
Setelah menenangkan Talitha burung spirit itu terbang kembali ke pemiliknya.
" Bagaimana keadaannya ", tanya sang pemilik.
" Dia sudah tenang kembali dan tertidur sekarang ", jawab burung spirit itu.
" Aku seharusnya bertindak melindunginya tapi paman mengatakan akan sangat berbahaya jika kekuatan diketahui mereka ", katanya dengan gusar.
" Kau harusnya mengajari nya memanggil hewan spirit ", kata sesuatu yang tiba tiba keluar dari tubuh sang pemilik burung spirit itu.
" Kau benar ", katanya lagi dengan datar.
" Tapi akan sangat sulit jika disini ", kata sesuatu yang keluar tadi.
" Besok aku akan membawanya ", jawab pemilik burung spirit itu.
" Alasan apa yang akan kau gunakan ? ", kata burung spirit itu yang ikut berbincang juga.
" Dengan atas nama paman ", katanya pemilik burung spirit itu.
" Baiklah , dia akan memanggil hewan spirit dengan kemampuan tinggi darimu ", kata burung spirit.
" Enak saja ", kata sesuatu yang keluar tadi.
" Tentu saja kau hanya seekor serigala mana bisa menandingi hewan spirit yang dipanggil nya.
" Mana mungkin dia berhasil memanggil harimau ataupun singa ", kata sesuatu yang keluar itu yang diketahui adalah serigala.
" Kalian diamlah ", kata pemilik burung spirit dan serigala itu.
" Dia memiliki kekuatan luar biasa tentu bisa memanggil singa ataupun harimau dengan kemampuan yang tinggi ", jawab pemilik kedua hewan spirit itu.
" Tapi aku harus mengajari kemampuan itu terlebih dahulu " katanya lagi dengan sedikit gusar.
' Paman hanya menyuruhku melindunginya tanpa mengajari nya tapi ini akan sangat berguna untuknya ', kata pemilik kedua hewan spirit itu yang diketahui adalah Yusriel.
" Kau benar benar ", jawab mereka serentak bersamaan.
" Apa ", katanya dengan ketus.
" Dasar tuan menyebalkan " kata keduanya kemudian kembali masuk ke dalam tubuh Yusriel.
" Haruskah aku berkomunikasi dengan paman dulu ", kata Yusriel yang sudah mulai bimbang.
" Tapi mungkin paman tidak mengijinkan ", kata Yusriel lagi.
" Lebih baik untuk sekarang jangan diberitahu dulu ", katanya sudah final memikirkan semuanya.
Setelah memikirkan itu semua akhirnya Yusriel tertidur dengan pulas.
Sementara di tempat yang lain
" Apa yang akan kau lakukan ", kata Leo dengan sedikit takut.
" Aku hanya akan menghukum gadis itu ", jawab seseorang yang sudah berdiri dari duduknya.
" Tenang sebentar ", kata Leo lagi.
" Bagaimana bisa tenang ? ", tanyanya dengan dingin.
" Dia selalu berada dekat dengan laki laki lain walau sudah ku peringatkan ", katanya lagi dengan muka yang sudah marah.
" Tapi jika kau bertindak para senator benar benar akan curiga akan kehadirannya ", jawab Leo menerangkan.
__ADS_1
Mendengar kata senator perlahan lahan emosinya sedikit mereda.
Benar apa yang dikatakan Leo jika senator sampai curiga akan sangat berbahaya bagi gadis nya itu.
Keduanya menjadi diam sejenak dan memikirkan masalah ini.
" Lebih baik kau selidiki dulu ", kata Leo memberi saran.
" Kau benar ", kata orang itu setelah menenangkan pikirannya.
" Baiklah suruh Daniel selidiki ", katanya lagi.
" Kau menyuruh Daniel menyelidikinya ? Apa dia takkan mengacaukannya lagi seperti kejadian itu ? ", kata Leo panjang lebar.
" Justru karena dia bisa mengacau ", kata orang itu dengan tenang.
" Apa maksud mu Af ? ", tanya Leo tidak mengerti.
" Jika Daniel turun tangan maka Kaiden juga akan mengetahuinya ", jawab orang itu yang ternyata adalah Afkar.
" Aku masih belum mengerti ", kata Leo yang memang masih bingung akan pemikiran Afkar.
" Apakah kau terlalu bodoh sekarang ", kata Afkar dengan dingin.
" Mungkin ", jawab Leo menaikturunkan bahu nya.
" Harusnya otak mu diganti ", jawab Afkar dengan ketus.
" Apa susahnya kau jelaskan saja ", kata Leo yang sudah jengah dengan ejekan Afkar.
" Baiklah demi bawahan ku yang paling bodoh sedunia ", jawab Afkar dengan senyum mengejek.
Leo sudah tidak lagi peduli yang terpenting dia dapat mengetahui alasan disuruh nya Daniel dalam penyelidikan itu.
" Dan tentunya Kaiden akan ikut menyelidikinya dan itu semakin bagus ", kata Afkar menjelaskan pada Leo.
" Bukannya semakin banyak yang mengetahui nya akan buruk " , kata Leo.
" Kaiden orang yang sangat hati hati dan juga teliti ", kata Afkar lagi.
" Dengan itu kita bisa mendapatkan informasi lebih banyak tentang dia ", kata Afkar dengan tangan mengepal karena marah.
" Baiklah terserah kau saja ", kata Leo pasrah.
Kemudian Leo pergi menyuruh Daniel seperti yang diperintahkan oleh Afkar. Sedangkan Afkar sudah tertidur di kamar asramanya.
Sementara di tempat yang lain.
" Kau dari mana ?", tanya Azka saat melihat Kaiden datang ke bes camp mereka.
" Aku ? ", tanya Kaiden dengan menunjuk diri nya sendirinya.
" Iya siapa lagi ", kata Azka ketus.
" Habis menghukum gadis kecilku ", kata Kaiden dengan santai kemudian mendudukkan dirinya di kursi.
Dheg.........
Jantung Azka berdetak dengan cepat saat Kaiden menghukum gadis kecilnya yang dimaksud pasti Talitha. Dia berpikir apakah kali ini dia akan menangis lagi seperti waktu itu.
" Kenapa kau selau menghukum nya ?", tanya Azka yang sudah menetralkan kembali detak jantungnya.
" Karena dia selalu membuatku marah karena dekat dengan laki laki lain ", jawab Kaiden dengan ketus.
__ADS_1
" Bukankah dia tidak menginginkannya hal itu tapi kau selalu menghukum nya karena itu ", kata Azka lagi menjelaskan pendapatmu.
" Entahlah dia seperti magnet yang selalu menarik banyak laki laki termasuk dirimu juga kan ? ", tanya Kaiden penuh selidik.
" Apa maksud mu ? ", tanya Azka dengan sedikit cemas.
" Bukan apa apa ", kata Kaiden menyimpan hal yang dilihat nya.
" Kau yakin ", kata Azka yang tadinya sudah curiga karena ketahuan oleh Kaiden.
" Iya ", kata Kaiden.
" Ada apa dengan kalian ? Kenapa serius sekali ", kata Bryan yang tiba tiba masuk ke bes camp mereka bersama Raska.
" Tidak ", kata keduanya singkat.
" Apa kalian tahu ? " , tanya Bryan kepada mereka.
" Apa ? ", kata mereka serempak.
" Aku sempat melihat burung spirit terbang dari salah satu kamar asrama ", kata Bryan pada mereka.
" Maksud mu ? ", tanya Azka yang sudah mulai tertarik.
" Aku yakin itu burung spirit berarti ada penyihir disini ", kata Bryan sambil memikirkan apa yang dilihatnya tadi.
" Kau melihat dari kamar siapa ? Dan kemana arah terbangnya ?", tanya Azka lagi.
" Aku tidak tahu kamar siapa tapi aku melihat nya seperti menuju ke kamar asrama putra ", kata Bryan menerangkan yang dilihatnya itu.
" Maksud mu dari asrama kita ?" , tanya Raska juga yang sedikit penasaran.
Walaupun Raska bersama Bryan, dia tidak sempat melihat hal itu.
" Bukan dari asrama kita tapi menuju asrama kita ", jawab Bryan yang menjelaskan.
" Lalu dari mana ? ", tanya Raska.
" Dari asrama putri ", jawab Bryan tenang.
" Adakah kemungkinan itu gadis penyihir yang ingin memata - matai kita ?", tanya Raska kepada ketiga sahabatnya itu.
" Bisa jadi ", kata Kaiden yang sedari tadi diam kini ikut bersuara.
" karena hanya penyihir yang bisa memanggil hewan spirit ", jawab Azka membenarkan kata Kaiden.
" Kau benar berarti penyihir sudah ada diantara kita ", kata Raska kembali.
" Hm kurasa dia sudah mulai bergerak " , jawab Azka.
" Gadis penyihir itu maksudmu ?", tanya Bryan yang menyimak pembicaraan mereka.
" Entah itu gadis penyihir atau penyihir lainnya ", jawab Azka.
" Kau tidak melihat ramalan masa depan lagi ?", tanya Bryan.
" Tidak ada yang terlihat lagi ", kata Azka.
' Hanya putih yang terlihat dimasa depan ', kata Azka dalam hati.
" Sudah lah sekarang kita harus istirahat ", kata Raska yang memang sudah lelah semenjak tadi sore pergi bersama Bryan.
Mereka akhirnya mengakhiri sesi perbincangannya dan kembali ke kamar mereka masing masing.
__ADS_1