Ujian Cinta

Ujian Cinta
Bab 12


__ADS_3

Rasa kantuk mulai menyerangku padahal ini masih jam 5 sore,aku tidak kuat menahannya lagi.


Aku tertidur dengan posisi meringkuk meluk guling.


________


Sandi membangunkan ku "Olla bangun,sholat magrib dulu terus makan malam.Nanti tidur lagi" Sandi mengelus-ngelus rambutku.


Aku pun bangun dan melangkah ke kamar mandi tanpa banyak bicara. Usai mengambil air wudhu ku lihat ada mukena di atas ranjang. "Ah mungkin Sandi menyiapkannya untukku". batinku


Setelah selesai sholat aku ke ruang tengah tapi aku tidak melihat keberadaan Sandi. "Bodo amat,apa peduli ku.bagus malah,jadi aku tidak harus melihat wajah tampan tapi menyakitkannya". gumam ku pelan


Aku pun duduk di sofa lalu menyalakan tv. "Siapa yang kamu bilang tampan tapi menyakitkan itu hah?" Sandi berbisik di telingaku dan mencium leherku dari belakang.


Aku merinding seketika tubuhku menegang,aku menoleh ke arah Sandi dan "Cup" bibirku tak sengaja beradu dengan bibir Sandi. Aku melotot dan menundukan kepala ku "Sorry,gak sengaja San".


Sandi menangkup wajahku dan mengangkatnya hingga mata kami saling bertatapan. "Gak papa, aku malah senang dapet rezeki yang gak di sangka-sangka" goda Sandi. aku memalingkan wajah ku yang memerah karena malu.


"Bisa kah kamu tidak terlalu kaku dengan ku La? santai aja. aku tidak akan melakukan itu lagi sebelum kita menikah.Kalo kamu hamil kamu harus beritahu aku. aku akan bertanggung jawab". Ucap Sandi sambil duduk di sebelah ku.


"Kalo aku gak hamil,apa kamu akan melepaskan ku?" tanya ku. Aku berharap jawaban yang Sandi berikan adalah "Ya" tapi itu hanya tinggal sebuah harapan.


Sandi menatapku tajam "kamu hamil atau gak hamil aku akan tetap bertanggung jawab,kamu harus menikah dengan ku dan jangan pernah berharap aku akan melepaskan mu". tegasnya.


Tatapan Sandi membuat nyaliku ciut. Ya Tuhan,kenapa aku harus berurusan dengan orang seperti Sandi?.


"Olla,apa di mata mu aku ini buruk?apa menikah dengan ku sebuah ke sialan?" tanya Sandi


"Iya kamu buruk,kelakuan mu lebih dari seorang bajingan. dan menikah denganmu adalah ke sialan dalam hidup ku" batin ku,ingin rasanya aki berteriak di depannya tapi aku tidak seberani itu menjawab pertanyaan Sandi.


"Jawab pertanyaan ku La dan lihat lah lawan bicaramu jangan menunduk.aku tidak bisa melihat wajah cantikmu". ucap Sandi sukses membuat wajahku merona.

__ADS_1


"Kamu tidak buruk,aku hanya tidak suka cara kamu mendapatkan ku dengan cara seperti ini". air mata pun keluar dari sudut mataku.


Sandi mengelap buliran bening itu dengan ibu jarinya.


Cup,,,Cup..... Sandi mengecup ke dua mata ku "Ku mohon jangan menangis sayang,aku tidak tahan melihatnya. Hatiku sakit melihat air mata sedihmu. aku mohon,,,,plis,,,jangan menangis lagi". mohon Sandi.


Aku memejamkan mataku menahan air mata agar tidak mengalir lagi. Aku iba melihat Sandi memohon seperti itu. tapi aku sakit mengingat apa yang Sandi lakukan padaku....


Aku menatap layar televisi dengan tatapan kosong,aku tidak menyadari kalo Sandi sudah tidak ada di sampingku. Sampai suara Sandi mengagetkanku "Makanlah sayang,biar aku yang menyuapimu". Sandi menyendokan nasi dengan soto ayam.


"Aku bisa makan sendiri". ucapku mengambil alih sendok dan piring yang di pegang Sandi.


Tapi Sandi malah menjauhkan nya "Menurutlah,jangan menolakku" perintah Sandi.


"Kapan sifat pemaksanya hilang,aku kesal Tuhan" batinku.


Aku pun terpaksa membuka mulut ku.Sandi menyuapi ku dengan sabar hingga nasi dalam piring itu pun habis.


"Siapa juga yang menggodanya,siapa suruh tidak memberikan ku celana panjang" kesal ku dalam hati.


Ku lihat Sandi membawa selimut tebal berjalan ke arah ku.Sandi menyelimuti setengah tubuhku kemudian dia duduk di tempat tadi.


Ku rasakan tangan Sandi memegang kaki ku di balik selimut,sontak membuatku kaget. Sandi memijat-mijat telapak kaki ku. "Tidurlah aku akan membuatmu rilex". ucap Sandi.


Aku memejamkan mata, ku rasakan pijatan Sandi yang nyaman dan benar-benar membuat ku rilex.


Aku tidak tau kapan aku tertidur,yang pasti malam ini aku merasakan tidurku amatlah sangat nyenyak.


______


Jam 5 pagi aku terbangun,ku lihat Sandi tidur dengan posisi duduk di dekat ku. "Apa Sandi memijatku hingga kelelahan? terima kasih Sandi,aku akan mencoba menerima mu.Semoga keputusan ku tidak salah". ucapku dalam hati

__ADS_1


Aku mengangkat kakiku yang ada di pangkuan Sandi pelan-pelan karena takut membangunkan Sandi. Aku berdiri dan mengambil selimut yang aku pakai tadi kemudian menyelimuti Sandi. Ku perhatikan wajah tampan Sandi yang tertidur pulas. "Sepertinya tidak seluruhnya buruk menikah dengan nya.Setidaknya dia tampan dan mapan". hati kecilku bersuara.


Aku berajak ke kamar mandi mengambil air wudhu lalu sholat subuh.


_______


{ Sandi ternyata sudah bangun dari tadi Olla mengangkat kakinya,Sandi hanya terus menutup matanya pura-pura tidur. Sandi tau Olla menyelimutinya dan memperhatikan wajah Sandi.


Setelah Olla pergi ke kamar mandi Sandi membuka matanya dan tersenyum tipis. "Sepertinya kamu mulai membuka hatimu sedikit untukku,Olla .Semoga saja kamu cepat menerima ku dan jatuh cinta padaku" gumam Sandi pelan.


Selesai sholat subuh Olla ke luar kamar dan menuju ke dapur. Olla melihat Sandi yang masih tertidur lebih tepatnya pura-pura tidur lagi saat mendengar pintu kamar yang Olla tempati terbuka.


Olla ingin membangunkan Sandi untuk sholat subuh,tapi Olla malu,takutnya Sandi mengganggapnya Olla peduli dan mulai menerimanya.


Akhirnya hanya Olla melewati Sandi begitu saja dan pergi ke dapur. " Ck,,,ternyata gengsimu gede juga yah La" ucap Sandi dalam tidurnya.


Di dapur Olla melihat ada susu,kopi dan teh.


Olla menyeduh susu untuknya dan tanpa sadar Olla mengambil kopi menyeduhnya untuk Sandi.


Sandi mencium aroma kopi dan berjalan ke arah dapur,Sandi melihat Olla yang sedang mengaduk kopi hitam kesukaannya. Dia menghampiri Olla dan mengecup pipi Olla "Cup" lalu mengambil alih kopi dari tangan Olla "Terima kasih sayang udah bikinin aku kopi" ucap Sandi sambil mengedipkan sebelah matanya.


Olla hanya mematung mendapatkan kecupan dari Sandi dan tanpa sadar menarik sudut bibirnya tersenyum. Olla merasakan ada ke hangatan yang menjalar di hatinya. "Beginikah rasanya kalo sudah menikah nanti?" batin Olla.


.


.


.


.

__ADS_1


.Terima kasih.jangan lupa like dan komen ya😊


__ADS_2