Vampir Sweet Bite

Vampir Sweet Bite
Bab 32


__ADS_3

Setelah kejadian itu Azka pergi menemui ibunya untuk meminta kejelasan tentang siapa dirinya dan ayahnya walaupun itu akan membuat ibunya bersedih tapi dia sangat ingin mengetahui siapa jati dirinya.


Beberapa hari pun berlalu dengan cepat. Kepergian Azka yang tiba tiba sempat menimbulkan kecurigaan tapi tidak ada yang mengetahui kemana dia pergi hanya Kaiden yang tahu bahwa Azka kembali ke istana untuk menemui ibunya.


Kaiden masih tampak tenang karena tidak mengetahui kepergian Azka untuk menanyakan jati dirinya pada ibunya. Jika jati diri Azka terungkap mungkin bisa menjadi musuh yang ingin membalas dendam terhadap kaum vampir terutama pada para senator dan keluarga kerajaan.


" Kenapa Azka tiba tiba pergi ? ", tanya Raska yang tak tahu apapun. Yang dia tahu hanya Azka merindukan ibunya walaupun itu jarang terjadi jadi membuat mereka sedikit penasaran.


" Entahlah dia mungkin ingin menemui ibunya karena rindu ", jawab Bryan yang juga tak tahu penyebab kepergian Azka.


" Biarkan saja ", kata Kaiden yang tak penasaran akan kepergian Azka. Ia hanya mengira ada sesuatu yang disembunyikan tapi Kaiden tidak mau terlalu ikut campur dengan urusan pribadinya.


" Sekarang apakah ada perkembangan ? ", kata Kaiden mengalihkan perhatian mereka ke tujuan awal berkumpul.


" Sepertinya pihak Afkar melakukan sesuatu tapi entah apa itu ", kata Raska yang tak tau dengan pasti tentang hal apa itu.


" Apa maksud mu ? ", tanya Kaiden yang sedikit penasaran.


" Aku hanya tau dia beberapa kali melakukan pertemuan dengan para anggotanya ", kata Raska lagi dengan cepat.


" Kau harus selalu menyelidiki itu ", kata Kaiden dengan serius.


" Iya aku tahu hanya saja mereka begitu tertutup bahkan kita tidak bisa menyusupkan mata mata ke sana ", jawab Raska dengan sedikit gelisah.


" Baiklah aku mengerti ", kata Kaiden membuat Raska tidak terlalu khawatir karena Kaiden tidak memarahinya.


" Lalu bagaimana dengan penyihir itu ? ", tanya Kaiden lagi pasalnya Kaiden sudah terlalu didesak oleh para senator.


" Masih belum ada perkembangan ", jawab Raska lagi.


" Sepertinya kita harus bekerja sama dengan vampir pemburu ", kata Bryan menyampaikan sarannya.


" Apakah dengan bekerja sama menjamin kita bisa menemukannya lebih dulu ? ", tanya Kaiden sedikit panjang lebar pada kedua.


Bryan dan Raska saling pandang lalu menyatakan pendapatnya


" Mungkin bisa ", kata Bryan.


" Aku juga sepertinya sependapat dengan Bryan hanya saja kita juga harus mengawasi pergerakan vampir pemburu itu ", kata Raska dengan tenang.


" Hm ", jawab Kaiden membuat mereka bingung.

__ADS_1


" Jadi seperti kata Azka jika kita mau bekerja sama maka kemungkinan penyihir itu akan muncul lebih besar tapi jika kita hanya menunggu maka akan sulit menemukannya ", kata Bryan panjang lebar mengingatkan apa yang pernah dikatakan oleh Azka.


" Baiklah aku akan mencoba menemui Afkar ", kata Kaiden kemudian segera pergi dari ruang pertemuannya itu.


Ketika dalam perjalanan menemui Afkar yang sungguh memuakkan baginya namun membuatnya berpapasan dengan Talitha.


" Apa kabar mu gadis kecil ", kata Kaiden yang menghentikan langkah Talitha.


Talitha mendongak menatap orang yang menghentikan langkah nya dengan berada didepan jalannya. Talitha sedang membaca buku sehingga tidak melihat siapa yang menghentikannya.


" Baik ", katanya dengan ketus kemudian beranjak ke samping untuk melanjutkan langkahnya.


" Kenapa kau buru buru ? ", kata Kaiden masih mengikuti setiap langkah yang diambil Talitha. Jadi setiap Talitha menggeser tubuhnya Kaiden juga menggeser mengikuti pergerakan Talitha


" Apa mau mu ? ", tanya Talitha dengan sangat ketus.


" Aku merindukan gadis kecilku ", jawabnya dengan cepat dan menarik Talitha ke dalam dekapannya menghirup aroma tubuh Talitha.


Talitha menegang dan diam sebentar tapi setelah sadar dari keterkejutannya Talitha mencoba memberontak dengan melepaskan diri dari dekapan Kaiden.


" Lepas " , kata Talitha dengan memukul mukul tangannya ke punggung Kaiden yang sedang memeluknya.


Bukannya melepaskan pelukannya Kaiden semakin mengeratkan rangkulan tangannya di pinggang Talitha dan semakin mendekatkan kepalanya ke ceruk leher Talitha.


Tanpa aba aba lagi Kaiden mengigit leher Talitha yang membuatnya semakin candu setiap bertemu dengannya.


Krauk.........


" Akh......", teriak Talitha menegang merasakan tubuhnya terpaku dengan gigitan Kaiden tiba tiba itu.


Sementara Kaiden semakin dalam menenggelamkan taringnya dileher Talitha dan menghisap darahnya semakin banyak membuat Talitha melemas karena kehilangan darah terlalu banyak.


Tidak merasakan pergerakan dari Talitha membuat Kaiden menghentikan hisapan darahnya dan memandang wajah pucat Talitha membuatnya sedikit panik.


Tiba tiba saja Talitha jatuh pingsan dalam pelukan Kaiden membuat yang memeluknya kaget dan langsung membawa Talitha pergi dari sekolah menuju ke mension nya. Karena jika terus dibiarkan semua vampir akan mencium aroma darah yang sempat dihisapnya tadi.


Kaiden begitu cemas karena biasanya Talitha tidak akan pingsan jika hanya dihisap oleh nya. Apakah dia sudah keterlaluan dalam batinnya bertanya seperti itu. Tapi yang lebih baik sekarang adalah menyembunyikan Talitha dari incaran para vampir yang mungkin mulai mencium aroma darah yang baru dihisapnya itu.


Sementara ditempat yang lain.


" Sial "

__ADS_1


" Aku kecolongan ", kata Yusriel dengan sangat frustasi karena merasakan kehadiran Talitha yang semakin menghilang.


" Kau kenapa ? ", tanya serigala yang tiba tiba keluar.


" Talitha dibawa oleh vampir ", katanya dengan sangat cemas.


" Tenanglah ", kata serigala menenangkannya.


" Bagaimana bisa tenang. Dia sudah ketahuan oleh beberapa vampir kalau dia mempunyai darah yang manis dan jika identitasnya sampai diketahui akan semakin gawat ", kata Yusriel panjang lebar pada serigalanya.


" Yang membawanya takkan menyakitinya justru membuatnya aman sementara ini ", jawab serigala dengan tenang.


" Apa maksud mu ? ", tanya Yusriel dengan penuh emosi mendengar kata kata serigala itu.


" Jika vampir itu tidak membawanya sekarang maka akan lebih banyak vampir mengetahui tentang darahnya ", jawab serigala dengan entengnya.


Mendengar perkataan serigala itu membuat Yusriel meredakan sedikit emosinya berharap Talitha akan baik baik saja walaupun bersama dengan seorang vampir.


" Tapi dia apakah dia baik baik saja sekarang ? ", tanya Yusriel dengan hati sedikit cemas.


" Kita bisa mengetahui nya jika kita memanggil hewan spiritnya ", jawab serigala itu dengan tenang.


" Bagaimana cara memanggil mereka ? "


" Bukankah mereka hanya bisa dipanggil oleh pemiliknya ? ", tanya Yusriel melanjutkan kata katanya


" Iya kau benar untuk sekarang tidak ada yang bisa kau lakukan ", jawab serigala itu.


" Maksudmu kita hanya menunggu saja ", kata Yusriel dengan sedikit penekanan di setiap katanya.


" Lalu mau bagaimana ? " , tanya si serigala pada Yusriel.


" Aku juga tidak tahu. Andai dia ada disini mungkin semua perhatian akan terarah padanya jadi Talitha akan terlupakan sejenak ", kata Yusriel panjang lebar.


" Kau sangat mempercayainya ? ", tanya si serigala itu pada Yusriel.


" Bukankah dia adalah bagian dari penyihir jadi dia bisa di percaya ", kata Yusriel meyakinkan.


" Aku hanya mengingatkan mu jangan terlalu mempercayai seseorang ", kata serigala memperingati tuannya itu.


" Ya aku tahu. Jika dia berkhianat maka aku orang pertama yang akan menyingkirkannya ", kata Yusriel dengan yakin.

__ADS_1


" Baiklah terserah kau saja ", jawab serigala yang sudah lelah dengan perdebatannya dengan tuannya itu.


__ADS_2