
Setelah mereka sarapan dengan tenang gadis itu kembali berbicara dengan Azka.
" ini dimana sebenarnya ? ", kata gadis itu kepada Azka.
" Ini di mension tempat kami berkumpul bersama ", bukan Azka yang menjawab tapi Bryan yang menjawabnya.
Mereka sudah berada diruang tamu yang tadi dengan Bryan dan Raska bersama mereka.
" Iya maksudku ini dimana lokasinya aku harus segera ke Starlight High School ", kata gadis itu dengan nada yang sedikit tinggi.
" Kau bersekolah disana ? ", tanya Bryan lagi.
" Ya aku adalah murid pindahan dan harusnya aku sudah sampai sana tapi entah kenapa aku terbangun disini ", jawab gadis itu dengan sedikit lesu.
" Bukankah sudah kubilang kau pingsan ditengah jalan menghalangiku untuk lewat ".
" Aku berbaik hati membawa mu kesini dan kau bukan berterimakasih malah seakan menyalahkan ku ", jawab Azka dengan nada sedikit tegas.
" Bukan menyalahkan mu hanya saja aku harus segera kesana ", jawab gadis itu dengan sedikit lesu.
" Kami juga bersekolah disana jadi kau bisa ikut dengan kami nanti ", jawab Bryan dengan tenang.
" Lalu siapa namamu ? Dari tadi kita mengobrol tanpa tahu nama mu ", tanya Raska yang sedari tadi hanya diam mendengarkan percakapan antara mereka.
" Namaku adalah Candy ", jawab gadis itu dengan sedikit lemah suaranya.
' Oh jadi dia adalah Candy , sayang sekali ibu tidak memberitahukan siapa nama adikku jadi aku harus memastikannya ', gumam Azka dalam hatinya.
Melihat Azka yang melamun setelah mendengar nama gadis itu yaitu Candy membuat Raska sedikit curiga karena tak biasanya Azka tertarik atau bahkan melamun disaat ada orang berbicara kecuali dengan Talitha setelah beberapa lama bersamanya.
" Baiklah Candy kau akan ikut dengan kami ke sana karena kebetulan kita juga akan ke sana ", kata Bryan menyadarkan lamunan Azka dan kembali fokus pada pembicaraan mereka.
" Terimakasih kalian sudah mau membantu ku dan maaf merepotkan kalian lagi ", jawab Candy dengan senang karena mendapat tumpangan tanpa perlu bersusah susah mencari lokasi sekolahnya.
" Tidak merepotkan kok, sekarang kau siap siaplah, sebentar lagi kita berangkat ke sana ", kata Bryan lagi.
" Baiklah ", kata Candy dan bergegas pergi ke kamar yang tadi malam ditempatinya untuk bersiap siap.
__ADS_1
" Kau yakin akan mengajaknya bersama kita , bukankah itu akan membuatnya sedikit curiga tentang kita ", kata Raska memastikan pendapat nya pada Bryan.
" Dia hanya manusia biasa takkan bisa menyadari keberadaan kita sebagai vampir kecuali dia penyihir ", kata Bryan dengan santai.
' Kau terlalu ceroboh Bryan, tidak menyadari bahwa dia seorang penyihir padahal kau berasal dari keturunan vampir dan penyihir ', gumam Azka dalam hati sambil memandang Bryan.
Melihat tatapan Azka pada Bryan membuat Raska semakin yakin jika gadis itu bukanlah seorang manusia biasa tapi entah bagaimana Azka ingin menyembunyikan identitas gadis itu. Dan hal itu harus diselidiki terlebih dahulu sebelum memberitahukan pada Bryan dan juga Kaiden.
Setelah beberapa lama menunggu akhirnya Candy sudah siap dan mereka pun bergegas pergi tanpa percakapan apapun. Dan setelah beberapa jam berlalu akhirnya mereka sampai di Starlight High School.
Mereka akhirnya berpisah dengan Candy setelah mengantarkannya ke ruang kepala sekolah.
" Disini kelihatan tidak terjadi apapun setelah pertempuran semalam " , kata Bryan sambil mengamati keadaan di sekitar sekolah nya itu.
" Mungkin gadis penyihir itu sudah membereskannya sebelum pergi karena akan menjadi hal merepotkan jika para manusia mengetahui keberadaan kita ", jawab Raska sambil melihat ke arah Azka meminta pendapat nya.
" Itu mungkin bisa terjadi atau ada penyihir lain yang membantu membereskannya karena aku merasa ada aura penyihir di sekolah ini walau sedikit samar ", kata Azka dengan tenang dan memejamkan matanya sebentar merasakan aura penyihir lain selain Candy yang diduga sebagai adiknya itu.
" Mungkin saja seperti itu ", jawab Raska setelah mendengar perkataan Azka yang sedikit panjang baginya.
" Entahlah keberadaan mereka juga sedikit menghilang tanpa bisa dilacak , kemungkinan adalah untuk menyembuhkan Afkar yang kabarnya terluka ", jawab Raska menjelaskan.
" Lalu Kaiden sampai sekarang masih bersama Talitha kah ? ", karena rasa penasaran dan juga sedikit cemas akhirnya Azka bertanya tentang mereka.
" Mungkin mereka masih bersama di kediaman Kaiden ", kata Raska dengan tenang.
' Ku harap kau baik baik saja ', kata Azka dalam hatinya.
" Sudahlah lupakan mereka sekarang kita harus cari bukti siapa gadis penyihir yang menyerang Afkar ", kata Bryan pada kedua temannya.
" Iya kau benar ", kata Raska menyetujui ucapan dari Bryan temannya itu.
" Apakah sudah ada petunjuk ? ", tanya Azka memastikan apakah kedua temannya mengetahui sesuatu.
" Belum ada hal yang pasti, tapi kurasa setelah dia menyerah Afkar dia terluka karena dari mata mata yang berjaga melihat dia pergi dengan cepat setelah melukainya ", jawab Bryan menjelaskan perkiraan yang dipikirkannya.
" Lalu siapa yang membereskan kekacauan setelah dia pergi ? ", tanya Azka memastikan sekali lagi informasi yang didapat temannya itu.
__ADS_1
" Entahlah, itu sebabnya aku menyelidiki ini lebih teliti lagi. Sebab kurasa ada sesuatu yang mencurigakan disini ", jawab Bryan lagi.
" Maksud mu ? ", tanya Azka lagi.
" Maksudnya adalah ada penyihir lain yang ada disini walaupun kita tidak bisa memastikan siapa orangnya karena sepertinya dia berbaur menjadi murid disini seperti manusia pada umumnya ", bukan Bryan yang menjawab melainkan Raska dengan penuh pertimbangan dan perkiraannya bahwa memang ada penyihir lain ditempat ini.
" Kalau begitu kita harus memastikan semua ", jawab Azka menanggapi perkataan dari Raska.
" Itu sudah pasti ", jawab keduanya.
Setelah beberapa mereka mengobrol akhirnya pembelajaran disekolah sudah kembali seperti biasa lagi.
Sementara ditempat lain Candy berjalan menuju ruang kelasnya setelah dia bertemu dengan guru walinya.
Dengan tenang dan pasti Candy melangkahkan diri masuk ke kelasnya dan memperkenalkan dirinya sebagai murid pindahan. Banyak diantara mereka teman sekelas Candy mulai mengajukan pertanyaan dan sekedar beramah tamah.
Namun pandangan mata Candy tertuju pada siswa yang sedang duduk diam memandang jendela. Ia mengenali sosok itu dan setelah beberapa detik berlalu akhirnya dia tahu bahwa dia adalah temannya dulu waktu menempuh pelajaran sihir.
Dengan pelan Candy melangkahkan kakinya menuju ke bangku dibelakang siswa itu dan berkata " Hai, kita bertemu lagi ".
" Aku sudah menunggu mu sejak lama ", jawab sosok laki laki itu.
" Bukankah kau juga baru dipindahkan kesini setelah guru mengetahui anaknya bersekolah disini bersama temannya ", kata Candy to the poin dengan ucapan.
" Itu memang benar, karena itu aku menunggu datang ke sini ", jawab laki laki itu dengan santai.
" Kau menunggu untuk menggantikan nya menjadi incaran mereka bukan ? ", kata Candy dengan suara pelan tapi didengar keduanya.
" Bukannya dari dulu kau berambisi untuk menjadi yang terbaik dan itu juga akan membuat kau jadi incaran mereka sebelum menggantikannya ", jawab laki laki itu.
" Terserah kau saja ", jawab Candy dengan rasa kesal dihatinya.
Setelah obrolan itu tidak terjadi obrolan lagi sampai jam pelajaran berakhir dan kembali ke kamar masing masing.
~. Mohon maaf author baru bisa up setelah sekian lama karena kesibukan author mengurus kegiatan author dan author harap tetap akan ada yang menunggu karya author ini
Terimakasih ~
__ADS_1