Vampir Sweet Bite

Vampir Sweet Bite
Bab 28


__ADS_3

Setelah bel pulang berbunyi Talitha mengatakan akan ke perpustakaan dulu untuk mencari buku.


Mau tidak mau akhirnya Vania ke asrama bersama Yusriel karena Talitha tidak mau ditemani oleh mereka.


Talitha sudah ada di perpustakaan dan sedang berada di pojok tempat buku buku tentang vampir tertata rapi.


Talitha sudah tak heran kenapa disini banyak buku tentang vampir ternyata pendiri sekolah ini adalah kaum vampir.


Setelah menemukan bukunya Talitha ke tempat duduk yang disediakan di perpustakaan untuk membaca buku.


" Kau selalu membaca buku tentang vampir ", tiba tiba sebuah suara mengagetkannya.


" Kau disini ", kata Talitha dengan suara sedikit keras karena terkejut. Beruntung di perpustakaan cukup sepi karena biasanya siswa datang di waktu istirahat ataupun pelajaran saja.


Tidak seperti Talitha memilih datang disaat perpustakaan sepi.


" Tentu saja ", jawabnya dengan singkat.


" Aku merindukan milikku yang pergi tanpa kabar ", katanya lagi dengan dingin.


" Siapa yang milikmu ? ", tanya Talitha dengan sedikit gugup.


Walaupun dia sudah berhasil memanggil hewan spirit dan juga meningkatkan kekuatannya dia harus terus bersembunyi dibalik gadis biasa yang hanya tertarik dengan vampir.


Laki laki yang suaranya didengar Talitha berdiri dari duduknya kemudian beranjak menuju tempat duduk Talitha yang didepannya.


Dengan pelan dia menarik kursi Talitha ke belakang dan mengurungnya karena dia duduk di meja di depan Talitha.


" Aku akan tahu dimana pun milikku berada ", katanya sambil mengambil buku yang masih dipegang Talitha dan menaruhnya di meja.


Dia menatap mata Talitha yang juga mendongak menatap nya kemudian berbisik di telinganya.


" Aku sudah membiarkanmu bermain main begitu lama dengan orang lain ", katanya lagi dengan dingin dan pelan.


" Kau pergilah ", kata Talitha dengan mendorong jauh tubuh orang itu.


" Terima hukuman mu gadisku ", katanya lagi dengan senyum tersungging di bibirnya.


Mendengar itu Talitha langsung gugup merasakan tubuhnya yang tiba tiba membeku di tempat.


" Kau.... ", belum sempat Talitha berbicara sudah dibungkam dengan bibir orang itu dengan lembut dan dingin.


Eumh......eumh........eumh.......


Setelah puas merasakan bibirnya yang dirindukannya kemudian dia beralih mengarahkan bibirnya itu ke lehernya dan krauk.


" Akh ", teriak Talitha tertahan karena sudah diberi dinding pelindung oleh orang itu.


Dia terus menghisap darah Talitha sampai puas dan setelah itu dia menjilat bekas darah yang masih mengalir di leher Talitha itu.


" Kau terlalu suka bermain denganku ", katanya setelah selesai dengan kegiatannya itu.


Wajah Talitha berubah menjadi merah padam karena hal itu selalu terjadi padanya. Tangannya mengepal dengan kuat karena hal itu.


Setelah itu memberikan sihir perlindungan supaya para vampir lain tidak merasakan aroma manis dari gadis itu.


Orang itu pergi begitu saja meninggalkan Talitha yang termenung sendiri.


" Kau bodoh ", kata seseorang menyadarkan Talitha.

__ADS_1


" Hm " , jawab Talitha.


" Kenapa kau membiarkannya melakukan itu ", kata orang itu lagi.


" Itu karena aku harus bersembunyi dari mereka semua ", kata Talitha dengan tenang.


" Iya kau memang harus bersembunyi menunggu kekuatan mu sempurna ", kata orang itu.


" Hm kau benar Pipop ", jawab Talitha lagi.


Orang yang bercakap cakap dengan Talitha adalah Pipop si singa bersayap hewan spirit peliharaannya.


" Lalu untuk apa kau selalu mencari buku tentang vampir seperti ini ? ", tanya Pipop dengan penasaran.


" Aku harus mencari semua informasi tentang mereka jika ingin mengalahkannya ", jawab Talitha dengan serius.


" Kau mencari di dunia ini tentu saja tidak ada ", kata Pipop lagi.


" Lalu harus bagaimana ? ", tanya Talitha dengan sedikit frustasi karena buku buku disini ternyata tidak bisa digunakan untuk mengalahkan para vampir.


" Kau harus menyusup ke tempat para vampir berkumpul dan berbaur dengan mereka ", kata Pipop lagi.


" Itu tidak mungkin ".


" Mereka sudah mengetahui tentang diriku ", jawab Talitha dengan sedikit lesu.


" Biarkan si elang yang menyusup ", kata Liam dengan tenang keluar dari wujud kalungnya menjadi singa dan melingkar dibawah kaki Talitha.


" Dia bisa menyembunyikan dirinya sebagai hewan spirit ", kata Liam lagi.


" Benarkah ? " tanya Talitha.


" kembali ke wujud semula terlalu bahaya disini ", kata Talitha lagi.


" Baiklah ", kata Liam kembali ke wujud kalung.


Kemudian Talitha mengembalikan buku ke rak nya masing masing.


Setelah semua buku dikembalikan ke rak bukunya lagi Talitha kemudian berjalan kembali ke kamar asramanya.


Sementara di tempat lain.


" Apa yang kau lakukan ? " , tanya Leo yang sudah duduk menunggu lama di tempat mereka berkumpul dengan para vampir pemburu lainnya.


" Bertemu dengan gadis milikku ", jawabnya dengan tenang.


" Dia sudah kembali ? ", tanya Leo tidak tahu karena terlalu fokus mengurus rencana yang akan dibuat selanjutnya.


" Ya aku telah melepas rindu dengan nya ", jawab Afkar santai


" Kau sudah berubah ", kata Leo sambil menggeleng geleng kan kepalanya.


" Jadi apa yang akan kita lakukan ? ", tanya Afkar kembali ke mode serius dan datar nya.


" Kemungkinan kita harus memancingnya jika ingin dia keluar ", kata Leo dengan yakin dan serius.


" Memancing ? " , kata Afkar mengulang kata kata Leo dengan muka serius memikirkan nya.


" Iya karena hanya jalan buntu yang kita temui ", jawab Leo dengan sedikit lesu karena penyelidikkan nya tanpa hasil.

__ADS_1


" Lalu bagaiman dengan tugas mu Niel ? ", tanya Afkar mengalihkan pandangan pada Daniel yang disebelahnya


" Semua sudah ku selidiki termasuk Talitha tapi tidak ada satupun data yang valid ", jawab Daniel.


" Pihak Kaiden yang menyelidikinya pun menemui hal yang sama ", kata Daniel lagi.


" Benarkah ? Ternyata Kaiden bergerak dengan cepat juga ", kata Afkar sambil memainkan bolpoin di tangannya.


Entah didapat darimana bolpoin itu tiba tiba di tangannya saja.


" Dan juga ", kata Daniel terhenti karena sedikit takut akan kemarahan tuannya itu.


" Apa ? ", tanya Afkar dan Leo bersamaan karena Daniel menghentikan kata katanya.


" Pihak senator telah mengetahui bahwa gadis penyihir api biru telah muncul disini ", kata Daniel dengan sedikit gugup dan keluar keringat dingin di dahinya.


Walaupun Daniel vampir tetap saja merasakan gugup dan juga hal yang sama seperti manusia jika dilanda ketakutan.


" Apa ? "


" Apa ? "


Kata Leo dan Afkar bersamaan dengan ekspresi kaget dan terkejut nya.


" Iya " jawab Daniel dengan sedikit tertunduk takut merasakan aura vampir pemburu yang menyeruak masuk Indra penciumannya.


" Berarti para senator telah menyelundupkan mata mata diantara kita ", kata Leo yang mengerti dari mana para senator mengetahui kejadian itu dengan cepat.


" Itu masalah besar ", kata Afkar memikirkannya.


Jika ada mata mata bersama mereka berarti keberadaan Talitha lambat lain akan ketahuan seperti keberadaan gadis penyihir api biru itu.


' Ini tidak bisa dibiarkan ' Afkar membatin dalam hati.


" Kita harus menemukan mata mata sebelum rencana dimulai " , kata Afkar dengan serius kepada seluruh anggotanya yang ada didalam ruang pertemuan tersebut.


Semua anak buah nya mengangguk serentak mengiyakan ucapan tuannya itu.


Setelah itu pertemuan dibubarkan dan mereka kembali ke penyamaran mereka masing masing.


" Lalu apa yang akan kau lakukan ? ", tanya Leo pada Afkar.


Ya sekarang Afkar sedang berdua saja dengan Leo.


" Untuk sementara kita hanya diam dan tunda rencana ", kata Afkar dingin.


" Maksud mu kita menunda rencana demi menghindari para senator itu ? ", tanya Leo memastikan pendengarannya


" Ya jika bergerak sekarang hasilnya akan diperoleh para senator itu ", jawab Afkar dengan serius.


" Ya kau benar ", jawab Leo yang sudah mengerti.


" Selidiki kegiatan Bryan karena aku tak pernah melihatnya beberapa hari tera-khir ini ", tanya Afkar pada Leo.


" Sepertinya dia mencari sesuatu tapi entah apa itu ? ", Leo bukan memberi jawaban melainkan pertanyaan.


" Hm ", kata Kaiden singkat.


~ Maaf author baru up lagi , jangan lupa like coment, dan vote ya kak ~

__ADS_1


__ADS_2