Vampir Sweet Bite

Vampir Sweet Bite
Bab 23


__ADS_3

Keesokkan harinya cuaca sangat cerah dan menyenangkan untuk beraktifitas dengan tenang.


Sesuai dengan rencana awal Yusriel akan mengajari Talitha ilmu sihir untuk memanggil hewan spirit untuk membatunya.


Hewan spirit adalah hewan yang hidup di dunia sihir dan hanya para penyihir berilmu tinggi yang bisa memanggil mereka.


Walaupun tidak mudah untuk menaklukkan mereka karena mereka punya akal dan juga bisa berbicara.


Mereka akan mengikuti siapa pun yang dianggap mereka mampu menjadi tuannya dan menjadi tempat bernaung mereka.


Tak ayal banyak penyihir maupun bangsa vampir menginginkan mereka.


Walaupun bangsa vampir tak bisa memanggil hewan spirit, mereka akan menggunakan penyihir untuk memanggilnya dan menjadikan penyihir itu sebagai sekutunya.


Karena kejadian itu banyak penyihir yang mulai menyembunyikan kekuatannya supaya tidak dijadikan alat atau budak bagi bangsa vampir.


Oleh karena itu beberapa ratus tahun kemudian sangat jarang ditemuinya penyihir karena mereka berbaur dengan manusia biasa.


Bangsa vampir hanya mendengar cerita penyihir dari sebuah legenda saja.


Yusriel sudah mengajukan ijinnya bersama Talitha kepada sekolah karena akan ada kepentingan keluarga untuk beberapa hari ke depan.


Bahkan Vania juga tidak diberitahu karena Yusriel mengajaknya dengan buru buru.


Kehebohan memang terjadi karena Talitha dan Yusriel siswa yang baru masuk ijin secara bersamaan.


Walaupun mereka hanya tahu kedua pergi ke tempat tujuan yang berbeda tapi mereka memikirkan mungkin keduanya pergi ke suatu tempat bersama.


Sehingga muncul banyak gosip di sekolah.


Seminggu telah berlalu dengan cepat.


Ini adalah hari terakhir pengajaran sihir yang di berikan oleh Yusriel.


" Kau akan memanggil hewan spirit mu " kata Yusriel dengan tenang.


" Hm ", kata Talitha dengan tenang.


" Ingatlah apapun yang kau temui di dunia sihir sana jangan langsung percaya pada hewan spirit " , kata Yusriel mengingatkan.


" Iya aku mengerti ", jawab Talitha dengan tenang.


" Kekuatan sihir mu akan menuntun mu menemukan hewan spirit mu ", kata Yusriel lagi.


" Iya kakakku yang tampan. Jika kau terus mengulang ngulang hal yang kau katakan kapan aku pergi ? ", jawab Talitha dengan penuh kekesalan karena mendengar hal itu terus menerus.


" Iya baiklah ", kata Yusriel dengan pasrah.


Kemudian Talitha memulai menfokuskan dirinya untuk memasuki dunia sihir dengan jiwa nya pergi ke sana.


Yusriel mendampinginya dengan tenang memperhatikan pergerakan apa yang terjadi di dunia nyatanya.


Talitha memulai memasuki dunia sihir dengan perlahan.

__ADS_1


Di jalan banyak di temui nya hewan spirit yang terus berbicara mengajaknya untuk melakukan kontrak.


Tapi karena dia merasa belum ada yang cocok dengan kekuatannya dia terus berjalan sampai akhirnya seperti sampai ujung seperti terdapat gua yang hitam gelap dan sunyi.


Dengan perlahan Talitha memunculkan sedikit api biru di tangannya untuk mengarahkan cahaya menyinari gua gelap itu.


Tak berapa jauh dari sana terdengar suara aungan yang keras.


" Berani nya seorang manusia memasuki wilayah ku ", kata singa itu.


Terlihat oleh Talitha singa yang sedang duduk dengan gagahnya di depannya.


" Aku bukan manusia biasa ", jawab Talitha dengan tenang.


" Kau begitu sombong manusia ", kata singa itu memperhatikan Talitha.


" Aku tidak sombong hanya mengatakan kebenaran saja ", kata Talitha tenang.


" Baiklah terserah kau saja ", kata singa itu lelah.


" Aku menginginkan kau jadi hewan spirit ku " kata Talitha dengan tegas.


Ha ........ ha ...... ha....... ha ......


" seorang gadis manusia menginginkan ku ? ", katanya setelah tertawa puas.


" Iya kau tentu takkan kecewa ", kata Talitha dengan tenang.


" Lawan aku jika kau mengalahkan ku , aku akan jadi hewan spirit mu ", kata singa itu dengan tenang.


Perlahan namun pasti Talitha mengeluarkan auranya yang pertama berwarna biru muda.


Singa itu hanya tersenyum dengan senang karena akan sangat mudah mengalahkan manusia itu.


Namun belum satu menit aura itu meningkat menjadi warna merah dan meningkat lagi menjadi warna kuning keemasan dan berakhir dengan cahaya terang putih yang menyelimuti keseluruhan tubuhnya itu.


Di dalam dunia sihir aura penyihir dibagi menjadi empat tingkat yaitu biru, merah , kuning dan putih.


Kebanyakan penyihir berada di tingkat merah dan kuning biasa. Jika ditingkat kuning keemasan bisa memanggil hewan spirit dengan tingkat lebih tinggi.


Singa itu tercengang melihat aura Talitha dan membuatnya termenung dengan mata terbelalak.


" Kau gadis penyihir api biru itu ", kata singa itu tak percaya.


Karena hanya ada satu yang memiliki aura tingkat putih yaitu gadis penyihir api biru.


" Hm ", jawab Talitha tenang.


" Perlukah aku melawan mu tuan singa ?", kata Talitha dengan tenang.


" Tidak perlu ", jawabnya singkat.


" Bagus , aku harus mencari hewan spirit lagi ", katanya dengan tenang dan kembali memasukan aura nya ke dalam tubuhnya.

__ADS_1


" Baiklah perjanjian akan dimulai hari ini. Kau adalah tuanku sekarang ";, katanya kemudian mendekat kearah Talitha untuk membuat kontrak.


Setelah kontrak selesai singa menuntun Talitha pergi ke tempat dimana hewan spirit tertinggi yaitu burung elang spirit dengan bulu berwarna emas.


" Kenapa kau datang membawa gadis manusia ini ", katanya dengan dingin.


" Dia adalah tuanku yang mulia ", kata singa itu menduduk hormat padanya.


" Tak ku kira singa seperti mu dapat ditaklukan oleh seorang gadis ", katanya dengan senyum meremehkan.


' Jika kau melihat tingkat auranya kau akan berlutut juga ' gumamnya dalam hati.


" Tak ada hubungan nya jika aku seorang gadis ", kata Talitha dengan memancarkan aura biru keunguan.


" Hanya gadis kecil seperti mu saja " , katanya dengan penuh rasa meremehkan.


" Baiklah kita mulai sekarang ", kata nya dengan tenang.


Mereka berdua bertarung dengan sihir maupun dengan fisiknya.


Talitha dan elang spirit itu terus menerus mengeluarkan jurus masing masing.


Sedangkan si singa hanya menonton dan berharap raja hewan spirit itu akan baik baik saja.


Raja hewan spirit itu alias si elang emas merasa kesulitan dan juga kelelahan pasal hanya melawan manusia tak berdaya menurutnya.


Ditengah kelelahan itu Talitha mengarahkan sihir nya dalam satu titik kemudian mengerang si elang emas itu.


Uhuk...........


Si elang mengeluarkan darah segar dari mulutnya.


" Ternyata kau gadis penyihir api biru ", katanya yang sudah mulai kelelahan dan terluka itu.


" Hm ", kata Talitha mengiyakan kemudian memberikannya kekuatan sihir untuk mengurangi rasa sakit nya.


Raja spirit burung elang emas itu akhirnya melakukan kontrak dengan Talitha setelah dikalahkan oleh Talitha.


Saat akan beranjak pergi dari dunia sihir hewan spirit itu tiba tiba saja hawa panas dingin menjalar ke seluruh tubuhnya.


Melihat hal itu kedua hewan spirit itu menyadari jika seharusnya masih ada yang melakukan kontrak dengan tuannya.


" Tuan kau harus menemukan pasangan aura putih mu terlebih dahulu ", kata singa itu dengan sedikit cemas.


" Apa maksud mu ? " , tanya Talitha dengan menahan rasa sakit yang menjalar ditubuhnya.


" Dikatakan bahwa hanya aura putih yang dapat menemukan hewan spirit itu bersembunyi, " kata burung elang emas itu.


" Lalu hewan apa itu ?", tanya Talitha yang sudah tidak kesakitan karena telah menjauh dari pintu masuk.


" Kami juga tidak tahu ", katanya dengan gelisah.


" Lalu bagaimana aku menemukannya ? " tanya Talitha yang sudah mulai kembali normal.

__ADS_1


Keduanya hanya menghardikan baju tak mengerti.


Kemudian Talitha kembali berjalan memasuki dunia sihir hewan spirit itu lebih dalam lagi.


__ADS_2