Vampir Sweet Bite

Vampir Sweet Bite
Bab 13


__ADS_3

Beberapa hari pun berlalu dengan cepat.


" kenapa kau belum bangun juga Tha ? ", kata Vania yang sudah bersiap untuk ke sekolah karena sudah 2 hari dia ijin.


Talitha masih tertidur dengan pulas enggan untuk bangun dari mimpinya. Setelah dua hari diberikan vitamin dan infus dari dokter jaga kondisinya sekarang tidak pucat seperti sebelumnya.


" Aku pergi dulu, kau harus cepat bangun ", kata Vania yang beranjak dari ranjang Talitha dan meninggalkannya untuk ke kelasnya.


Di dalam kelas Afkar dan Leo bertanya - tanya kenapa kedua orang itu tidak masuk setelah kejadian kemarin itu.


" Dia datang " , kata Leo saat melihat Vania memasuki ruang kelasnya dan duduk di kursinya.


" Dimana Talitha ? Dan kenapa kalian tidak masuk dua hari ini ", tanya Afkar yang sudah sangat penasaran.


" Dia sedang sakit, aku menemaninya di kamar ", jawab Vania dengan lesu.


" Sakit apa ? ", tanya Leo yang kaget mendengar kata - kata Vania.


" Entahlah dokter tidak mengatakan apapun, hanya bilang dia akan baik - baik saja setelah beristirahat tapi sampai sekarang dia belum bangun juga dari tidurnya ", jawab Vania yang sudah menundukkan kepalanya di atas mejanya.


" Apa ? "


" Apa ? "


Kata keduanya bersamaan mendengar cerita Vania mereka sangat terkejut.


' Kenapa dia tiba - tiba tak sadarkan diri sampai sekarang ? Mungkinkah Talitha adalah gadis penyihir itu ? ' kata Afkar dalam hatinya.


" Iya tapi sekarang keadaan nya sudah lebih baik ", jawab Vania yang masih menundukkan kepalanya.


Setelah percakapan singkat itu pelajaran telah dimulai.


Sementara di tempat lain.


" Kau kenapa ? " tanya Azka melihat sahabatnya tidak konsen terhadap pelajarannya.


" Aku tidak melihat Talitha dan Vania beberapa hari ini setelah kejadian itu " , jawabnya dengan nada sedikit cemas.


Raska yang mendengar perkataan Kaiden tiba tiba teringat akan kejadian beberapa waktu lalu.


" Aku lupa mengatakannya, jika Talitha sedang tak sadarkan diri dan dirawat di kamarnya ," ucap Raska menanggapi perkataan Kaiden.


Sontak saja ketiga temannya mengarahkan pandangan kepadanya dan mulai mengomel.


" Kenapa baru bilang " , kata Azka yang sudah lelah melihat Kaiden kebingungan karena tak melihat kedua gadis itu.


" Aku tadinya ingin mengatakannya tapi lupa, dan ini sangat aneh bukan ? " tanya Raska kepada ketiga nya.

__ADS_1


" Apanya ? " , Bryan berbalik bertanya karena tidak mengerti.


" Setelah kejadian malam itu , tiba tiba saja Talitha pingsan dan tak sadarkan diri sampai sekarang ", Raska mengatakan itu kepada mereka.


" Maksudmu dia pingsan saat malam itu ? ", kini giliran Azka yang bertanya kepada Raska.


" Iya aku mendengar ini saat aku bertemu Vania sedang menuju ke UKS mencari dokter jaga dan dia menceritakannya kepadaku " , kata Raska lagi.


" Mungkinkah gadis itu ", kata Azka terhenti saat Kaiden juga berkata.


" Apakah gadis penyihir itu adalah Talitha ? ", tanyanya membuat ketiga temannya menatapnya dengan penasaran.


" Maksud mu Talitha adalah gadis itu bukannya Vania ? " , Bryan bertanya kembali saat mendengar Kaiden mengatakan itu.


" Tapi Talitha bukankah gadis kecil mu itu ", kata Bryan lagi.


" Itu yang membuatku bingung ", jawab Kaiden yang termenung.


" Mungkin bisa jadi dia penyihir dan juga gadis kecil mu ", kata Azka sedikit ragu - ragu.


" Maksud mu ? ", tanya Kaiden.


" Kalian tahu bukan jika darah penyihir itu sangat manis dan juga wangi selain itu akan memberikan kekuatan bagi para vampir yang menghisapnya " , kata Azka lagi dan mereka menganggukkan kepalanya.


" Talitha memiliki darah yang manis dan aroma wangi bukan ? Sama seperti kita yang langsung menghisap darahnya saat darahnya menetas karena dihisap Kaiden bukan ? ", Azka melanjutkan kata katanya lagi


" Itu yang membuatku bingung ", kata Azka yang masih belum mengerti tentang Talitha.


" Tapi kemungkinan dia penyihir bertambah saat Raska menceritakan dia pingsan malam itu ", kata Azka lagi.


" Maksud mu ? " , kini giliran Kaiden yang bertanya.


" Jika penyihir menggunakan kekuatannya terlalu besar maka dia akan kelelahan yang membuatnya tak sadarkan diri beberapa hari " , kata Azka yang mengingat cerita tentang penyihir dari leluhurnya.


" Itu mungkin saja, jadi bagaimana kita bisa memastikannya ", tanya Bryan yang mulai mengerti dengan situasi ini.


" Entahlah , aku belum mengetahui cara memastikan penyihir ", kata Azka lagi.


" Aku akan menjenguknya nanti ", kata Kaiden yang sudah lelah dengan perbincangan mereka yang tanpa hasil.


" Baiklah kau juga harus selidiki sepertinya dia berada di dunia yang lain ", kata Raska lagi.


" Apa maksudmu ", Azka mulai panik mendengar kata kata Raska.


" Aku seperti tidak merasakan kehadirannya hanya tubuhnya saja yang disana " , jawab Raska.


" Ini benar - benar sangat aneh ", kata Azka lagi.

__ADS_1


Perbincangan itu dilakukan waktu pelajaran tapi tidak ada yang menyadarinya karena mereka menggunakan sihir terhadap mereka.


Di sisi Vania yang masih lesu karena temannya masih belum sadarkan diri sama sekali. Itu membuat Afkar dan Leo juga tidak bisa bertanya terlalu banyak kepadanya.


" Apakah aku boleh menjenguknya " , kata Afkar tiba tiba.


" Iya datang saja. Siapa tahu dia akan bangun karena ketampanan mu itu ", jawab Vania yang sedikit berharap.


' Aku akan memastikan bahwa dia adalah gadis penyihir itu ' , kata Afkar dalam hati.


" Baiklah aku dan Leo akan menjenguknya setelah pelajaran selesai ", kata Afkar lagi.


" Baiklah ", kata Vania kemudian beranjak menuju kantin karena perutnya tidak bisa menunggu lagi dan bel istirahat juga sudah berbunyi.


Vania sudah mendapatkan makanannya dan duduk di tempat biasa juga bersama Afkar dan Leo di depan nya.


" Kau sudah berangkat ? " tanya Raska yang mendudukkan dirinya di sebelah Vania setelah melihatnya.


" Hm sudah dua hari aku ijin ", jawab nya dan memakan makanannya.


" Bagaimana keadaan Talitha ?", tanya Raska lagi.


" Masih sama seperti kemarin tapi wajahnya sudah tidak pucat lagi ", jawab Vania yang menghentikan makannya sejenak.


" Boleh kah kami menjenguknya ? " tanya Raska lagi.


Yang duduk disitu biakan hanya Raska. Ketiga temannya juga duduk di meja yang sama dengan mereka.


" Itu akan semakin baik jika banyak yang menjenguknya ", katanya lagi dengan sedikit senyum.


" Maksud mu ? ", tanya Raska yang bingung.


" Afkar dan Leo juga akan menjenguknya nanti " , kata Vania yang sudah menyelesaikan makannya.


Mereka saling pandang satu sama lain memikirkan kemungkinan yang terjadi.


' Mungkinkah dia sudah menyadarinya ' , kata Azka dalam hati


" Baiklah ", kata Kaiden tiba tiba menyadarkan lamunan mereka.


" Bagus mungkin dengan kehadiran pria pria tampan dia segera bangun seperti putri salju ha ha ha ", Vania tertawa untuk mencairkan suasana karena terasa seperti perang dingin diantara mereka.


Beberapa jam telah berlalu kini tiba saat mereka menjenguk Talitha.


" Kita tidak bisa menyelidikinya ", kata Bryan ditengah perjalanan mereka ke kamar Vania dan Talitha.


" Iya ini akan sangat sulit karena ada mereka juga ", kata Azka menanggapi perkataan Bryan.

__ADS_1


" Sudah hentikan, mereka sudah disana " , kata Raska menunjuk Afkar dan Leo yang sudah menunggu didepan kamar Vania dan Talitha.


__ADS_2