Vampir Sweet Bite

Vampir Sweet Bite
Bab 30


__ADS_3

Perlahan sihir pembatas yang menyelubungi Talitha dan Afkar memudar.


Leo mengernyit bingung melihat tuannya sekaligus sahabatnya itu secepat ini memudarkan sihir pembatasnya tapi enggan bertanya.


Setelah sihirnya sepenuhnya menghilang aura hewan spirit yang menyelubungi tubuh Talitha juga menghilang.


Merasakan sekitarnya kembali ke semula Yusriel bernafas lega. Walaupun dia harus mengeluarkan hewan spirit dan menimbulkan kecurigaan setidaknya kali ini bisa melindungi Talitha walau sementara.


Talitha yang merasakan sihir pembatasnya sudah menghilang menghela nafas lega. Merasakan aura vampir dari Afkar memudar membuatnya kembali fokus ke pelajaran lagi.


Sementara Afkar yang sudah memudarkan sihir pembatasnya mengepalkan tangannya dan bergumam dalam hati.


' Ada hewan spirit berarti ada penyihir diantara mereka disini dan mengganggu ku ', gumam nya dalam hati.


' Aku secepatnya harus menyelidiki ini ', gumamnya lagi.


Setelah itu beberapa jam pun berlalu. Semua murid sudah ada di kantin sekolah karena mengisi perut yang semenjak tadi berdemo begitu pula dengan Yusriel, Talitha dan Vania.


" Kau pergi pesan makanan ", kata Yusriel pada Vania.


" Kenapa harus aku ? ", kata Vania pada Yusriel.


" Ya karena kau paling rakus. Cepatlah ", kata Yusriel dengan menggerak gerakkan tangannya mengusir Vania.


" Aku tidak rakus ", jawabnya dengan ketus.


" Hanya saja terlalu muat banyak ", kata Talitha ikut memberi jawaban yang sama artinya dengan rakus.


" Kau ini sahabatku atau dia sih ? ", kata Vania dengan menunjuk nunjukan jari tangan nya pada Yusriel.


" Sudah pergilah ", kata Talitha yang enggan melihat perdebatan diantara mereka lagi. Akhirnya Vania pasrah pergi memesan makanan untuk mereka.


" Apa dia sempat melakukan sesuatu ? ", tanya Yusriel pada Talitha.


" Tidak ", kata Talitha sambil menggelengkan kepalanya.


" Syukurlah ", kata Yusriel.


" Tapi kau terlalu gegabah karena dia pasti menyadari adanya hewan spirit itu ", kata Talitha sedikit gelisah.

__ADS_1


" Tenanglah. Walau keberadaan hewan spirit diketahui tapi mereka takkan mampu melacak keberadaan penyihir seperti kita ", jawab Yusriel dengan santai.


" Kau benar ", jawab Talitha.


Karena selama ini Talitha mampu menyembunyikan identitasnya sebagai penyihir walaupun kekuatannya belum sempurna.


" Baiklah untuk sementara dia akan teralihkan sambil menunggu seseorang datang ", kata Yusriel dengan santai.


" Maksudmu ? ", tanya Talitha yang tak mengerti.


" Kau akan tahu nanti ", kata Yusriel lagi dan Talitha hanya mengangguk walau tak mengerti dengan maksud ucapan Yusriel tadi.


Setelah itu seseorang datang membawa pesanan mereka bersama dengan Vania yang juga membawa pesanan makanannya sendiri karena terlalu banyak.


" Apa kau begitu lapar ? Memesan ini semua " , kata Yusriel menggeleng gelengkan kepala melihat makanan sebanyak itu di meja mereka.


" Iya tentu saja. Aku belum sarapan tadi pagi ", kata Vania dengan santai dan langsung duduk menyantap makanannya.


" Itu karena kau rakus ", kata Yusriel lagi menggelengkan kepalanya.


" Aku bukan rakus hanya saja lapar iya ", kata Vania dengan ketus.


" Sudah makan saja jangan berdebat lagi ", kata Talitha membuat mereka diam.


Ketenangan mereka sempat terganggu karena kedatangan Kaiden, Azka, Bryan dan Raska.


Bryan sudah kembali ke sekolah setelah menemukan hewan spirit burung elang tingkat rendah.


Sebenarnya hewan spirit itu milik Talitha yang dikirim untuk memantau pergerakan para vampir setelah mendengar saran dari Liam maupun Pipop.


Elan begitu pandai menyembunyikan aura spirit ditubuhnya sehingga hanya dianggap sebagai hewan spirit tingkat rendah yang tidak bisa berkomunikasi tapi sedikit mengerti bahasa manusia itu sendiri.


Semua siswa sedikit ramai membicarakan tentang personil mereka yang telah lengkap.


" Lihat personil mereka telah lengkap "


" Kau benar aku merindukan Bryan "


" most wonted sekolah kita memang yang terbaik ".

__ADS_1


Begitulah omongan para siswa yang didengar Talitha membuat melirik ke arah Kaiden sebentar.


" Tha ", kata Yusriel yang menyadari Talitha melihat ke arah Kaiden dan yang lainnya.


" Hm ", jawab Talitha kembali fokus ke makanannya.


" Kau benar benar mengirimnya pada mereka ? ", tanya Yusriel karena Talitha sempat menceritakan akan mengirim Elan sebagai mata mata.


" Hm. Untuk sementara dia akan disana dan memantau pergerakan mereka ", jawab Talitha pada Yusriel.


" Kurasa kau harus lebih waspada pada Afkar dan pengikutnya ", kata Yusriel sedikit menjelaskan pemikirannya.


" Iya aku tahu ", kata Talitha dengan tenang memikirkan kemungkinan yang akan terjadi.


" Kalian bicara apa ? ", kata Vania yang sejak tadi tidak mempedulikan pembicaraan mereka karena terlalu fokus pada makanannya yang begitu lapar.


" Tidak ada lanjutkan saja makan mu " , jawab Talitha membuat Vania menganggukkan kepalanya dan kembali fokus pada makanannya.


Sementara dimana Kaiden dan yang lain tengah duduk menunggu makanan pesanan mereka datang.


" Kau benar benar menemukan hewan spirit ? ", tanya Raska sedikit meragukan omongan Bryan.


" Ya kau tidak percaya. Nanti saat kita berkumpul akan ku tunjukkan pada kalian ", kata Bryan dengan sedikit bangga karena bisa menemukan hewan spirit walau hanya tingkat rendah.


" Bagaimana cara mu menemukannya ? " Kini giliran Azka bertanya pasalnya hewan spirit hanya bisa dipanggil oleh para keturunan penyihir saja dan bangsa vampir takkan memanggil ataupun mengendalikan mereka.


" Entahlah aku juga sedikit bingung. Tiba tiba saja saat aku berada di hutan Nourst dan aku sudah merasa putus asa mencari keberadaan penyihir ataupun hewan spirit aku menemukan elang itu yang terbang kesana kemari disana ", jawab Bryan dengan panjang lebar.


Hutan Nourst adalah hutan yang dulunya digunakan oleh para keturunan penyihir bersama hewan spirit peliharaannya untuk hidup berdampingan. Tapi setelah kejadian beberapa ratus tahun lalu saat bangsa vampir mengeksploitasi penyihir dan hewan spirit. Mereka pergi meninggalkan hutan tersebut sehingga menjadi hutan tak berpenghuni lagi. Para penyihir yang tersisa menyembunyikan diri mereka dan menghilangkan keberadaan mereka supaya terhindar dari bangsa vampir.


" Tidak mungkin hanya kebetulan. Pasti ada seseorang dibalik hewan spirit itu ", kata Azka yang tahu tentang hewan spirit.


Hewan spirit takkan pernah keluar dari dunia sihir hewan spirit jika tidak ada yang melakukan pemanggilan hewan spirit. Kemungkinan mereka keluar dari dunia sihir hewan spirit sangat lah kecil. Itu berarti hewan spirit yang didapat oleh Bryan merupakan hewan spirit yang dikendalikan oleh penyihir tapi Azka belum bisa memastikan hal itu jadi hanya mengemukakan pendapatnya saja.


" Kau benar ", kata Kaiden yang sedari tadi diam.


" Tapi dia hanya tingkat rendah mungkinkah seseorang penyihir akan menggunakan hewan spirit seperti itu ? ", tanya Bryan kepada Kaiden maupun Azka yang meragukan hewan spirit yang ditemukannya.


" Memang tidak mungkin para penyihir menggunakan hewan spirit seperti itu ", kini Azka membenarkan kata kata dari Bryan.

__ADS_1


" Tunjukkan saja nanti hewan spirit itu ", kata Kaiden menyudahi perdebatan mereka karena makanan yang telah mereka pesan datang.


Kemudian mereka menyantap makanan mereka dalam diam tanpa pembicaraan lagi. Hanya suara dantuman sendok dan garpu mereka yang bersuara.


__ADS_2