Vampir Sweet Bite

Vampir Sweet Bite
Bab 3


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, masa pengenalan lingkungan sekolah telah usai. Kini saatnya semua berjalan seperti biasa.


Ditengah jam istirahat seperti biasa, ada gadis yang mengisi waktunya di perpustakaan mencari buku - buku tentang vampir dan sejenisnya.


Dia duduk disalah satu bangku pojok disana, mulai membolak - balikan buku tersebut.


" Tha, kau disini lagi ", tanya Vania yang sedari tadi mencarinya dan mulai duduk disebelah gadis itu.


" Hm, ada apa ? ", jawabnya dengan terus membaca buku - buku itu.


" Kau tahu kan sebentar lagi pesta ulang tahun sekolah akan dimulai ? ", kata Vania sambil melihat Talitha yang asyik sendiri.


" Aku tahu terus ? ", jawabnya lagi masih fokus dengan bukunya.


" Kita bisa melihat cowok - cowok cakep itu Tha. Dan kuharap aku bisa jadian dengan salah satu dari mereka ", katanya lagi.


" Itu khayalanmu aja ", jawab Talitha sambil membereskan buku - buku yang tadi dibacanya untuk meminjamnya.


Kemudian mereka berjalan keluar dari perpus dengan Talitha yang membawa beberapa buku vampir ditangannya. Setelah sampai di belokan menuju ruang kelas sesuatu terjadi.


Bruk............ Suara orang terjatuh dengan buku berserakan disampingnya.


" Kau tak apa - apa ", kata orang yang tadi menabrak Talitha sambil menumpuk buku yang berserakan ditangannya.


" Iya tak apa ", jawabnya sambil mulai berdiri dan menerima buku yang diulurkan oleh orang yang menabraknya.


" Kau suka membaca kisah vampir ? " , tanyanya setelah memberikan bukunya.


" Hm bukankah kita harus mengetahui kelemahannya jika suatu saat bertemu dengan makhluk itu ", katanya lagi sambil memandang orang itu.


" Kau percaya adanya vampir didunia ini ", tanya orang itu lagi.

__ADS_1


" Tentu saja, karena memang vampir itu ada. Dan mungkin salah satu diantara kita kan ? ", jawab Talitha.


" Tha, maksudmu vampir ada disekolah ini ?


Ha ha ha , kau pasti bervanda " , kata Vania yang semenjak tadi diam saja.


" Hm itu mungkin saja jika kebenaran tahun lalu terungkap " , jawab Talitha yang menatap mata orang didepannya.


Kemudia Talitha pergi meninggalkan orang itu dengan mengandeng Vania.


" Ada apa Az ? " , kata Raska yang baru tiba melihat temannya memandang kearah dua gadis yang dilaluinya.


" Apakah kejadian 1 tahun yang lalu bocor keluar ? " , bukannya menjawab malah Azka balik bertanya.


" Maksudmu kejadian itu ? Tapi itu mustahil semua yang mengalami kejadian itu sudah dihapus ingatannya. Bukankah kita sendiri yang melakukannya ? " , tanya Raska.


" Iya aku tahu, tapi gadis itu mengetahui kebenaran dari kejadian satu tahun lalu dan juga dia membaca buku tentang vampir " , kata Azka yang masih melihat punggung gadis itu mejauh.


" Maksudmu salah satu dari mereka mengetahui keberadaan kita ? ", tanya Raska dengan tidak percaya.


" Apa maksud gadis yang kau lihat dimasa depan ? Kau melihat ramalan lagi dan apa maksud dari perkataanmu kemarin tentang hal menarik yang akan terjadi ? ", tanya Raska bertubi - tubi.


" Iya aku melihat ramalan masa depan lagi. Aku melihat akan ada gadis yang menghentikan para vampir untuk menghisap darah terutama vampir pemburu. Dan dia akan menjadi gadis penyihir api biru ", katanya sambil terus berjalan.


" Maksudmu gadis penyihir api biru itu benar - benar ada ? Tak kira itu hanya legenda dari para leluhur saja ", kata Raska yang terus mengikuti Azka.


" Dia memang ada , sayangnya aku tidak bisa melihat wajahnya. Wajahnya akan selalu blur didalam penglihatan ku " , Kata Azka.


Setelah beberapa menit berjalan akhirnya mereka sampai dibascamp para vampir.


" Kalian baru datang Kaiden menunggu kita untuk berkumpul sekarang ", kata Bryan dengan sedikit ketus pasalnya suasana dibascamp mereka sedikit mencekam.

__ADS_1


Suasana mencekam itu dikarenakan Kaiden yang tak pernah ikut berkumpul tiba - tiba datang dan diam sedari tadi dengan aura dingin.


" Tumben kau datang Kai " , tanya Raska yang sudah mulai mendudukkan tubuhnya disebuah kursi.


" Hm ,. apa kau sudah mengetahuinya Az ? ", bukannya menjawab Raska , Kaiden malah bertanya kepada Azka yang sudah duduk disebelahnya.


" Maksudmu gadis kecilmu itu ? Aku tidak merasakan keberadaannya seperti dia telah ditelan bumi ", jawab Azka dengan tenang.


" Tapi aku merasakan aroma manis yang dulu pernah kurasakan saat dia terluka " , kata Kaiden.


" Maksudmu dia ada disini ?", tanya Azka dengan sedikit cemas.


" Kenapa kau cemas Az, bukankah bagus jika dia disini sekarang berarti Kaiden bisa menemukannya ", jawab Bryan dengan santainya.


" Bagus apanya, itu akan sangat berbahaya bagi dia. Disini adalah tempat para vampir berkumpul aku tak tahu apa yang terjadi jika dia terluka ", Azka menjawab dengan sedikit lesu.


" Apa hubungan dengan vampir seperti kita, apa dengan dia terluka mengundang jika untuk menghisap darahnya " , kata Bryan dengan sedikit bingung.


" Kau tak ingatkah Bry, kejadian 10 tahun lalu saat Kaiden menyamar menjadi anak berusia 7 tahun dulu ! ", kata Raska yang saat ini mulai geram karena Bryan tidak mengerti.


" Maksudmu kejadian didamana seorang gadis kecil diserang para vampir yang ingin menghisap darahnya termasuk Kaiden " , kata Bryan dengan sedikit berkerut didahinya.


" Nah itu kau tahu, gadis kecil Kaiden memiliki aroma darah yang wangi dan juga manis saat dia terluka. Dan itu akan sangat berbahaya bagi kita dan juga dirinya. Karena kita tidak akan bisa mengendalikan diri kita sekalipun dia adalah keturunan kerajaan ", kata Raska.


" Dan juga kita harus mengantisipasi dari para vampir pemburu terutama Afkar pemimpin mereka ", kata Azka mulai mengingat kejadian satu tahun lalu.


" Maka dari itu kita harus menemukan dia, dan juga tentang gadis penyihir api biru bagaimana ? Az ", tanya Kaiden yang mulai sedikit cemas memikirkan gadis kecilnya dan juga gadis penyihir yang akan membawa perubahan di klan vampir.


" Aku mencurigai seseorang, tapi belum bisa dipastikan jika dia. gadis penyihir. Dan ada satu hal yang harus kita selidiki tentang seseorang yang mengetahui kejadian satu tahun lalu sepertinya dia mengetahui tentang vampir " , kata Azka yang mengingat ucapan gadis yang ditabraknya tadi.


" Gadis yang kau tabrak tadi Az ? ", tanya Raska.

__ADS_1


" Iya aku merasa dia mengetahui identitas ku dan juga kejadian satu tahun lalu. Tidak mungkinkan jika dia sengaja membicarakan itu tanpa tahu bahwa aku ini vampir " , kata Azka yang mengingat sorot mata gadis itu menanyakan tentang vampir dan kejadian setahun lalu.


" Sudah kita selidiki saja, dan juga siapkan diri kalian karena Afkar sebentar lagi akan tiba disekolah ini " , ucap Kaiden beranjak pergi dari duduknya.


__ADS_2