
Hari ini, adalah hari perayaan ulang tahun Starlight High School. Semua murid telah bersiap untuk datang ke pesta perayaan tersebut dengan penampilan yang cantik dan menarik. Dan ada juga yang bersikap acuh tak acuh seperti Talitha. Dia memang malas datang ke acara pesta tapi karena tidak tega dengan temannya yaitu Vania akhirnya dia memutuskan untuk datang.
Suasana di aula sangat meriah dan ramai, banyak orang berbondong - bondnong untuk mencari teman dansa untuk pesta. Diantara mereka, ada yang hanya duduk diam sambil mengamati keadaan pesta tersebut.
Saat Talitha mengamati keseluruhan tempat pesta, dia menemukan bahwa gadis yang pernah dilihat di toliet ada diantara sekumpulan orang yang duduk tak jauh dari tempat duduknya.
' Dia bukankah gadis itu ? Berarti dugaanku selama ini benar diantara mereka adalah vampir ', kata Talitha dalam hati.
Dheg .................
Mata Talitha bertemu pandang dengan salah satu dari mereka dan Talitha langsung mengalihkan pandangannya.
" Gadis itu " , kata Kaiden terhenti dan memandang gadis itu sudah mengalihkan pandangannya.
" Ada apa Kai ? " , tanya Raska yang mendengar suara Kaiden.
" Hm tak apa - apa ", jawabnya dengan masih memandang kearah gadis itu.
" Kai, apakah dia akan muncul sekarang ? " , tanya Azka yang mulai sedikit cemas akan timbulnya keributan.
" Mungkin , karena ini waktu yang tepat ", jawab Kaiden yang mulai mengalihkan pandangannya. Entah mengapa dia merasa ada sesuatu dalam diri gadis itu yang membuatnya penasaran.
" Kita sudah mengantisipasi akan hal itu kan ? " , tanya Bryan yang sekarang mulai sedikit cemas.
" Hm seharusnya sudah ", jawab Kaiden dengan sedikit gusar.
Kegusaran Kaiden sangatlah beralasan jika vampir pemburu itu datang akan membuat keributan. Karena mereka akan langsung menghisap darah manusia tanpa mempedulikan kondisi dan keadaan sekitarnya.
Sementara itu, ada gadis yang mulai cemas merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi.
Dag.......dig..........dug.............
__ADS_1
' Ada apa ini, kenapa jantungku terasa sangat berdetak kencang? Apakah kejadian itu akan terulang ? ' , tanyanya dalam hati.
' Aku harus mencegah ini semua ', katanya dalam hati dan mulai berdiri beranjak pergi meninggalkan aula tanpa mempedulikan panggilan dari Vania.
Gadis yang pergi itu adalah Talitha. Dia mulai merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi, untuk mencegah hal itu terjadi dia harus melindungi aula dengan auranya.
Dengan sedikit tergesa - gesa Talitha mencari tempat yang lebih tinggi dan bisa memantau situasi dari sana. Ia kemudian memusatkan pikirannya untuk merasakan kehadiran vampir pemburu itu. Dan tepat saat pikirannya terpusat, dia melihat segerombolan yang akan mulai masuk ke aula tapi matanya melihat seorang gadis yang dikenali keluar dari aula dengan tergesa - gesa sehingga menabrak segerombolan orang itu.
Talitha menajamkan matanya, gadis yang dilihatnya itu adalah Vania. Rasa cemas itu mulai menjadi, saat segerombolan orang itu mulai menyeretnya pergi ke tempat yang sepi. Dengan secepat kilat, Talitha mengikutinya karena takut terjadi hal buruk pada Vania.
" Kau gadis kecil, berani - berani kau menabrakku " , kata salah satu dari segerombolan orang itu.
" Siapa kalian ? Aku tidak sengaja, mohon maafkan aku ", jawab Vania dengan sedikit gemetar ditubuhnya.
" Aromamu lumayan, jadi aku akan memaafkanmu jika aku mencicipi sedikit saja darahmu ", kata orang itu lagi.
" Tidak, jangan mendekat kumohon maafkann aku " , Kata Vania yang menangis melihat kepala orang itu mulai mendekat ke arah lehernya.
" Kalian telah berani melanggar janji yang telah dibuat leluhur kalian !! Aku akan menghukum kalian semua " , kata seseorang yang entah berada dimana.
Semua orang mencari keberadaan suara itu, tapi tidak menemukan seorangpun disana selain mereka. Mereka mengira suara itu berasal dari gadis yang masih melayang dengan mata yang masih terpejam.
" Kalian akan merasakan sakit kala kalian menghisap darah manusia dengan paksa. Ingatlah itu !! " , katanya lagi kemudian gadis yang melayang tadi menghilang dengan cepat tanpa bisa diketahui siapapun.
" Pangeran, apakah gadis itu penyihir api biru yang kita cari selama ini ", kata salah satu dari mereka.
" Itu mungkin saja Leo, kita harus selidiki ini, Dan juga perkataannya tadi tidak bisa dianggap remeh ", kata orang yang dipanggil pangeran tadi.
" Untuk sementara kita akan berbaur dengan manusia dan vampir itu. Jangan membuat mereka curiga kita mencari gadis penyihir api biru itu ", katanya lagi.
" Baik pangeran " , kata mereka serempak dan kemudian meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Tanpa ada yang menyadari, ada seseorang yang menyaksikan itu semua. Matanya takjub tak percaya menyaksikan peristiwa tersebut. Kemudian dia berlari dengan cepat menuju ke aula tempatnya tadi berada.
" Kai, Afkar dan yang lain telah datang tapi mereka pergi lagi " , katanya dengan terengah - engah karena berlari.
" Kau kenapa Bry ", kata Raka memandang Bryan dengan menyodorkan minuman ke temannya itu.
Setelah menegak minumnya dia mulai bercerita kejadian yang baru dilihatnya walaupun tidak mendengarnya karena terlalu jauh.
" Terus kenapa kau berlari bukankah kau bisa menghilang saja dengan cepat ? ", kata Azka yang sedikit bingung.
" Aku lupa " , jawabnya dengan menepuk dahinya.
" Kai, apakah gadis itu penyihir api biru? Melihat dari cerita Bryan tadi, jika dia gadis biasa takkan bisa melayang dengan sendirinya bukan saat dia akan dihisap oleh Afkar ", kata Azka yang sudah mencerna dan mengerti cerita Bryan tadi.
" Kita harus selidiki ini, alasan kenapa Afkar membiarkannya begitu saja dan juga gadis itu ", kata Kaiden yang mulai mengerti arah pikiran Azka.
" Kau melihat wajahnya bukan Bry ? ", tanya Raska kali ini.
" Iya, aku melihatnya. Kurasa dia sedikit familiar tapi aku tak tahu siapa ? " , jawab Bryan sambil memikirkan siapa gadis itu.
" Bubarkan pesta , kita mencarinya besok pagi ", jawab Kaiden dengan berjalan pergi meninggalkan aula tempat pesta.
Sementara itu disisi lain, gadis yang melayang tadi telah diletakan disebuah kasur yang nyaman.
" Eugh ", suara itu keluar saat gadis itu mulai terbangun.
" Aku kenapa Tha, bisa ada disini. Seingetku aku pergi mencari dan tidak tahu lagi ", katanya lagi dengan memegang kepalanya dan mengingat - ingat kejadian yang dialaminya.
" Kau kelelahan dan pisang karena terlalu senang berpesta. Aku menemukanmu didepan pintu kamar kita ", Kata Talitha yang masih duduk di meja belajarnya.
" Benarkah ? ", tanyanya lagi.
__ADS_1
" Sudahlah bersihkan dirimu dan tidur. Aku lelah menyeretmu tadi " , kata Talitha yang mulai beranjak menuju kasurnya sendiri untuk istirahat.