berniat menemani ibu di ruang tengah.Aku melihat bayangan hitam di lantai,aku meliriknya sedikit begitu terlihat aku tersentak kaget karena Sandi sudah ada tepat di belakangku.Reflek aku mundur tapi tangan Sandi menahan pinggangku untuk tidak menjauhinya.


Sampai tidak jarak antara tubuhku dan tubuh Sandi.


"Bisa kita bicara berdua olla" aku mendengar Sandi bicara tepat di telingaku hingga terasa nafasnya yang hangat membuat bulu kuduk ku merinding.


deg,deg,deg ........jantungku mulai berdetak tidak seperti biasanya.Wajahku terasa panas.Sandi memelukku,mendekatkan wajahnya ke wajahku.Menempelkan dahinya di dahiku.Aku merasakan nafas Sandi mulai berat dan tidak beraturan."Maaf Olla,,,,Aku mencintaimu.Aku harus bisa menikahimu.dan kami tidak ada alasan untuk menolak".


Aku membulatkan mataku karena tidak percaya dengan apa yang Sandi katakan,aku diam gak tau harus bicara apa.Sandi mencium bibirku, hangat itulah yang aku rasakan.Aku masih diam dan bertambah kaget.


Sandi merasakan tidak ada perlawanan dariku hingga dia memberanikan diri melumat lembut bibir atas dan bawahku bergantian.aku tetap diam tidak membalas apa yang Sandi lakukan.

__ADS_1


Sandi menggigit bibirku sedikit aakhh bibirku otomatis terbuka,Sandi tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.Lidah nya langsung menerobos masuk ke dalam mulutku,menari-nari mencari lidahku,mengabsen semua yang ada di mulutku.Aku masih dalam mode diam,jujur aku tidak berpengalaman dalam hal cium mencium.


"Balas aku Olla,bibirmu masih" Sandi berkata di sela-sela ciuman kami.Aku pun memberanikan diri membalasnya walaupun masih kewalahan mengimbangi Sandi yang seperti sudah berpengalaman.


5 menita sudah berlalu aku mencoba melepaskan ciuman kami,aku sudah kehabisan nafas.aku mengambil nafas dalam-dalam sambil menunduk malu.


Sandi yang melihatku menunduk tangannya bergerak memegang dagu ku dan mengangkatnya agar menantapnya.


"Lihat aku Olla,aku udah lama mencintai kamu.Aku takut kehilangan kamu,jadi aku minta kakak ku untuk melamarmu malam ini.kamu harus menerima ku,aku gak suka di tolak dan di bantah".


Apakah ini sisi lain dari seorang Sandi?arogan dan bossy.Apa tadi dia bilang? melamar ku malm ini?Apa dia gila,kita baru aja ketemu ngobrol tadi pagi.itu pun hanya sebatas ngobrol biasa.


Ya tuhan kenapa ini terjadi padaku???Rasanya sesak dadaku.


"Sandi,aku gak bisa.setidaknya kita harus saling mengenal dulu.tidak terburu-buru seperti ini.A-aku gak bisa Sandi" ucapku gugup


Yang ku lakukan hanya bisa diam,aku memikirkan gimana cara nya bisa lepas dari Sandi.aku gak tau ternyata Sandi orang nya seperti ini.


Snadi meraih tengkuk ku dan mulai menciumku lagi, ciuman yang awalnya lembut menjadi sedikit menuntut.Ciuman Sandi perlahan turun ke leherku,menjilatnya,menggigitnya hingga meninggalkan bekas merah.Sandi berhenti dan menatap leher putihku lalu mengusap-ngusap dengan ibu jarinya sambil tersenyum bangga melihat karyanya "Cantik,pas di kulit putihmu".gumamnya pelan.


"Sandi,aku mohon jangan seperti ini.Bisakah kamu memberiku waktu untuk memikirkan nya?" aku coba memohon.


"Tidak Olla,keputusan ku sudah seperti ini.Kamu tidak usah khawatir tentang apa-apa.semua acara lamaran dan pernikahan kita biar keluarga ku yang urus.kamu hanya tinggal duduk diam jangan melawan".tegas Sandi.

__ADS_1


Sandi mengajakku ke ruang tengah menemui ibu dan kak Sinta.mereka tersenyum melihat ke datangan aku dan Sandi.Aku langsung duduk di samping ibu sedangkan sandi duduk di samping suaminya kak Sinta.Sandi menatapku intens dan itu sukses membuatku salah tingkah.


"Gimana Olla,apa kamu sudah setuju?" kak Sinta membuka suara.


"Hah,,,setuju apa kak?" aku bingung dengan pertanyaan kak Sinta


Semua orang di ruangan tertawa melihat kebingungan ku.


"Itu loh apa lamaran Sandi di terima?kakak sudah bicara sama ibu kamu dan ibu kamu bilang semua terserah kamu." kak Sinta bicara lembut.


Sandi masih menatapku dan sekarang tatapan nya berubah tajam seolah mengintimidasi ku.


Aku menunduk dan bingung harus jawab apa.


Semua orang di ruangan ini menunggu jawaban ku.


"I-iya Kak,aku terima lamaran Sandi"


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2