Vampir Sweet Bite

Vampir Sweet Bite
Bab 21


__ADS_3

Yusriel membawa Talitha ke tempat yang sepi. Lebih tepat nya di dekat gudang sekolah.


" Apa maksudnya ini ? ", kata Talitha yang melepaskan tangannya yang ditarik Yusriel tadi.


" Aku datang untuk menjaga mu ", jawab nya dingin.


" Ku kira ayah akan langsung menjemput ku saja ", kata Talitha yang sudah cemberut.


" Kau ingin pulang ? ", tanya nya dengan serius.


" Sebenarnya iya aku ingin pulang ke mension tapi aku takut ", kata Talitha dengan muka pucat.


" Takut apa ? " , tanya nya pura pura tidak tahu.


" Kau seharusnya sudah tahu dan mengetahui segalanya kan ? ", Talitha berbalik bertanya kepada Yusriel.


" Hm " , jawab nya singkat.


" Terus kenapa tidak membawa ku pulang saja " , katanya lagi dengan sedikit cemberut.


" Paman menyuruhku untuk melindungi mu saja ", kata Yusriel mendekati Talitha dan memeluknya menyalurkan rasa rindu yang ada dihatinya.


Di tempat lain ada yang mengepalkan tangan nya melihat adegan itu.


" Kenapa kau dikelilingi oleh laki laki ", gumamnya dengan pelan dan terus menatap ke arah mereka.


" Apa aku harus selalu memberimu hukuman supaya kau menjauh dari laki laki lain ", katanya dengan dingin dan serius.


" Dasar gadis kecil nakal, hukuman mu menanti mu ", gumam nya lagi dan menghilang dari atap tinggi tersebut.


Kembali ke Talitha dan Yusriel


Talitha membalas pelukannya dan juga menyalurkan rindu.


Talitha dan Yusriel memang sangat dekat dari dulu jadi mereka akan selalu memeluk jika tidak bertemu lama.


" Sudah sudah ", kata Yusriel saat merasakan bajunya basah karena Talitha menangis


Yusriel mengurai pelukannya dan mengusap bekas air mata di pipi nya.


" Apakah ayah baik baik saja ", tanya Talitha sedikit terisak.


" Paman baik baik saja ", katanya dengan terus menenangkan Talitha.


" Dia sangat merindukanmu ", katanya lagi.


" Apakah ayah marah ? ", tanya Talitha yang sudah tidak terisak lagi.


" Tadinya tapi sekarang dia khawatir akan dirimu ", jawabnya dengan wajah serius.


" Maaf ", kata Talitha sedikit tertunduk menyesal akan keputusannya.


" Tidak papa kan ada aku yang menjaga mu jadi paman sudah tidak terlalu khawatir ", jawabnya dengan tenang.


" Iya baiklah kakakku tersayang ", jawab Talitha dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


" Baiklah kau memang adik kecilku ", kata nya dengan mencubit pipi Talitha


" Dasar kakak nyebelin ", jawabnya dengan wajah cemberut.


" Tapi ingat tidak ada yang boleh tahu kalau kita sepupu ", peringat Yusriel pada Talitha.


" Siap kak ", jawab nya lagi.


' Itu berarti bisa menghindar dari Afkar dan juga Kaiden ', gumamnya dengan riang.

__ADS_1


" Ayo kembali. Temanmu akan mencari mu ", kata Yusriel yang sudah mengandeng tangannya.


" Kau perhatian sekali padanya ", kata Talitha yang sedikit menggoda Yusriel.


" Diam ", kata Yusriel dingin.


" Dia penyuka pria tampan jadi saingan mu banyak ", kata Talitha sambil tertawa kecil.


Mereka bercakap cakap sepanjang jalan tanpa mempedulikan tatapan dari siswa yang dilaluinya.


" Kau dari mana ? " , tanya Vania yang sudah kembali dari kantin dan menunggu sahabat nya itu di kelas.


" A..ku " , kata Talitha bingung karena tidak mungkin memberitahunya tentang tadi.


" Dia bersamaku mengelilingi sekolah ini ", jawab Yusriel ketus.


" Wah wah harusnya kau juga mengajakku juga " , kata Vania dengan sedikit cemberut.


" Maaf ", kata Talitha dengan sedikit rasa bersalahnya.


" Baiklah . Lalu ada hubungan kalian ? ", tanyanya dengan penasaran.


" Kami tentu saja rahasia ", kata Talitha mengedipkan matanya dan duduk di kursinya menarik Yusriel bersamanya.


Vania tercengang melihat sahabatnya begitu akrab dengan murid baru bernama Yusriel ini. Dan terkadang Talitha menunjukkan sikap tak biasanya saat bersama Yusriel.


Bingung memikirkan itu Vania hanya menghela nafas pasrah tak mengerti.


Sedangkan Afkar yang ternyata sudah berada di kelas melihatnya dengan tatapan tajam dan penuh emosi.


Untungnya Leo berhasil membujuknya agar tidak kelepasan disini karena akan sangat merepotkan.


Setelah itu bel berbunyi dan mereka kembali mengikuti pelajaran dengan tertib.


Setelah menjelang sore hari semua murid sudah berada di kamar nya masing masing.


" Tha ", panggil Vania saat menyelesaikan tugas sekolahnya.


" Hm ", jawabnya singkat karena sedang merebahkan badannya di atas kasur dan memejamkan matanya


" Sebenarnya apa hubungan kalian ? ", tanya Vania penasaran yang tadi.


" Rahasia ", jawab Talitha dengan singkat.


" Bukannya tadi pagi kau sedikit terkejut tapi setelah pergi dengannya kau malah tambah akrab ", jelas Vania penasaran akan hal itu.


" Hm aku hanya kaget tiba tiba dia datang kemari ", jawabnya lagi masih di posisi yang sama.


" Benarkah ? Berarti kau sudah lama mengenalnya Tha ".


" Kenapa aku bisa tidak tahu ?", tanya Vania lagi.


' Tentu dia adalah sepupuku jadi sudah pasti aku lama mengenalnya. Hanya saja dia terlalu sibuk belajar ', gerutu Talitha dalam hatinya.


" Tha ", panggilan Vania menyadarkan Talitha.


" Karena dia sibuk dengan studinya jadi jarang berada di rumahku ", kata Talitha sedikit menjelaskan.


" Oh begitu ", jawab Vania menyerah bertanya lagi.


" Tapi ngomong ngomong kenapa Kaiden dan Afkar tidak mengikuti mu lagi ", kata Vania menyadari sesuatu.


" Mungkin karena Yusriel ", kata Talitha lagi.


" Hm bisa jadi. Tapi mereka tidak akan terpengaruh bukan ? ", kata Vania lagi.

__ADS_1


" Sudahlah aku lelah Van ", jawab Talitha yang sudah memejamkan matanya dari tadi.


Kini terdengar helaan nafas teratur dari Talitha berarti dia sudah tertidur.


Vania memandang sahabat nya itu


" Kenapa banyak sekali rahasia akhir akhir ini dari mu Tha ", gumamnya sambil terus menatap Talitha.


" Ku harap kau baik baik saja " , Vania lalu tertidur dengan pulas nya.


Jendela kamar terbuka membawa hembusan angin yang mengarah ke ranjang Talitha.


Seseorang sudah duduk ditepi ranjang Talitha dan bergumam lirih.


" Kau begitu nakal gadis kecil ", gumamnya kecil.


Kemudian muncul sebuah dinding pembatas yang mengurung Talitha dan seseorang yang sedang duduk di ranjang Talitha.


Orang itu mendekatkan dirinya semakin dekat ke arah Talitha dan mengusap pelan lehernya.


" Hukuman mu harus dilakukan gadis kecil ", katanya dan mendekatkan kepala ke leher Talitha.


Krauk.......


" Ugh Sakit ", gumam Talitha yang masih memejamkan matanya.


Semakin lama semakin sakit yang dirasakan Talitha kemudian membuka matanya dengan terkejut.


" Kau siapa ? ", kata Talitha karena tidak melihat wajah orang yang sedang menggigit nya itu.


Perlahan namun pasti Kaiden mengangkat kepalanya dari ceruk leher Talitha


" Hukuman mu belum berakhir ", kata Kaiden datar.


"Apa ", belum sempat melanjutkan kata katanya mulut Talitha sudah dibekam dengan mulut Kaiden.


Talitha memelototkan matanya saat dengan tenang lidah Kaiden masuk menyelusuri ruang di dalam mulutnya itu.


Eumh...........Eumh.........eumh........


Setelah beberapa menit puas akan kegiatan nya Kaiden melepaskan bibir nya dari Talitha.


" Kau memang manis ", katanya dengan tenang dan mengusap bekas air liur yang tertinggal di bibir Talitha.


" Ingat jangan coba coba dekat dengan pria lain lagi ", katanya lagi dengan wajah seriusnya.


" Atau kau akan terima akibat nya ", katanya lagi kemudian melepaskan dinding pembatas yang tadi menghalangi Talitha dan Vania.


Wush............ wush............. wush..............


Secepat kilat Kaiden menghilang dan menutup jendelanya kembali dengan sihirnya.


Sementara Talitha yang di tinggalkann termenung sendiri dengan nafas yang masih terengah engah.


" Bagaimana dia bisa tahu ", katanya setelah menetralkan nafasnya yang sudah teratur.


" Bagaimana jika Yusriel juga belum mampu menghalangi keduanya ", gumam Talitha dengan gelisah.


Saat sedang gelisah Talitha mendengar pesan yang disampaikan Yusriel padanya melalu burung pengantar pesan.


" Kau harus tenang ", kata burung itu.


" Iya ", kata Talitha sudah tenang kembali.


" Yusriel ada untuk melindungi mu ", kata burung itu lagi.

__ADS_1


" Hm ", kata Talitha yang sudah tenang dan tertidur kembali.


__ADS_2