Vampir Sweet Bite

Vampir Sweet Bite
Bab 27


__ADS_3

Keesokkan harinya.


" Kau dari mana saja Tha ", tanya Vania saat melihat Talitha sudah mulai masuk ke kelasnya.


" Mengunjungi saudara ", jawab Talitha santai sambil mendudukkan dirinya.


" Kenapa bisa berbarengan dengan ijin nya Yusriel. Kau juga tidak memberitahuku langsung ", kata Vania dengan wajah cemberut.


" Kemaren aku buru buru dan juga aku tak tahu kalau ternyata Yusriel ijin juga ", kata Talitha dengan santai padahal Talitha sendiri pergi bersama dengan Yusriel untuk memanggil hewan spirit.


" Kau benar benar tidak bersama nya ", tanya Vania lagi dengan sedikit penasaran.


" Iya ", jawab Talitha dengan santai.


Semenjak kembali dari pelatihan yang diajarkan Yusriel, Talitha belajar mengendalikan ekspresi wajahnya dengan lebih baik dan juga mengendalikan rasa dihatinya.


Belum sempat Vania bertanya lagi, Yusriel masuk kelas dan langsung mengusir Vania.


" Pergilah ke tempat duduk mu sendiri ", kata Yusriel dengan sinis.


" Kau mengusirku ? ", tunjuk Vania pada dirinya sendiri Yusriel menganggukkan kepalanya.


" Kau yang merebut tempat dudukku sekarang kau mengusirku ", kata Vania lagi dengan ketus.


" Bukankah kau sudah pindah kemarin ? Kenapa sekarang baru mempermasalahkan ini ? ", kata Yusriel sedikit panjang.


" Kau benar benar keterlaluan ", jawab Vania lebih ketus lagi.


" Aku takkan pindah mulai sekarang. Kemarin aku terpaksa pindah karena guru menyuruhku", katanya lagi dengan semakin ketus.


" Kau ..... "


Yusriel belum sempat melanjutkan kata katanya karena dipotong oleh Talitha.


" Jika kalian mau bertengkar silakan keluar ", kata Talitha dingin karena jengah melihat perdebatan mereka.


Yusriel dan Vania saling diam menatap dengan sengit dan akhirnya pelajaran pun dimulai.


Setelah beberapa jam berlalu kini tiba saatnya istirahat dengan tergesa gesa para murid berlarian ke kantin.


Tak jauh berbeda dari mereka Talitha, Vania dan juga Yusriel sudah berada di kantin dan sedang menunggu makanannya.


" Dia sudah kembali ", kata Azka yang melihat tempat duduk Talitha.


Sontak saja semua ikut memandang ke arah pandang Azka.


" Kau benar ", kata Kaiden terus menatap Talitha yang tampak bahagia.


Tangan Kaiden sedikit mengepal merasakan cemburu saat Talitha tertawa bersama Yusriel.


" Bagaimana hasil pencarian mu ? ", tanya Kaiden pada Raska untuk menetralkan rasa cemburunya agar naluri vampir nya tidak keluar.

__ADS_1


" Belum ada hasil sama sekali ", jawab Raska dengan lesu.


" Maksud mu ? ", tanya Kaiden lagi.


" Yusriel seakan ada yang melindunginya. Semua data yang masuk sekolah ini data palsu. Setelah ditelusuri semuanya tidak ada petunjuk sama sekali bahkan pihak Afkar tidak menemukannya juga ", kata Raska panjang lebar.


" Benarkah ? ", tanya Kaiden tak percaya bahkan Afkar tidak bisa menyelidiki latar belakang Yusriel.


" Hm ", jawab Raska dengan menganggukkan kepalanya.


" Lalu dimana Bryan sekarang ? Kenapa dia belum kembali juga ? ", tanya Azka yang sedari tadi diam.


" Entahlah. Mungkin belum menemukan petunjuk tentang hewan spirit itu ", kata Raska lagi.


" Dia benar benar terobsesi tentang hewan spirit ", kata Azka.


" Iya itu karena leluhurnya adalah penyihir jadi dia selalu terobsesi dengan hewan spirit ", kata Raska menjelaskan.


" Benarkah ? ", tanya Azka memastikan.


" Iya. Kau belum terlalu lama bergabung dengan kami jadi kau tidak tahu ", kata Raska lagi.


" Iya ", jawab Azka dengan tenang.


Azka tahu dia belum lama bergabung dengan Kaiden, Raska dan juga Bryan jadi tidak terlalu tahu tentang masa lalu keluarga masing masing.


Yang Azka tahu lebih banyak tentang Kaiden dan para senator karena dia dibesarkan bersama Kaiden dan juga Afkar di dalam istana vampir.


" Lalu bagaimana dengan tentang gadis penyihir api biru itu ? ", tanya Raska yang teringat bahwa sudah tersebar dengan luas gadis penyihir api biru itu.


" Kita harus lebih cepat menemukannya karena para senator dan juga pihak Afkar juga sedang mencarinya ", kata Raska sedikit menjelaskan.


" Benarkah ? ", kata Kaiden yang seakan tertarik tentang itu.


" Iya ", jawab Raska singkat.


" Bagaimana para senator bisa tahu padahal kejadiannya terjadi di sekolah ini ", kata Azka pada Raska.


" Mungkin ada mata mata diantara kita di sekolah ini ", jawab Kaiden yang mulai bersuara.


" Berarti kita harus menemukannya lebih dulu ", kata Raska lagi.


" Tapi bagaimana caranya ? ", sambung Raska dengan bertanya pada keduanya.


" Jika kita mau menemukan nya buatlah keributan besar bersama vampir pemburu itu ", kata Azka dengan tenang.


" Maksud mu ? Kita harus bekerja sama dengan pihak Afkar tapi mereka juga sedang mencarinya ", kata Raska dengan serius.


" Itu adalah resiko yang harus ditanggung untuk menemukannya ", jawab Azka dengan tenang.


" Kita tidak mungkin melakukannya karena bisa jadi terjadi perang ", kata Raska lagi.

__ADS_1


" Berarti kita hanya bisa menunggu ", jawab Azka dengan santai.


Azka sudah tidak tertarik tentang gadis penyihir api biru itu lagi. Yang dia tahu bahwa nanti gadis itu juga akan menampakkan dirinya sendiri tanpa perlu dicari.


" Tapi sampai kapan ? ", tanya Raska.


" Sampai saatnya tiba ", jawab nya dengan santai.


" Kau yakin kita hanya menunggu saja ", tanya Raska lagi.


" Iya karena dia takkan muncul walau kita mencarinya dan itu akan menjadi percuma ", jawab Azka lagi.


" Sudah cukup ", kata Kaiden yang sedari tadi diam.


Kemudian bel berbunyi semua murid pun kembali masuk ke kelas masing masing.


Di kelas sudah ada Talitha ,Vania dan juga Yusriel bersama dengan teman teman sekelasnya.


" Tha ", panggil Vania pada Talitha yang duduk disebelahnya.


" Hm ", jawabnya sambil terus memandang papan tulis mendengarkan penjelasan gurunya.


" Kenapa Afkar dan Leo tidak kelihatan hari ini iya ", tanya Vania dengan ekspresi bingung.


" Entahlah ", jawab Talitha acuh.


" Afkar selalu mencari mu selama kau pergi ", kata Vania dengan memandang ke arah Talitha yang fokus dengan penjelasan gurunya.


" Kenapa ? ", tanya Talitha yang mengalihkan pandangannya sebentar ke arah Vania.


" Afkar itu sepertinya menyukaimu Tha ", kata Vania menjelaskan.


' Suka apanya ? Dia hanya tertarik padaku karena Kaiden juga mendekatiku. Dan terlebih lagi dia mengetahui darahku yang manis ', gerutu Talitha dalam hati.


" Tha ", panggil Vania lagi karena tak mendengar jawaban dari temannya ini.


" Hm ", jawab Talitha singkat.


" Apa kau tak menyukai Afkar , dia sangat tampan " , kata Vania tanpa sadar dengan sedikit keras.


" Ekhem ", suara guru berdehem menyadarkan Vania karena suara yang keras tanpa sengaja dan Talitha hanya cengengesan dan minta maaf.


Melihat itu Talitha hanya tersenyum sedikit melihat temannya itu sedikit canggung karena suaranya tanpa sengaja mengeras padahal masih jam pelajaran.


" Sudah fokus sana ke pelajaran ini dulu ", kata Talitha kemudian kembali fokus ke pelajaran yang dijelaskan gurunya kembali.


" Kau ini benar benar ", kata Vania dengan malasnya kembali mendengarkan pelajaran dari gurunya.


Tanpa mereka sadari semenjak tadi Yusriel mendengarkan obrolan Talitha dan Vania hanya menggerutu dalam hati.


' Jika Vania bisa melihat Afkar menyukai Talitha berarti Afkar telah terang terangan menginginkan Talitha '.

__ADS_1


' Aku harus lebih baik melindungi Talitha '.


' Sepertinya dia akan datang untuk mengalihkan perhatian keduanya dari Kaiden dan juga Afkar '.


__ADS_2