
Keesokkan harinya Talitha sudah bangun dengan keadaan yang segar bugar. Bukan hanya badannya saja tapi hatinya juga sudah kembali terisi penuh oleh energi baik.
Pagi yang berisik pun dimulai oleh ketiga hewan spirit peliharaannya yang telah dikontraknya.
" Apa yang kalian lakukan ? ", tanya Talitha saat melihat ketiga nya sedang bermain kesana kemari di kamarnya.
" Sedang bermain ", jawab si Liam.
" Bermain apa ? Kenapa kalian saling mengejar begitu ? ", tanya Talitha yang bingung.
" Kami bermain kejar kejaran dan yang selalu kalah adalah si Liam itu ", kata burung elang spirit yang bernama Elan.
" Karena kalian curang ", jawab Liam dengan ketusnya.
" Itu kelebihan kami. Salahkan saja kau yang tidak punya sayap ", kata si Pipop menjawab ucapan Liam.
" Iya aku hanya punya keempat kakiku saja. Tapi bisa berlari menandingi kecepatan terbang kalian ", kata Liam kesal.
" Mau dicoba ? ", tantang Pipop karena suka pertarungan ataupun hal hal yang berbau dengan itu.
" Itu bisa jadi mengasyikan ", kata Elan dengan terus mengepakkan sayap nya.
" Diam ", kata Talitha dengan suara dinginnya karena pusing dengan kelakuan ketiganya.
Jika kalian melakukan perlombaan disini maka akan mencurigakan ", kata Talitha lagi dengan sedikit frustasi akan ketiganya.
" Kami bisa pergi ke dunia sihir hewan spirit " , jawab si Pipop.
" Aku dengan susah payah membawa kalian dan kalian akan kembali ? ", kata Talitha yang sudah mulai kesal.
" Kami bisa kemari dan kesana kapan saja, jadi tuan tidak perlu khawatir ", jawab si Elan dengan tenang.
" Maksud mu ? ", tanya Talitha tak mengerti.
" Dasar tuan bodoh ", kata si Pipop dengan sedikit meremehkan.
" Jika aku bodoh kalian apa ? "
" Mau maunya kalian bersama tuan bodoh ini ", kata Talitha dengan menaikturunkan alisnya.
Mereka semua diam mendengar ucapan Talitha itu. Karena sama saja mereka mengatakan jika diri mereka sendiri juga bodoh.
" Jelaskan ", kata Talitha penuh dengan penekanan sekarang.
" Kami masih bisa keluar masuk dunia sihir hewan spirit dan juga bisa datang kesini kapan pun karena kita sudah terikat kontrak ", kata si Elan panjang lebar.
" Baiklah. Ada baiknya juga kalian saling berlatih ", kata Talitha dengan tenang.
" Tuan benar benar menyebalkan, kita tidak bisa istirahat ", kata si Liam dengan sedikit cemburut.
" Bukannya kalian ingin bermain kejar kejaran ? Sekalian saja berlatih ", kata Talitha dengan santai.
" Untuk sementara kita akan bersama tuan ", kata si Elan menengahi perdebatan Talitha dan si Liam.
" Kenapa ? " tanya Talitha tak mengerti maksud si Elan.
" Untuk menyesuaikan diri dan memperat kontrak kami tidak bisa langsung kembali ke dunia sihir hewan spirit ", Si Pipop menerangkan dengan panjang lebar.
__ADS_1
" Oh ", jawab Talitha dengan singkat.
Krek...........
Bunyi suara pintu terbuka membuat mereka kembali ke wujud mereka di badan Talitha.
" Tha kau sudah bangun ", kata Yusriel saat membuka pintu melihat Talitha yang sedang menyenderkan badannya di kepala ranjang.
" Iya ", jawab Talitha.
" Bagaimana keadaan mu ", tanya Yusriel yang sudah mendekati Talitha dan duduk di ranjang menghadapnya.
" Aku sudah lebih baik ", kata Talitha dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
" Syu ", belum sempat menyelesaikan kata katanya si serigala tiba tiba muncul dan langsung duduk di sebelah kiri Talitha membuat keduanya terkejut.
" Dimana mereka ? ", tanya si serigala penasaran.
" Kau benar benar ", kata Yusriel yang sudah mulai marah.
" Biarkan saja ", Kata Talitha dan memanggil ketiga hewan spirit itu keluar dari persembunyiannya di badan Talitha.
Melihat satu persatu hewan spirit muncul dari bentuk yang semula dianggap sederhana dan biasa membuat Yusriel dan si serigala tercengang.
Merasakan ada burung elang emas spirit muncul, tak lama burung spirit gagak milik Yusriel muncul dan saling memberi hormat padanya.
Talitha yang melihat itu merasa aneh. Sikap serigala dan burung gagak itu berubah menjadi lebih hormat dan penurut pada ketiga hewan peliharaannya.
" Kenapa mereka patuh sekali ? " kata Talitha heran.
" Oh aku lupa kak ", jawab Talitha cengengesan.
" Biarkan mereka bermain saja ", kata Yusriel yang melihat kelima hewan spirit itu mulai bermain dengan senang.
" Apakah kau tidak papa jika kita kembali besok ? ", tanya Yusriel bertanya pada Talitha.
" Tidak papa kak ", jawab Talitha.
" Kau yakin ", kata Yusriel memastikan keadaan Talitha.
" Iya ", jawab Talitha sambil menganggukkan kepalanya.
" Mereka akan melindungi mu nantinya ", kata Yusriel lagi yang terus menatap kelima hewan spirit itu.
" Aku tahu kak ", jawab Talitha memandang mereka juga.
Setelah menyelesaikan permainan mereka, kelima hewan spirit itu kembali duduk di samping tuan mereka masing masing.
Mereka tampak kelelahan juga senang. Melihat kelima bisa berbaur dengan mudah membuat Talitha dan Yusriel merasa senang.
Sedangkan di tempat lain suasana menjadi semakin tidak jelas karena menghilangnya Talitha.
" Sebenarnya kau dimana gadis kecil ", kata Kaiden yang sudah mulai gelisah.
" Mungkin dia akan kembali besok ", kata Azka dengan santainya.
" Apa maksud mu ? ", tanya Kaiden bingung.
__ADS_1
" Ini hanya sekedar prediksi ku ", kata Azka lagi.
" Sebenarnya apa maksud mu ? ", tanya Kaiden penuh selidik pada sahabat nya ini.
" Kau terlalu bodoh Kai. Bukankah sekolah hanya memberikan batas waktu seminggu jika mengajukan ijin. Apa kau lupa ? ", kata Azka dengan tenang.
Kaiden mulai berpikir dan menyadari apa yang dikatakan oleh Azka ada benarnya juga.
" Hm kau benar ", jawab Kaiden dengan lebih santai.
" Tentu karena bukan hanya rasa tapi perlu logika Kai ", kata Azka lagi.
" Dimana Raska dan Bryan ? ", tanya Kaiden.
" Entahlah mungkin mereka terlalu sibuk karena perintah mu ", jawab Azka menghardik kan bahu.
" Apa perlu selama itu ? ", tanya Kaiden penuh selidik.
" Informasi tentang murid baru bernama Yusriel banyak data yang tidak vailid ", kata Azka menerangkan.
" Maksud mu ? Dia melakukan pemalsuan data ? ", tanya Kaiden lagi.
" Ya ", jawab Azka dengan mengangguk angguk kan matanya.
" Itu berarti ada sesuatu yang disembunyikan dari kita semua ", kata Kaiden dengan rasa curiga.
Tidak mungkin seseorang mencoba memalsukan sebuah informasi jika tak ada. yang disembunyikan oleh orang itu sendiri.
Namun karena penyelidikan masih belum membuahkan hasil maka mereka hanya bisa menerka nerka.
" Ya kurasa begitu ", jawab Azka.
' Aura yang dia miliki seperti pernah melihat dan sedikit familiar bagiku ", kata Azka dalam hati.
" Az ", Kaiden mencoba memanggil Azka yang sempat terbengong.
" Ya ", kata Azka yang tersadar dari lamunan nya.
" Apa yang kau pikirkan ? " tanya Kaiden penasaran karena sahabat nya ini menjadi sering melamun
" Tidak ada ", kata Azka buru buru membuyarkan lamunan nya sendiri.
" Kau yakin " tanya Kaiden memastikan.
" Ya aku yakin ", jawab Azka.
" Bagus lah ", kata Kaiden
" Tentang gadis penyihir api biru itu bagaimana ? ", kata Kaiden lagi.
" Belum ada tanda tanda satu pun ", kata Azka.
" Lalu apa yang harus kita lakukan ? ", tanya nya.
" Aku juga tidak tahu ", jawab Azka lagi.
" Hanya saja dia akan muncul jika ada kekacauan yang besar seperti kemarin ", kata Azka dengan sedikit dahi berkerut.
__ADS_1