
Sementara dilain tempat hari sudah menunjukkan cahaya kemerahan menandakan hari mulai gelap.
Ada seorang gadis yang duduk diam di atas balkon kamar nya sambil memandang ke arah sinar matahari yang mulai redup dan menghilang.
Dia merindukan kebebasannya sebelum datang ke tempat ini. Terkadang seperti tawanan dari yang satu ke yang lain membuatnya menyesal telah datang ke tempat ini walaupun itu sudah menjadi tekatnya.
" Ayah aku merindukan mu ", katanya sambil termenung.
Tiba tiba terdengar suara dari arah belakang mengejutkannya.
" Kau disini ", kata seseorang yang mendekati gadis itu.
" Iya aku ingin kembali ke asrama ", jawab gadis itu dengan cepat.
" Baiklah kita akan kembali ke asrama ", jawab pria itu dengan santai.
" Benarkah ? ", tanya gadis itu dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
" Iya ", jawabnya dengan menganggukkan kepalanya.
Gadis itu reflek memeluknya karena begitu senang. Rasa bahagia Kaiden begitu besar saat Talitha tiba tiba memeluknya. Gadis itu adalah Talitha yang dikurung beberapa hari ini oleh Kaiden di mension miliknya itu.
Setelah beberapa detik kemudian Talitha tersadar dan melepaskan pelukannya dari Kaiden. Menjauhkan dirinya mundur beberapa langkah dan diam sejenak tanpa berkata apapun.
Melihat tingkah Talitha itu membuat Kaiden sedikit sedih akan perlakuan gadis nya yang masih mencoba menjauh darinya. Walaupun kalau diingat ingat lagi memang dialah yang bersalah pada Talitha.
Muncul dihadapan gadis yang disukainya sebagai vampir adalah hal yang paling menyakitkan dan menyedihkan bagi Kaiden. Tapi apalah dayanya, karena memang kenyataannya dirinya memanglah vampir jadi wajar saja jika Talitha sebagai seorang manusia biasa membenci bahkan takut akan dirinya.
Untuk menghilangkan kecanggungan yang terjadi setelah perilaku Talitha yang memeluk Kaiden karena terlalu senang akhirnya Kaiden memulai percakapan lebih dulu.
" Begitu senang kah ? Kau hanya akan kembali ke asrama saja ? ", tanya Kaiden pada Talitha.
" Tentu saja karena aku takkan lagi terkurung di tempat ini seperti tawanan ", jawab Talitha dengan sedikit ketus.
" Aku memang membiarkan mu kembali ke asrama hanya karena kau masih sekolah ", jawab Kaiden.
__ADS_1
" Apa hubungannya aku masih sekolah atau tidak dengan mu ? Aku punya hak untuk menentukan kehidupanku sendiri ", jawab Talitha dengan lebih ketus dari sebelumnya.
" Bukankah sudah kubilang bahwa aku menyukai mu, maka aku akan membawa mu kesini dan mengurung mu disini ", jawab Kaiden dengan ekspresi wajah serius.
" Kenapa kau selalu menggangguku ? ", tanya Talitha dengan sedikit meninggikan suaranya.
" Aku tidak mengganggu mu hanya saja takkan membiarkan milikku direbut oleh orang lain. Aku perlu menjaganya supaya tidak ada yang mendekat ", jawab Kaiden dengan panjang lebar.
" Kau menjadikan ku tawanan dan menjadi terobsesi denganku ? Sungguh - sungguh tak dapat ku mengerti ", kata Talitha yang mendengar setiap perkataan Kaiden.
" Sudah lah , lebih baik kau masuk sekarang dan turun untuk makan malam. Sebelum aku berubah pikiran ", kata Kaiden untuk mengakhiri perdebatan diantara mereka.
" Iya aku akan segera turun ", jawab Talitha kepada Kaiden.
Setelah mendengar jawaban Talitha akhirnya Kaiden turun ke bawah untuk menyiapkan makanan bagi Talitha. Kaiden tidak ingin Talitha menjadi sakit karena dia terlalu mengekangnya selama ini.
Entah apa yang dirasakannya sekarang. Menurutnya membawa Talitha ke mension nya merupakan keputusan terbaik untuk menghindari para vampir lain yang mengincar darahnya. Tapi dia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya dan hanya menghadapi tatapan kemarahan serta kebencian Talitha terhadapnya.
Talitha yang masih termenung setelah perdebatan tadi dengan Kaiden membuatnya melamun. Namun beberapa saat kemudian dia tersadar karena mendengar suara dari Pipop yang memanggilnya.
" Iya kau tenang saja setelah aku kembali ke asrama aku akan menyempurnakan kemampuan sihir ku agar dapat memusnahkan kaum vampir ", jawab nya dengan tegas.
" Kau yakin akan memusnahkan mereka ? Bukankah ada salah satu diantara mereka yang kau sayangi ? ", tanya Pipop karena melihat kegelisahan di mata Talitha.
" A..ku yakin. Mana mungkin aku menyukai seorang vampir ", katanya dengan ekspresi yang meragukan.
" Baiklah terserah kau saja ", jawab Pipop dengan pasrah karena untuk sekarang dia takkan bisa memberitahukan siapa sebenarnya yang orang yang akan menjadi bumerang karena ingin memusnahkan kaum vampir.
" Hm ", jawab nya kemudian melangkahkan kaki nya pergi menuju ruang makan.
Sesampainya di ruang makan Talitha hanya memakan makanannya dengan diam dan cepat. Setelah itu, Talitha kembali ke kamarnya tanpa berbicara sepatah katapun pada Kaiden.
Batin Talitha sedang memberontak karena perkataan Pipop tadi yang mengatakan akan ada salah satu vampir yang disayanginya sehingga dia akan ragu memusnahkan mereka.
Pikiran Talitha semakin keras mencari tahu siapa yang akan dia sayangi itu. Jika itu adalah Kaiden tidak mungkin karena dia hanya memberikan rasa benci padanya, kalau itu Afkar juga tidak mungkin.
__ADS_1
Pusing memikirkan hal ini akhirnya membuat Talitha lelah dan juga tertidur dengan tenang di kasurnya.
Beberapa saat berlalu, terdengar suara pintu yang dibuka oleh seseorang dengan pelan.
Ceklek.....................
" Kau sudah tidur rupanya ", kata orang itu sambil berjalan mendekati ranjang yang disitu terlihat seorang gadis tertidur dengan tenang.
Perlahan lahan setelah ia duduk di pinggir ranjang, ia mengusap kepala gadis itu dengan pelan membuat gadis itu semakin nyaman menuju dunia mimpinya.
" Maafkan aku yang selama ini tak bisa menemukan mu lebih cepat sehingga kau tak perlu melihat wujud vampir ku ini ", katanya dengan panjang lebar.
" Aku hanya ingin kau seperti Talitha yang dulu selalu tersenyum dan terhindar dari para vampir walau dengan cara kau membenciku ", katanya dengan pelan kepada gadis yang tertidur itu.
" Aku tak peduli asalkan kau selamat dari kaum vampir yang mengincar darah manis mu itu ", katanya lagi kemudian menatap orang itu dan keluar dari kamar Talitha secara perlahan agar tidak mengganggu tidur lelapnya itu.
Malam pun berlalu dengan tenang dan pagi hari pun menyapa dengan sinar mentari yang hangat.Dan terlihat seorang gadis terusik dengan kehangatan sang mentari pagi. Ia menerjap nerjapkan matanya secara perlahan dan kemudian langsung mendudukkan dirinya di atas ranjang tempatnya berbaring.
" Hm sudah pagi ", katanya sambil meregangkan otot otot ditubuhnya.
" Ini saatnya aku kembali ke asrama ", katanya lagi dan pergi bersiap siap.
Gadis itu adalah Talitha yang semalam berdebat dengan Kaiden untuk kembali ke asrama.
Setelah beberapa saat, Talitha turun dari tangga langsung menuju ruang makan dan disana terlihat Kaiden sedang menunggunya.
" Kau begitu semangat ingin kembali ke asrama ", tanya Kaiden yang melihat Talitha sudah duduk di sebelah kursinya.
" Tentu, dan jangan kau culik culik aku begini lagi ", kata Talitha dengan nada ketus.
" Itu akan selalu terjadi karena darah mu ", jawab Kaiden dengan santai.
" Iya aku tahu, tapi jika kau tidak menghisapnya maka aku tak perlu lagi ke mension ini bukan ? ", kata Talitha dengan sedikit panjang.
" itu salah mu sendiri mempunyai darah yang manis ", jawab Kaiden dengan tenang.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan makanan dengan perdebatan kecil akhirnya Kaiden membawa Talitha kembali ke asramanya.