Vampir Sweet Bite

Vampir Sweet Bite
Bab 6


__ADS_3

Gadis itu berjalan sampai menuju ruang kelasnya, sebenarnya dia menyadari ada yang mengikutinya tapi tidak diambil pusing.


Tring.............


Setelah bel berbunyi Kaiden kembali ke kelasnya walaupun pikirannya masih tertuju pada gadis itu.


" Kau , kenapa Kai ", tanya Azka yang sudah kembali ke kelas bersama Raska dan Bryan.


" Gadis itu sepertinya mengetahui tentang vampir dan ingin memusnahkannya ", Jawab Kaiden yang sudah mendudukkan tubuhnya di kursinya.


" Aku juga sedikit bingung. Ini benar - benar aneh ", kata Azkka yang menimpali perkataan dari Kaiden.


" Bukankah sebentar lagi malam bulan purnama ? kita harus benar - benar berjaga. Apalagi sekarang Leo dan Afkar sudah ada disini ", kata Bryan yang mengkhawatirkan malam bulan purnama.


malam bulan purnama adalah malam dimana naluri kevampiran mereka akan muncul. Mereka akan mencari manusia untuk dihisap darahnya.


" Kau benar kita harus bagaimana Kai ? " tanya Raska yang ikut khawatir tentang itu.


" Tahun ini tidak akan terjadi apapun " , kata Azka yang memang pernah melihat masa depan.


" Maksudmu , kejadian itu takkan terulang lagi ? Bukankah setiap bulan purnama akan seperti itu ? " , tanya Bryan yang belum mengerti.


" Benar , tapi kemungkinan kali ini gadis penyihir itu datang mencegah kejadian seperti tahun lalu ", kata Azka.


" Kau benar Az , tapi masih belum pasti kan ? Untuk itu, kita harus berjaga - jaga " , kata Raska yang masih mengkhawatirkan tentang kejadian tahun lalu itu.


Setelah percakapan itu selesai , bel masuk berbunyi. Beberapa jam berlalu, pelajaran sudah selesai. Semua siswa kembali ke asrama masing - masing.


Berbeda dengan yang lainnya gadis itu berjalan menuju pohon rindang disalah satu taman di sekolahnya. Dia kemudian mendudukkan dirinya disana sambil membaca buku yang tadi pinjamnya.


Dengan serius membaca tiap lembar buku itu sampai tak menyadari ada seseorang yang berada diatas pohon tersebut. Orang itu begitu memperhatikan gadis itu , dan menerka - nerka kenapa dia berada disini.


" Sebentar lagi semua akan dimulai ", kata gadis itu dengan memejamkan matanya.


' Apa yang dimaksud gadis itu ' , kata orang yang memperhatikannya sedang tadi.


" Kuharap kali ini, tidak seburuk tahun lalu " , katanya lagi kemudian berdiri dan kembali ke kamar nya.


Setelah kepergian gadis itu, orang itu turun dari atas pohon dan melihat punggung gadis itu menjauh dari arah pandangnya.


" Sebenarnya apa yang kau ketahui ? Kenapa begitu misterius dengan kata - katamu itu " , kata orang itu yang menjauh dari pohon itu.

__ADS_1


" Kau kenapa Az ? " , tanya Raska yang melihat temannya itu datang dari arah pohon dengan ekspresi bingung.


" Aku hanya kepikiran, manusia tidak mungkin serumit itu kan ? " , bukannya menjawab Raska melainkan pertanyaan yang dikeluarkan dari mulut Azka .


" Apa maksudmu ? " , tanya Kaiden yang mulai penasaran.


" Gadis itu seperti mengetahui sesuatu akan terjadi dan itu membuatku sedikit bingung " , jawab Azka yang kali ini benar - benar menjawab.


" Mungkinkah dia bisa melihat masa depan sepertimu ? " , kata Raska yang mulai panik karena bisa dipastikan dia akan mengerti semua kejadian di masa lampau dan sekarang.


" Entahlah aku belum mengetahuinya " , jawab Azka kemudian mulai memikirkan hal itu juga.


" Biar aku sendiri yang selidiki " , jawab Kaiden yang mulai jengah jika perbincangan itu mulai diutarakan kembali.


Mereka akhirnya berjalan menuju ruang VGR yang merupakan tempat perkumpulan vampir yang ada disekolah itu. VGR merupakan singkatan dari Vampire Gathering Room.


" Bagaimana caramu menyelidikinya Kai ? ", tanya Raska yang mulai penasaran.


" Aku juga tidak tahu " , kata Kaiden yang memang sedikit bingung.


" Mungkinkah kekuatannya akan keluar jika dia merasa terdesak ? Jadi kita harus membuatnya takut atau merasa dalam bahaya ! ", kata Bryan yang sudah duduk disalah satu kursi dan mendengar sedikit percakapan mereka.


" Itu bisa dicoba Kai ", kata Azka yang membenarkan perkataan Bryan.


" Tapi bagaimana membuatnya keluar dari kamarnya ? " , tanya Raska.


" Manfaatkan sahabat gadis itu saja. Sekalian kita mengecek siapa diantara mereka yang merupakan gadis penyihir itu ", kata Bryan.


" Kau benar, ini adalah kesempatan kita " , kata Raska yang menyetujui perkataan Bryan.


Setelah beberapa jam berlalu, hari sudah menjelang malam. Di sebuah lorong yang sudah gelap gulita dua gadis sedang berjalan menuju ke tempat yang diterimanya melalui pesan SMS.


" Kau benar disini tempatnya Van ", tanya Talitha yang mulai curiga dengan pesan itu.


" Iya , aku sangat yakin " , jawab Vania sambil memandang sekitarnya dengan seksama.


" Baiklah , tapi ingat hanya 15 menit saja. Aku lelah ingin menuju kasurku " , kata Talitha yang sebenarnya sudah mulai mengantuk.


" Iya iya , kau bawel sekali. Itu ruangannya " , kata Vania yang mulai mendekat dan kemudian membuka pintu ruang tersebut.


Mereka berdua pun masuk dengan perasaan was - was karena ruangan itu begitu gelap. Talitha yang merasakan aura vampir begitu kuat kemudian ingin berbalik dengan mengandeng Vania tetapi terdengar suara pintu ditutup dengan keras.

__ADS_1


Brak...........


" Tha , ada apa ini ", tanya Vania yang mulai sedikit ketakutan.


' Gawat , aku maksud jebakan tapi ini bukan saatnya menunjukkan kekuatanku ' , kata Talitha dalam hati .


" Tha, kau malah melamun ", tanya Vania lagi yang tidak menerima jawaban dari sahabatnya ini.


" Tenanglah semua akan baik - baik saja " , jawab Talitha sambil menenangkan Vania dengan mengelus punggungnya.


Wush ....... Wush...........


Secepat angin seseorang memisahkan mereka berdua. Talitha terdiam merasakan dirinya yang mulai sedikit gemetar karena aura yang begitu kuat ditambah lagi kekuatannya tidak boleh dikeluarkan sekarang.


Tap.... Tap......Tap


Langkah kaki itu semakin mendekat ke arahnya dan tiba - tiba sebuah tangan meraih pinggangnya dan menempelkan badan mereka berdua.


" Kau wangi ", kata orang itu yang sudah mendekatkan kepala ke leher Talitha.


" Kau si...? " , kata Talitha terhenti dan sedikit teriak merasakan lehernya tertancap sesuatu yang tajam.


Krauk.....


" Akh ", teriak Talitha yang mengepalkan kedua tangannya.


Tanpa banyak bicara orang itu terus menghisap darah Talitha yang menurutnya wangi dan manis itu. Setelah puas merasakan dahaganya, dia kemudian memandang wajah Talitha yang sedikit pucat itu.


Entah kenapa, matanya memandang bibir pucat itu dan dia sedikit tergoda olehnya. Tanpa basa - basi dia kemudian menyambar bibir Talitha itu.


Talitha terpaku merasakan benda kenyal dan dingin menyentuh bibirnya. Matanya masih terpejam akibat gigitan tadi. Karena Talitha yang masih terdiam , orang itu mengigit bibir bawah Talitha sedikit.


" Akh ", suara Talitha tertahan karena mulutnya langsung dibungkam dengan lidah orang itu yang masuk mengobrak - abrik isi didalamnya.


Uhm........uhm..........uhm ........


Akhirnya ciuman itu terlepas dari keduanya.


" Kau sungguh - sungguh nikmat . Bukan hanya darahmu saja tapi bibirmu juga menggodaku ", kata orang itu yang mulai melepaskan rangkulan tangannya di pinggang Talitha.


Setelah terlepas dari itu tiba - tiba kaki Talitha menjadi lemas. Dia kehilangan keseimbangannya dan terjatuh .

__ADS_1


Bruk.........


Talitha terduduk dibawah sedangkan pria itu melangkahkan kakinya pergi menuju tempat tersembunyi ingin melihat apa yang akan dilakukan gadis tadi.


__ADS_2