Ujian Cinta

Ujian Cinta
Bab 23


__ADS_3

Sandi masuk ke kamarnya dan tidak mendapati keberadaan Olla. Hanya suara gemercik air di kamar mandi dan itu membuat Sandi lega "rupanya istri gue lagi mandi,gue kira kabur" gumam Sandi


Muncul ide Sandi untuk masuk ke kamar mandi tapi pas mau buka pintu ternyata pintunya Olla kunci dari dalam.( hahahahahaha,sial banget lu San).


Butuh waktu 1 jam untuk Olla di kamar mandi,dia bukan hanya mandi,tapi juga menangis karena pertemuannya dengan Dirly dan masalah Sandi yang mengendarai motornya ngebut. Olla sangat takut,takut sekali. Tapi Sandi malah semakin mempercepat laju motornya. ingin sekali Olla memeluknya,tapi gengsi tetaplah gengsi.


Sandi:"Yang,buka pintunya!!!" teriak Sandi


Olla pun keluar dari kamar mandi dan berlalu melewati Sandi yang mematung di depan pintu.


Sandi geram dengan kelakuan istrinya itu. Dia menarik tangan Olla dan membawanya duduk di sofa kamar.


Olla mengambil ponselnya,sebelum dia memainkan gamenya tangan Sandi sudah mengambil alih ponsel Olla dan melemparnya ke lantai hingga tidak berbentuk.


Olla melotot melihat ponselnya yang hancur. Tapi tidak sebanding dengan hatinya yang lebih hancur karena sikap suaminya itu.


"Kenapa?mau marah karena ponselnya hancur?" bentak Sandi. Olla menangis karena Sandi membentaknya.


"Lo kenapa cuekin gue?gue ada salah apa sama lo hah?Lo itu inget sekarang gue suami lo,hargai gue,kalo gue ada salah lo ngomong jangan kaya gini".


Olla masih tidak menjawab perkataan Sandi,dia masih terus menangis.


Sandi yang melihat istrinya menangis itu menjadi luluh,tidak seharusnya seorang suami membentak istrinya.


"Aku minta maaf San,aku bukan istri yang baik. Seharusnya kamu tau itu sebelum kamu menikahi aku. Aku memang seperti ini. Lebih baik kita bercerai aja." lirih Olla

__ADS_1


Bagai di sambar petir di pagi buta Sandi tersentak mendengar wanita yang dia cintai meminta cerai. Hatinya sakit seperti di tusuk jutaan jarum. Baru satu hari menikah masa harus bercerai. Sandi tidak ingin itu terjadi,dia sudah berjanji bahwa dia akan menikah 1 kali seumur hidupnya,dia akan mempertahankan rumah tangganya apapun yang terjadi.


Sandi pergi dari kamarnya dan membanting pintu dengan keras meninggalkan Olla yang masih menangis.}


Sandi pov


Sial-sial....kenapa aku jadi hilang kendali begini?aku gak sadar udah bentak-bentak istriku. Bahkan Olla sampe meminta cerai. sampai kapan pun aku gak akan menceraikan istriku. Ya tuhan,kenapa aku sekesal ini.


Aku harus minta maaf,sebelum semuanya terlambat.


Aku membuka pintu kamar,ku lihat Olla tertidur di sofa dengan tangannya memegang pecahan ponsel yang tadi aku lemparkan. Aku merasa bersalah telah membanting ponsel Olla. Aku duduk di samping Olla dan mengusap-ngusap rambut sebahunya. tak kuasa air mata ku pun jatuh membasahi pipi. Untung Olla tengah tidur,aku bisa malu karena menangis di hadapannya.


"Sayang,maafkan sikap kasarku. Aku tidak bermaksud membentakmu,aku hanya tidak ingin kamu mengabaikanku. Hatiku sakit saat kamu minta cerai, sampai kapan pun aku tidak akan menceraikanmu". ke kecup keningnya sebelum menggendongnya dan memindahkan Olla ke ranjang.


Aku mencintaimu Olla,tidak akan aku biarkan kamu pergi dariku. Setelah memendam semua perasaanku dan mendapatkanmu dengan susah payah,kamu malah meminta cerai dariku. Aku pastikan di antara kita tidak akan pernah ada kata cerai. ucapku dalam hati.


Sandi End


{ Malam menyambut Olla bangun dari tidurnya dan mendapati Sandi yang tertidur di sampingnya. "Perasaan tadi tidur di sofa deh.kenapa bisa pindah ke sini?" tanya Olla pelan


"Aku yang mindahin kamu yang. aku lihat tadi kamu tidur gak nyaman". jawab Sandi tiba-tiba bangun dan memindahkan kelapanya ke paha mulus Olla.


"Oh terima kasih".


"Yang,sampai kapanpun aku tidak akan pernah menceraikan kamu,tidak akan pernah". tekan Sandi "Aku minta maaf udah kasar sama kamu yang,aku gak suka kamu cuekin. aku gak tahan yang. Maafkan aku". sesal Sandi.

__ADS_1


Olla melihat ujung mata Sandi yang berair seperti menahan tangis. "Maaf,aku mengabaikanmu San. aku tidak bermaksud begitu. Moodku rusak saat tadi makan siang.aku juga gak tau kenapa". ucap Olla menunduk sambil memainkan kuku tangannya.


Sandi meraih tengkuk Olla dan membawanya menghadap Sandi "Cup,cup" Sandi mengecup bibir Olla.


Sandi menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang,dan membawa kepala Olla untuk bersandar di dada telanjangnya. Entah sejak kapan Sandi sudah melepaskan bajunya. Olla mendengarkan detak jantung Sandi yang berdetak hebat.


"Yang,aku mencintaimu sangat mencintaimu". ucap Sandi yang terus mengecup pucuk kepala Olla.


Olla mendongkak menatap Sandi "Aku akan belajar untuk membalas cintamu".


Sandi mencium bibir Olla lama,lalu melumatnya bergantian. Olla membuka sedikit mulutnya memberi celah untuk Sandi menelusupkan lidahnya. Mereka saling bertukar saliva. Hingga tanpa sadar Olla mengalungkan tangannya di leher Sandi sedangkan tangan kiri Sandi menekan tengkuk Olla untuk memperdalam ciumannya. Tangan kanan Sandi pun tak tinggal diam,dia ****-remas lembut payudara Olla. "Aaahhhhhh" Olla mendesah di sela-sela ciumannya.


Ciuman Sandi turun ke leher putih Olla yang menghisapnya meninggalkan kissmark. Mereka tengah asyik bercumbu hingga "Kreekkk***" pintu kamar terbuka


"Astagaaa"....


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2