Vampir Sweet Bite

Vampir Sweet Bite
Bab 24


__ADS_3

Sementara di dunia nyata Yusriel sudah harap harap cemas karena Talitha pergi terlalu lama dan belum kembali juga.


Badan Talitha perlahan mengeluarkan keringat dingin dan sedikit bergetar karena terlalu lama disana.


Yusriel ingin menyadarkan Talitha tapi ditahan oleh serigala yang tiba tiba keluar dari tubuhnya.


" Jangan " , kata serigala itu.


" Kenapa ? ", kata Yusriel tak mengerti.


" Dia harus disadarkan badannya gemetar dan keringat nya bercucuran ", katanya lagi.


" Dia sedang mencari hewan spirit tertinggi ", kata serigala itu.


" Apa maksudmu ?", tanya Yusriel yang tidak mengerti.


" Kau tahu kekuatan nya adalah kekuatan spesial bukan ?", serigala itu balik bertanya.


" Iya ", Yusriel menjawab dengan mengangguk anggukkan kepalanya.


" Hanya kekuatan spesial yang mampu menemukan hewan spirit tersembunyi ", jawab serigala itu dengan tenang.


" Aku tahu. Tapi kurasa dia sedang kesakitan ", kata Yusriel menunjukkan dimana wajah Talitha yang mulai berkerut seperti menahan sakit.


" Menemukan yang lebih tinggi perlu banyak pengorbanan dan rasa sakit nya akan bertambah ", kata serigala itu lagi.


" Lalu harus bagaimana ? ", tanya Yusriel yang sudah mulai cemas akan keadaan Talitha.


" Dia akan baik baik saja ", tiba tiba seekor burung spirit berwujud gagak keluar dari dalam diri Yusriel.


" Kau akhirnya keluar juga ", kata serigala itu dengan paksa.


" Dia berhasil membuat kontrak dengan burung elang emas ", kata burung gagak itu tanpa mempedulikan si serigala.


" Maksud mu ? ", tanya Yusriel yang sedikit tak mengerti.


" Kau memang terkadang bodoh tuan ", jawab burung gagak itu.


" Diam ", Yusriel mulai mengeluarkan hawa dingin nya saat dikatai bodoh oleh peliharaannya.


Seketika itu juga serigala dan burung gagak tak mampu berkata kata lagi. Jika mereka mengatakan sesuatu yang membuat tuannya marah maka mereka akan mendapat hukuman yang melelahkan dan juga merepotkan dari tuannya itu.


Akhirnya mereka hanya mengawasi Talitha dengan diam tanpa ada yang berkata kata lagi.


Sementara disisi lain.


" Kau sudah menemukannya ?", tanya Kaiden pada Raska ditugaskan mencari keberadaan Talitha yang menghilang.


" Belum " jawabnya lesu.


" Aku rasa auranya sudah tak bisa terbaca atau dirasakan lagi ", kata Azka tiba tiba.


" Maksud mu ?", tanya Raska tak mengerti.


" Sejak dia pergi dengan alasan keluarga bersamaan murid baru itu. Auranya sedikit demi sedikit menghilang ", kata Azka lagi.


" Berarti ini ada hubungannya dengan murid baru itu ?", tanya Raska yang mulai penasaran.

__ADS_1


" Mungkin ", jawab Azka acuh tak acuh.


" Kudengar dia sangat dekat saat pertama kali murid baru itu masuk ", kata Azka lagi.


" Maksud mu ? ", kini Kaiden mulai bertanya.


" Bukankah kau juga melihat kedekatan mereka Kai ?", Azka balik bertanya.


" Hm ", jawabnya dengan dingin karena mengingat Talitha berpelukan dengan murid baru itu.


" Ras, selidiki murid baru itu ", kata Kaiden yang sudah memikirkan nya dari tadi.


" Baiklah ", kata Raska kemudian beranjak pergi dari tempat mereka berkumpul.


" Dimana Bryan ? " , tanya Kaiden pada Azka pasalnya Bryan tidak datang berkumpul.


" Entahlah ", jawab Azka.


" Mungkin dia sedang mencari tahu tentang hewan spirit burung itu ", kata Azka lagi menambahkan kata katanya.


" Bukankah kau tahu dia sangat tertarik dengan hewan spirit seperti itu ? ", tanya Azka pada Kaiden.


" Hm kau benar ", jawab Kaiden.


" Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang ? ", tanya Azka pada Kaiden.


" Aku juga tidak tahu ", jawab Kaiden bingung.


" Yang pasti aku akan menemukan gadis kecilku dimana pun dia berada ", jawab Kaiden dengan serius.


" Terserah kau saja. Ingat jangan beri hukuman atas tindakan yang tidak dia lakukan " kata Azka mengingatkan Kaiden.


" Itu akan membuat nya membencimu " , kata Azka kemudian pergi dari ruang perkumpulan mereka.


" Sekeras apa pun dia membenci ku. Aku takkan menjauh darinya ", kata Kaiden.


" Walaupun kau juga berselisih dengan saudara mu ? ", kata Azka mengingatkan Kaiden.


" Dia telah melewati batas dengan menjadi pemimpin vampir pemburu ", jawab Kaiden dengan tenang.


" Itu bukan pilihannya tapi tuntutan karena darah vampir pemburunya jauh lebih kental dari pada dirimu ", jawab Azka menjelaskan pada Kaiden.


" Apapun alasannya jika dia sampai mengusik milikku maka akan langsung berhadapan denganku ", kata Kaiden dengan dingin.


" Jalan mu untuk meraih nya akan sangat panjang Kai ", kata Azka dengan sedikit resah.


" Apa maksud mu ?", tanya Kaiden pada Azka.


" Aku hanya melihat kebenciannya terhadap dirimu terlebih kau adalah vampir ", kata Azka lagi pada Kaiden.


" Aku tidak peduli ", jawab Kaiden dengan tegas.


" Selain itu akan banyak yang mendekatinya ", ucap Azka lagi.


" Termasuk dirimu ? " tanya Kaiden dengan ketus.


" Entahlah ", jawab Azka menghardik kan bahunya tak menganggap serius pertanyaan Kaiden.

__ADS_1


Memang Azka merasa sangat nyaman berada didekatnya dan juga ingin selalu membuatnya senyum serta melindunginya.


Azka juga tidak tahu apa yang dia rasakan itu. Perasaan yang familiar dan juga sangat nyaman didekat Talitha.


Setelah kepergian Azka, Kaiden memikirkan kata kata Azka yang membuatnya sedikit gelisah.


Akan tetapi dia mengusir pikiran gelisah itu. Apapun yang terjadi Talitha adalah miliknya dan miliknya tidak boleh disentuh oleh orang lain.


Sementara disisi Afkar dan juga Leo sudah mulai resah dengan menghilangnya Talitha selama seminggu ini.


" Dimana Daniel ?", kata Afkar dengan raut wajah marah.


" Dia masih menyelidiki nya tapi belum ada celah sama sekali ", kata Leo.


" Maksud mu dia belum kembali ?", tanya Afkar lagi.


" Iya , dia masih mencari alamat pastinya karena data yang didapat dari sekolah semuanya palsu ", kata Leo menjelaskan pada Afkar.


" Ini benar benar mencurigakan ", kata Afkar lagi.


" Sebenarnya apa hubungan mereka dan juga mereka terlalu misterius ", kata Afkar melanjutkan kata katanya.


" Sepertinya kita juga perlu menyelidiki Talitha ", jawab Leo menjelaskan pada Afkar.


" Apa maksud mu ?", tanya Afkar tak mengerti.


" Kita tidak bisa menyelidiki anak baru bernama Yusriel itu jadi ada kemungkinan kita bisa menyelidikinya lewat Talitha ", jawab Leo pada Afkar.


" Terserah kau saja ", jawab Afkar dengan datar.


" Lalu bagaimana dengan Vania ? ", tanya Afkar lagi menghentikan langkah Leo yang akan beranjak dari tempatnya.


" Vania ? ", tanya Leo memastikan pendengarannya.


" Iya siapa lagi ", jawab Afkar datar.


" Sepertinya gadis itu juga tidak mengetahui apapun tentang menghilangnya Talitha ", Afkar menjelaskan dengan tenang.


" Kau yakin ? ", tanya Afkar lagi.


" Hm. Aku sangat yakin ".


" Dia juga sedikit cemas karena selama seminggu ini Talitha tidak memberi kabar sama sekali ", terang Leo pada Afkar.


" Hm Kaiden juga belum ada pergerakan lagi ", kata Afkar lagi.


" Mungkin dia akan bergerak sekarang karena sudah seminggu tidak ada kabar dan auranya pun sudah mulai menghilang ", kata Leo panjang lebar.


" Kau benar. Aku juga tidak melihat Bryan diantara mereka ", kata Afkar mengingat mereka selalu bertiga tanpa Bryan.


" Dari yang ku tahu dia mencari penyihir karena melihat hewan spirit di sekolah ini ", jawab Leo sambil mengingat informasi yang didapat dari anak buahnya.


" Maksud mu selain gadis penyihir api biru ada penyihir lain lagi ? ", kata Afkar memastikan pikirannya.


" Entahlah. Yang pasti itu alasan kenapa Bryan jarang terlihat akhir akhir ini ", kata Leo dengan tenang.


" Kita harus terus mengawasi pergerakan Kaiden dan kawan kawannya untuk saat ini.

__ADS_1


Jangan sampai dia menemukan gadis penyihir itu duluan ", kata Afkar panjang lebar.


" Baik lah ", jawab Leo kemudian pergi menuju kamar nya karena mereka berada di kamar Afkar.


__ADS_2