
Setelah kejadian itu beberapa hari pun berlalu dengan cepat. Semua murid sudah melakukan kegiatan seperti biasanya.
Talitha masih fokus dengan buku yang dipegangnya dan masih duduk santai di kursi tempat duduknya bersama dengan Vania.
Sedangkan Vania masih selalu berdebar dengan Yusriel tentang tempat duduk yang sekarang sedang diduduki Vania.
Lelah mendengarkan perdebatan mereka, akhirnya Talitha memilih pergi dari sana tanpa diketahui mereka.
Talitha berjalan dengan diam melangkahkan kakinya ke arah dimana dia bisa tenang tanpa perdebatan keduanya.
Di bawah pohon yang rindang sebuah tempat duduk kosong telah digunakan Talitha untuk menenangkan pikirannya dan juga memejamkan mata sejenak.
" Kau kenapa ? ", tanya Pipop yang masih dalam bentuk gelang melingkar ditangannya.
" Aku merasa lelah ", jawab Talitha dengan lesu.
" Apa karena latihan mu beberapa hari terakhir ini ? ", tanya Pipop yang seakan mengerti kenapa tuannya lelah.
" Mungkin ", jawabnya masih memejamkan matanya.
" Tapi usahamu tak sia sia sekarang kemampuan jauh lebih meningkat ", kata Pipop menghibur Talitha.
" Iya kau benar tapi kurasa itu belum cukup ", kata Talitha lagi.
" Tentu saja ", jawab Pipop.
" Lalu bagaimana aku harus mencari tahu kelemahan mereka ", kata Talitha sedikit frustasi.
Selama ini pencariannya tidak membuahkan hasil bahkan dia semakin terlibat dengan para vampir itu membuatnya resah karena belum bisa menunjukkan kekuatannya.
" Akan ada saat kau bisa menunjukkannya ", kata Pipop seakan mengerti perasaan Talitha.
" Bukankah sudah dibilang Liam ", kata Pipop menjeda ucapannya membuat Talitha membuka matanya.
" Kau harus mengirim Elan ke mereka. Ku rasa dia bisa menyamar dengan baik dan ku rasa ada salah satu vampir yang sangat terobsesi dengan hewan spirit ", kata Pipop melanjutkan kata katanya.
" Maksudmu ? ",tanya Talitha yang tak mengerti.
" Kau tahu kan hanya para penyihir yang berhasil memanggil hewan spirit maka dari itu tak ayal banyak vampir memburu penyihir untuk bekerja sama ", kata Pipop menjelaskan semua nya dan Talitha hanya mengangguk anggukkan kepalanya.
" Maka dari itu bangsa penyihir sekarang berbaur dengan manusia biasa bahkan menyembunyikan diri mereka ", kata Talitha yang pernah mendengar cerita ini dari Yusriel.
__ADS_1
" Kau benar. Salah satu dari vampir yang ada disekitar mu adalah keturunan antara penyihir dan vampir ", kata Pipop lagi.
" Maksud mu ? ", tanya Talitha yang memang tak mengerti akan hal itu.
" Keturunan mereka tidak bisa memanggil hewan spirit sebelum darah penyihir mereka diaktifkan oleh dirimu ", kata Pipop dengan tenang.
" Aku ", tunjuk Talitha pada dirinya sendiri.
" Ya karena penyihir api biru sepertimu mempunyai kekuatan spesial yang bisa mengaktifkan darah penyihir menjadi lebih kuat ", kata Pipop.
" Bagaimana caranya ? ", tanya Talitha bingung.
" Kau akan menemukan caranya nanti ", jawab Pipop.
" Lebih baik kau mengirim Elan untuk menyusup ke sana sekarang ", kata Pipop lagi.
" Baiklah ", kata Talitha dengan tenang kemudian memanggil Elan untuk melakukan penyusupan ke para vampir itu.
Tadi saat Talitha berbicara dengan Pipop memang tidak ada Elan ataupun Liam karena mereka sedang berada dunia sihir hewan spirit untuk meningkatkan kemampuan mereka.
Tak jauh dari sana ada yang mengamati dengan sedikit berkerut dahinya menyaksikan perubahan wajah Talitha seakan akan sedang berbicara dengan seseorang tapi hanya dia saja sendirian disana.
" Kenapa dia seperti berbincang dengan seseorang ? ", gumamnya dengan bingung saat melihat Talitha dari atas tempatnya duduk sekarang.
" Tapi itu tidak mungkin ", katanya lagi dengan sedikit gusar.
Orang yang mengamati Talitha sejak tadi tak lain adalah Kaiden. Entah mengapa dia merasa bahwa dia akan bertemu dengan gadis kecilnya disini. Jadi dia memilih duduk ditempat bangunan tinggi didepan taman tersebut.
Tak berapa lama bel berbunyi pertanda pelajaran akan dimulai.
Talitha beranjak menuju ke kelasnya kembali dengan malas karena pasti perdebatan Yusriel dan Vania akan didengarnya lagi.
Benar saja yang dipikirkan Talitha. Yusriel dan Vania masih berdebat tanpa menyadari Talitha pergi dari sana sejak tadi.
" Apa kalian tidak lelah ? ", tanya Talitha yang sudah berdiri di samping kursinya untuk segera duduk karena pelajaran akan dimulai.
Sontak saja Vania dan Yusriel mengarahkan pandangan mereka ke arah sumber suara dan terkejut.
" Kau darimana ? ", kata keduanya kompak saat melihat Talitha sudah mendudukkan dirinya di kursi.
" Ha ha ha ", tawa Talitha membingungkan mereka karena tak mengerti sikap Talitha itu.
__ADS_1
" Kalian lucu sekali ", kata Talitha setelah menyelesaikan tawanya.
" Kenapa ? " , kata kedua kompak lagi sontak keduanya saling memandang.
" Mungkin kalian jodoh ", jawab Talitha dengan santai membuat kedua bergidik ngeri mendengarnya.
" Sudah sekarang waktunya fokus ke pelajaran ", kata Talitha saat melihat seorang guru telah memasuki kelasnya.
Vania dan Yusriel tidak jadi melanjutkan perdebatannya dan kembali ke memperhatikan guru yang sudah mulai mengajar mereka.
Tanpa mereka sadari sejak tadi Leo dan Afkar melihat perdebatan mereka. Darah Leo seakan berdesir dan jantung nya bergemuruh melihat Vania seakan melupakan kehadirannya dan asyik berdebat dengan Yusriel. Berbeda dengan Leo justru Afkar merasa biasa biasa saja dan mulai memperhatikan Talitha yang tidak memandang ke arahnya sama sekali.
" Kau sudah mulai tidak mempedulikan ku gadisku ", guamam Afkar melihat Talitha yang sudah fokus ke pelajarannya.
Talitha merasakan tubuhnya sedikit bergetar karena aura vampir yang keluar dari belakangnya namun Talitha enggan untuk menengok ke belakang.
" Apakah dia sudah kembali ? ", guamam Talitha pelan namun masih bisa didengar oleh Afkar karena dia mempunyai pendengaran yang tajam.
Sudut bibir Afkar tertarik ke atas membentuk senyum mendengar gumaman Talitha dan membuat nya pembatas sihir untuk menyelimuti keduanya.
Leo yang menyadari itu sempat melirik sebentar tapi kembali fokus ke depan entah mendengarkan guru ataupun memandang punggung Vania didepannya.
Sementara Yusriel merasakan sihir pembatas bertindak dengan mengeluarkan hewan spiritnya tanpa diketahui semua orang untuk menyusup ke pembatas itu. Karena hewan spirit akan lebih mudah menyusup tanpa diketahui pembuat sihir tersebut karena mereka berasal dari dunia sihir hewan spirit.
" Bagaimana kabar mu gadis ku ? ", tanya Afkar yang sudah mendekatkan dirinya pada Talitha didepannya.
" Kau.... sudah kembali ", kata Talitha sedikit gugup karena tak bisa melawannya sekarang dan kemungkinan kejadian beberapa hari lalu itu akan terjadi lagi.
" Tentu saja. Aku merindukan gadis ku ", jawab Afkar dengan senyum tersungging di bibirnya.
' Bagaimana ini ', kata Talitha dalam hati.
Saat Afkar akan lebih mendekat tiba tiba tubuh Talitha seperti diliputi cahaya hitam diseluruh tubuhnya.
" Apa ini ? ", kata Afkar saat merasakan tidak bisa mendekat lagi.
" Aura hewan spirit ", katanya lagi setelah menyadari aura hitam yang menyelubungi tubuh Talitha adalah aura hewan spirit.
" Bagaimana ini bisa terjadi ? " tanya Afkar pada dirinya sendiri.
Talitha merasakan aura hewan spirit Yusriel menyelubungi tubuhnya bernafas lega dan melakukan komunikasi batin.
__ADS_1
' Terimakasih ' katanya bertelepati dengan hewan spirit milik Yusriel.
' Sama sama ', kata hewan spirit itu.