Ujian Cinta

Ujian Cinta
Bab 17


__ADS_3

( 21+ )


Sandi menggendong tubuh Olla dan menidurkannya di ranjang.


Sandi mengecup setiap inchi wajah Olla dari mulai kening,mata,hidung pipi,dagu lalu mencium bibir Olla dengan lembut dan penuh cinta. Melumatnya bergantian menelusupkan lidahnya ke dalam rongga mulut Olla. Olla membalas ciuman Sandi dengan suka rela tidak ada paksaan seperti yang sudah-sudah.


Mereka menikmati ciuman panas itu hingga tak ada yang ingin salah satu dari mereka melepaskannya. Ciuman Sandi pun turun ke leher putih Olla menjilatnya,lalu menghisapnya pelan hingga menimbulkan tanda merah (kissmark) . Sandi bangga melihat lukisan abstrak berwarna merah hasil karyanya di leher Olla. Sandi menarik tali kimono handuk Olla hingga terpampang jelas tubuh telanjang Olla. Sandi mengamatinya hingga membuat Olla malu, tangan Olla pun dengan sigap menutupi tubuh polosnya dengan selimut tapi Sandi dengan cepat menarik selimut itu dan melemparkannya ke lantai kamar. Sandi membuka seluruh pakaian yang dia pakai dan melemparkannya. Hingga dari mereka tak ada yang memakai sehelai benang. "Jangan di tutupi yang, aku suka melihatnya. Kamu cantik apa lagi saat seperti ini kamu sangat menggoda" ujar Sandi sambil tersenyum mesum.


Ucapan Sandi pun membuat wajah Olla malu dan merona, Olla memalingkan pandangannya karena sedikit risih saat Sandi menatapnya mesum.


Tak membuang-buang waktu lagi Sandi ***-remas pa**da** Olla dan menghisap puti**nya hingga membuat Olla mengeluarkan desahannya "aahhh San,peh,,lan-peelaann ah".... desahan Olla membuat Sandi tambah bergairah.


"Teruslah mendesah sayang,sebut namaku. Aku mencintaimu". ucap Sandi di tengah-tengah aktifitasnya.


Tangan kanan Sandi masih -remas dada Olla sementara tangan kirinya mengusap perut rata Olla dan berhenti tepat di selangkangan Olla.


Olla terus mendesah saat Sandi memasukkan jari tengahnya ke area inti Olla. ke dua tangan Olla pun terus sprai dan kadang ***-rem** rambut Sandi.


Sandi menurunkan kepalanya ke area inti Olla dan mulai menjilat memainkan klit***is Olla dengan lidahnya.


Sandi sangat lihai memainkan va**** Olla,hingga Olla tak sanggup menahannya lagi " aahhh San,ak-kuh mau keluuaarrrhhh "


"jangan di tahan sayang,keluarkanlah" ujar Sandi yang masih terus menjilat vag*** Olla.


Tubuh Olla pun menggelinjang hebat saat merasakan pelepasan pertamanya "aaahhhhhhhh" desahan panjang berbarengan dengan keluarnya cairan bening dari dalam vag*** Olla membuat Sandi tersenyum senang. Sandi pun menjilat cairan itu dan menelan nya tanpa rasa jijik "Manis sekali" batin Sandi.


"Udah puas yang?sekarang giliran aku" kata Sandi sambil menggesek-gesekan juniornya di vag*** Olla yang sudah licin.


" Aaaahhhh yang,aku masukin sekarang yah?".

__ADS_1


Olla hanya menganggukkan kepalanya tanda dia setuju.


Sandi pun langsung menekan juniornya pelan-pelan hingga "bleesshhh" dalam satu kali hentakan junior Sandi pun sukses masuk ke sarangnya. Olla memekik karena merasakan sakit di area intinya. Walaupun ini bukan yang pertama tapi lubang itu masih terasa sempit dan belum terbiasa dengan junior Sandi yang ukurannya di atas rata-rata. Hingga membuat lubang vag*** Olla harus cepat beradaptasi biar yang punya tidak merasakan sakit lagi.


Sandi mencium bibir Olla untuk mengalihkan rasa sakit yang Olla rasakan. Sandi tau walau ini bukan yang pertama tapi selaput dara Olla belum jebol sempurna karena Sandi melihat masih ada darah segar yang mengalir keluar dari vag*** Olla.


"Masih sakit yang?maafkan aku" lirih Sandi saat melihat ujung mata Olla meneteskan air mata.


"Udah enggak kok,San".


"Aku mulai yah,kalo kamu gak kuat bilang aja aku akan berhenti" ucap Sandi.


"iya"


Sandi pun mulai memaju mundurkan juniornya dengan pelan tapi pasti. tangan Sandi pun tak tinggal diam diam terus *** payu**** Olla dan sesekali menghisapnya. memilin-milin put***nya hingga membuat Olla terus mendesah.


"Aaahhhh yang punyamu hangat dan sempit sekali, ini akan menjadi ekstasi ku. jangan pernah bosan melayaniku yang" racau Sandi dengan terus menghentak-hentakan juniornya.


Olla yang sudah mendapatkan 2x pelepasan membuat nafasnya tak beraturan, Sandi melihat pipi Olla yang merah karena kenikmatannya itu langsung menciumnya dan tersenyum manis.


"Kamu sangat Cantik Olla Grismala Ferdian". Sandi melanjutkan kegiatan juniornya setelah cukup memberi Olla jeda untuk beristirahat. Sandi memompa juniornya dari ritme alon hingga ke mode fast. Sandi terus mendesah menyebut nama Olla begitu juga dengan Olla yang sudah kewalahan melayani junior suaminya itu terus-terusan mendesah.


"San aku ma hu kehluuaarrr" ucap Olla


"*Bareng sayaang"


"Aaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh*"


Desahan panjang pun keluar dari mulut 2 insan yang sedang melakukan ritual malam pengantin. Kamar berukuran sedang yang kedap suara itu menjadi saksi bisu kegagahan seorang Sandi Ferdian itu terbukti dari Olla yang sudah lemas dan tidak kuat lagi melayani junior Sandi.

__ADS_1


Sandi menumpahkan benih di rahim Olla,berharap Olla mau mengandung anaknya sekarang.


Sandi membaringkan tubuhnya di samping Olla lalu mencium kening istrinya itu "Terima kasih sayang, sudah mau jadi istriku. Aku sangat mencintaimu Olla" bisik Sandi lalu mengambil selimut yang tadi Sandi lemparkan dan menyelimuti tubuh telanjang mereka.


Olla yang masih setengah sadar mendengar semua apa yang Sandi bisikkan. Olla merasa senang karena ada seorang pria yang mencintainya begitu dalam.


Sandi memeluk tubuh polos Olla yang tidur membelakanginya. Sandi terus melayangkan kecupan-kecupan di pucuk kepala Olla.


"Malam ini akan aku ingat sampai kapan pun" Batin Sandi


Mereka pun tertidur pulas karena kelelahan setelah menjadi raja dan ratu sehari di tambah dengan aktifitas olahraga malam nya.


.


.


.


.


.


.


.


. Heheheheh. Maaf yah kalo kurang srek soalnya aku nulis bab ini sambil membayangkan pas kejadian malam pertama aku.


Harap maklum masih belajar.

__ADS_1


terima kasih yang udah baca,jangan lupa like dan komennya


__ADS_2