
Di dunia sihir tempat hewan spirit itu berkumpul dan berkeliaran terjadi pertarungan sengit antara hewan spirit dengan penyihir.
Setelah berkeliling akhirnya dengan nalurinya Talitha dibawa ke tempat persembunyian hewan spirit tertinggi itu.
" Kenapa kita kesini ? " , tanya singa yang sudah ditaklukan oleh Talitha.
" Entahlah aku hanya mengikuti naluri saja ", kata Talitha dengan tenang.
" Bagaimana jika tidak mendapatkan apapun ? ", tanya si singa memastikan pikirannya itu.
" Diamlah "
" Bukankah aku sudah mengikuti kalian sedari tadi tidak ada hasil "
" Jadi sekarang kalian harus mengikuti ku sekarang ", kata Talitha yang tak ingin dibantah lagi oleh si singa dan burung elang emas nya.
Walaupun burung elang emas nya hanya diam dan mengikutinya dari tadi. Si burung elang sedikit menyadari aura yang sedikit tipis keluar dari arah yang sedang di tuju tuannya itu.
Setelah tiba dititik dimana menurut Talitha adalah tempat persembunyian hewan spirit tersebut
Perlahan tapi pasti Talitha mendekati sebuah pohon yang rindang dan tampak sejuk itu.
Kemudian tangan menyentuh pohon itu dan berkata
" Keluarlah. Aku sudah datang ", kata Talitha dengan tenang.
Hewan yang sedang tertidur di dalam pohon itu tiba tiba terbangun karena sebuah goncangan besar dan sebuah suara membangunkannya.
" Siapa yang berani menggangguku ? " , tanya nya dengan amarah yang memuncak tinggi.
" Keluarlah ", suara itu terdengar lagi.
Dengan bergegas dia keluar dari pohon itu dan dikelilingi cahaya putih seluruh tubuhnya.
Melihat seorang manusia dan dua hewan spirit tertinggi mencarinya membuatnya semakin marah.
" Kau manusia berani beraninya menggangguku ", kata hewan spirit itu.
Talitha tercengang melihat hewan spirit itu.
Bentuknya seperti singa tapi memiliki sayap yang digunakan untuk terbang.
" Aku datang untuk membuat kontrak dengan mu ", kata Talitha setelah tersadar dari keterkejutannya tadi.
Ha......ha.......ha.............
" Manusia sepertimu mau menjalin kontrak denganku " , kata nya dengan sombong.
" Walau kau di temani dengan dua hewan spirit tertinggi itu sekalipun takkan mampu membuatku menjalin kontrak dengan manusia payah sepertimu ", kata si hewan spirit dengan ketus.
" Lihat saja apa yang kan terjadi ", kata Talitha.
Kedua hewan spirit itu menjauh karena tak ingin terlibat dengan hewan spirit agung itu.
Perlahan lahan aura keluar dari dalam tubuh Talitha dan mengelilingi keseluruhan badannya.
" Hanya aura biru saja sudah berani menunjukan hidungnya didepan ku ", katanya dengan nada mengejek.
" Terserah apa katamu ", jawab Talitha dengan santai.
__ADS_1
Karena sedikit emosi akan jawaban Talitha kemudian si hewan spirit itu mendekat dan mulai menyerang.
Wush ......... wush............ wush............
Buk ..........buk........... buk ........
Suara pukulan dan tangkisan itu bergema menjadi satu.
Aura yang ditunjukkan Talitha meningkat sedikit demi sedikit membuat si hewan spirit itu tercengang dan terbengong sesaat sampai akhirnya si hewan tidak fokus.
Buk.......
Singa yang bersayap itu memuntahkan darah segar dari mulutnya.
" Kau ? ", kata si hewan spirit tertahan karena Talitha berkata demikian.
" Sudah ku bilang aku akan mengontrakmu ", kata Talitha dengan sinis.
" Begitu besar nyali mu hai gadis kecil. Ku sarankan kau pulang saja ", kata si hewan spirit itu.
" Ya aku akan pulang dengan membawamu ", jawab Talitha dengan tenang.
Perlahan namun pasti aura ditubuh Talitha sudah berubah menjadi sepenuhnya putih yang mengelilingi tubuhnya.
Setelah bertarung beberapa lama akhirnya si hewan spirit agung itu mengaku kalah terhadap Talitha.
Talitha berhasil menaklukan tiga hewan spirit.
Yang pertama si singa di beri nama Liam , yang kedua si burung elang emas diberi nama Elan. Dan yang terakhir si hewan spirit agung berbentuk singa yang mempunyai sayap diberi nama Pipop.
Ketiganya hanya menerima namanya dengan pasrah hanya saja si hewan spirit agung memperdebatkan namanya tapi kalah perdebatan dengan Talitha.
" Bisakah kalian berubah menjadi hewan yang tak mencolok ", kata Talitha setelah mengumpulkan tenaga nya sehabis pertarungan dan perdebatan tadi.
" Bukankah kamu akan dihormati jika kami menggunakan wujud ini ", kata Pipop dengan enteng.
" Aku harus menyembunyikan kalian supaya identitas ku tak ketahuan ", katanya dengan dingin.
" Baiklah aku akan berubah menjadi sesuatu yang melekat di dirimu ".
" Tapi tidak tahu mereka apakah bisa ? ", kata si Pipop meremehkan.
" Kami tentu bisa ", kata keduanya serentak dengan sedikit marah karena ejekan si Pipop.
" Bagus lakukan sekarang. Ku rasa waktu ku di dunia sihir sudah tidak banyak ", kata Talitha yang merasakan. raganya mulai kesakitan dan lemah.
" Baiklah ", kata mereka bersamaan.
Ketiga nya kemudian berubah menjadi sesuatu yang melekat ke tubuh Talitha.
Si Pipop menjadi sebuah gelang dengan bentuk beberapa bintang dan melingkar di tangan sebelah kirinya. Si Elan berubah menjadi Bros dengan bentuk elang dan melekat di baju Talitha sedangkan si Liam berubah menjadi sebuah kalung dengan bandul huruf L.
Setelah semuanya berubah menjadi sesuatu yang melekat di badan Talitha. Kemudian Talitha mencari jalan keluar portal yang menghubungkan dunia nyata dan dunia sihir.
Beberapa saat kemudian di dunia nyata Yusriel sudah mulai panik melihat tubuh Talitha semakin bergetar dengan aura yang sedikit memudar.
" Tha ", kata Yusriel yang sudah mulai mendekatkan dirinya pada Talitha yang sedang duduk bersila.
Saat akan menyentuh badan Talitha tiba tiba
__ADS_1
" Jangan sentuh ", kata serigala yang tiba tiba keluar lagi dari tubuh Yusriel.
" Kenapa ? ", tanya Yusriel tak mengerti.
" Kau akan terlempar karena sebentar lagi dia akan kembali ", kata si serigala itu.
" Baiklah ", kata Yusriel pasrah.
Setelah beberapa saat akhirnya perlahan tubuh Talitha diselimuti cahaya putih yang menutupi seluruh tubuhnya.
Perlahan lahan cahaya itu memudar terlihat Talitha yang sudah mulai membuka matanya perlahan dan dengan nafas yang tidak teratur.
" Kau tidak papa ? ", tanya Yusriel yang sudah mendekat ke arah dimana Talitha duduk.
Belum menjawab pertanyaan Yusriel Talitha mengatur nafasnya yang tidak teratur. Setelah nafasnya kembali teratur Talitha barulah menjawab.
" Tidak papa ", jawab Talitha kemudian meregangkan kembali badannya yang kaku setelah beberapa jam duduk bersila.
" Aku lelah ", kata Talitha lagi.
" Istirahatlah ", kata Yusriel dan membantu Talitha ke tempat tidur untuk istirahat.
" Dimana hewan spirit mu ? " , tanya si serigala pada Talitha karena dari tadi tidak melihat hewan spirit itu.
Yusriel menatapnya tajam pada serigala peliharaannya itu.
" Aku hanya penasaran ", kata Si serigala.
" Tidak papa ", kata Talitha yang menggelengkan kepala melihat kelakuan serigala itu.
" Mereka ada disini hanya saja kekuatanku belum mampu membuatmu melihat mereka ", kata Talitha sedikit menjelaskan.
" Hm baiklah. Kau istirahat saja, tunjukkan itu besok kepadaku ", kata serigala itu kemudian langsung berjalan masuk ke dalam tubuh Yusriel.
" Dasar serigala tak sabaran ", kata Yusriel dengan pelan.
" Sama seperti mu bukan ? ", kata Talitha dengan sedikit tersenyum karena kelelahannya belum pulih.
" Tidak ", katanya dengan ketus.
" Sekarang kau tidurlah. Aku ada di kamar sebelah jika kau perlu ", kata Yusriel kemudian menyelimuti Talitha dan mengecup keningnya.
Hal itu yang selalu dilakukannya saat Yusriel berkunjung dan menginap di mension Talitha dan pamannya itu.
" Iya aku tahu dasar bawel ", kata Talitha dengan senyum yang mengembang diakhir katanya.
Yusriel meninggalkan Talitha yang sudah mulai tertidur pulas.
Namun ketiga hewan spirit itu keluar dari wujud sementaranya untuk kembali ke wujud aslinya.
" Ternyata ini dunia nyata ", kata si Liam yang sedari tadi penasaran ingin merasakan benda benda di dunia nyata itu.
" Diamlah , jangan mengganggu tuan yang sedang tertidur ", kata si Elan dengan bijak.
" Hm ", jawab si Liam dengan ketus.
Mereka hanya keluar sebentar kemudian kembali lagi ke wujud sementara mereka lagi.
~ *Maaf author jarang up karena lagi ada sedikit kesibukan , Jangan lupa like, vote, coment dan beri gift ya supaya author bisa up terus dan selamat menikmati karya dari author ~
__ADS_1
~ Terimakasih 🙏🙏🙏🙏* ~