Vampir Sweet Bite

Vampir Sweet Bite
Bab 1


__ADS_3

Dari sebuah jendela terlihat cahaya kemerahan mulai menghilang dan berganti menjadi gelapnya malam yang sunyi. Terlihat seorang gadis dengan tenang membereskan semua barang yang telah ia bawa. Setelah jarum menunjuk angka 7, dia mulai berdiri meninggalkan ruangan itu untuk menuju tempat dimana seharusnya semua orang berkumpul.


" Selamat malam semuanya, selamat datang di Starlight High School ", kata seorang pria dengan suara yang ramah dan tak lupa senyum yang selalu ia tampilkan.


Ditengah lapangan telah berbaris siswa siswi yang akan menjadi murid di Starlight High Schol dan diantara mereka ada dua gadis yang sedang berbisik - bisik.


" Tha.....," panggil seorang gadis itu dengan suara berbisik.


" Hm...", ujar gadis disebelahnya.


" Lo lihat kakak kelas yang lagi didepan itu namanya Kak Raska, dia cakep banget kan ", ucap gadis itu dengan mata berbinar.


" Hm Lo mah siapa aja dibilang cakep Van ", jawab gadis yang tadi dipanggil Tha oleh gadis itu.


" Lo mah gitu Tha ", jawab Vania dengan nada kesalnya.


" Udah Van, dengerin dulu dia mau ngomong apa , " jawab gadis disebelahnya itu. Setelah mengatakan itu, terdengar lagi suara dari laki - laki itu.


" Malam ini adalah malam pengenalan lingkungan Starlight High School. Dimana kalian harus berjalan dengan teman kalian untuk mengitari sekolah ini dan tentunya melewati setiap pos yang sudah kami siapkan.


Dan kalian harus meminta tanda tangan disetiap pos yang kalian lewati nanti. Dan setelah itu, kalian akan kembali berkumpul lagi disini sekitar pukul 10 malam, jadi selamat berjalan - jalan ", katanya dengan senyum yang ramah menghiasi wajahnya. Orang yang memberikan penjelasan tadi diketahui bernama Raska Andara yang merupakan wakil ketua OSIS Starlight High School.

__ADS_1


Setelah itu para murid mulai berjalan mendatangi pos yang sudah diberitahukan tadi. Diantara mereka ada dua gadis yang berjalan untuk mencari pos yang sepi.


"Tha...., menurutmu kenapa acara pengenalan lingkungan sekolah disini selalu malam hari ", kata Vania.


" Entahlah Van, mungkin kalau siang hari akan mengganggu pelajaran mereka ", jawab Talitha.


" Tapikan selama masa orientasi ini mereka tidak ada pelajaran Tha ", tanya Vania .


" Sudahlah mungkin sudah peraturannya, kita kesana disana sudah sepi ", jawab Talitha sambil mengandeng tangan Vania berjalan kerah pos 3.


Setelah 1 jam berlalu semua murid ternyata sudah menyelesaikan tugasnya dan kembali ke lapangan dimana mereka berkumpul. Diantara mereka semua, ada seorang gadis yang berjalan sendiri untuk menyelesaikan masalah perutnya yang tidak nyaman di toliet. Ketika tiba di salah satu toliet gadis itu mendengar suara orang berteriak.


" Akh ....." , suara orang berteriak namun tertahan karena seseorang menutup mulutnya dengan tangannya .


Disaat gadis itu sudah berlari, laki - laki itu ternyata telah menyadari keberadaannya. Dengan senyum smirk terpatri diwajahnya setelah dia menyelesaikan dahaganya.


" Menarik, ada yang melihatku sedang menggigitmu ", kata laki - laki itu.


" Apakah saya perlu mencarinya pangeran ", kata gadis yang digigit tadi.


" Tidak perlu, aku akan menemukannya sendiri. Kembalilah kesana dan lanjutkan saja tugasmu itu ", jawab laki - laki itu.

__ADS_1


" Baik pangeran ", kata gadis itu berlalu meninggalkan laki - laki itu.


" Aku merasakan sedikit aroma manis yang membangkitkan rasa hausku, apakah dari gadis tadi. Tapi apa mungkin , setahuku aroma manis hanya dimiliki oleh gadis pilihan saja ", kata laki - laki itu berjalan dengan santai menuju lapangan.


Disisi lain, gadis yang berlari itu sudah sampai dilapangan dengan nafas yang terengah - engah.


" Ada apa Tha ?", tanya Vania yang masih duduk menunggu waktu berkumpul tiba.


' Apa aku harus menceritakan pada Vania apa yang kulihat tadi, tapi mana mungkin dia percaya lagian tadi itu gadis itu benar - benar digigit atau tidak sih ', gerutunya dalam hati. Iya gadis yang melihat adegan gigitan tadi adalah Talitha.


Melihat sahabatnya yang melamun, gadis itu mencubitnya dengan keras.


" Aa.. duh, kau ini apa - apaan sih Van. Sakit tahu ", katanya dengan wajah cemberut mengusap bekas cubitan sahabatnya ini ditangannya.


" Lagian Lo ditanyain malah melamun aja, kan gue takut Lo kesurupan pas di toliet tadi. Apalagi Lo lari - lari kesininya ", kata Vania dengan ketusnya.


" iya deh sorry, tadi gue lihat ada cowok ganteng banget ", katanya dengan menaikkan turunkan alisnya.


" Dimana ?", tanya Vania dengan antusias.


" Di Drakor sana ha ha.ha...", jawabnya sambil tertawa berhasil mengerjai sahabatnya ini.

__ADS_1


"Ih apaan sih Lo Tha ", awas aja Lo ."


' Kayaknya gue harus selidiki dulu baru ngomong ke mulut ember ini, kalau enggak bisa bahaya nanti ', kata Talitha dalam hati.


__ADS_2