Vampir Sweet Bite

Vampir Sweet Bite
Bab 14


__ADS_3

" Kalian sudah datang, ayo masuk ", kata Vania yang sudah membuka pintu kamarnya.


" Iya ", jawab mereka serempak yang kemudian melangkahkan kakinya memasuki kamar Vania dan Talitha.


Terlihat Talitha yang masih tertidur pulas dengan selang infus yang terpasang di lengan kirinya.


' Kenapa kau seperti ini ' , kata Kaiden dalam hati yang mendekati Talitha dan duduk di ranjang sebelah kanan nya.


Afkar juga sudah mendekati Talitha yang masih tertidur pulas di ranjangnya namun hanya bisa berdiri.


' Kenapa seperti dia tidak berada di sini jiwanya, ' tanya Afkar dalam hati melihat kondisi Talitha saat ini.


Sedangkan yang lainnya hanya duduk duduk saja di ranjang Vania dan mengobrol dengan Vania.


Saat tangan Kaiden menyentuh tangan kanan Talitha tiba tiba tangan Talitha sedikit bergerak namun masih enggan membuka matanya.


" Tangan nya bergerak ", kata Bryan yang tidak sengaja melihat kejadian itu.


Sontak saja semua berdiri dan langsung mendekat ke arah ranjang Talitha.


" Benarkah ", kata Vania yang sedikit terkejut juga antusias akan pergerakan Talitha.


" Iya tadi aku melihatnya saat Kaiden menyentuh tangan kanannya ", kata Bryan meyakinkan mereka semua.


Perlahan lahan Talitha membuka matanya dan sedikit bingung dengan situasi yang terjadi.


" Ini dimana , kenapa begitu banyak orang ? " , gumam Talitha dengan suara yang lemah tapi masih bisa di dengar Kaiden dan Afkar karena mereka yang paling dekat.


" Ini di kamar mu, bagaimana keadaanmu ? Apakah kau mau minum ", tanya Afkar beruntun dan Kaiden hanya diam saja karena telah didahului oleh nya.


" Aku ingin minum ", kata Talitha yang kemudian mencoba mendudukkan dirinya sendiri.


Dengan segera Afkar mengambilkan minum dan memberikannya kepada Talitha.


" Syukurlah kau sudah sadar Tha ", kata Vania dengan suara yang cempreng dan nampak kebahagiaan di sana.


" Hm ".


" Kenapa kalian di sini ? " , tanya Talitha yang melihat kamarnya penuh dengan orang - orang yang paling malas untuk ditemui nya sekarang.


" Mereka semua menjenguk mu. Aku yakin kau akan sadar jika dijenguk oleh para pria tampan ini ", Vania berkata dengan penuh senyum keceriaannya.


" Hm terimakasih. Bisakah kalian keluar aku sudah baik baik saja ", kata Talitha menyuruh semua orang pergi dari kamar nya.


" Baiklah. Tapi ingat hukuman mu menanti mu ", kata Kaiden ambigu kemudian pergi dari kamar Talitha tanpa memedulikan yang lainnya.


Mendengar itu Talitha semakin bingung.


' Kenapa aku di hukum dan siapa dia berani menghukum ku ' , gerutu nya dalam hati.


" Kau benar baik baik saja ?", kata Afkar yang masih sedikit khawatir.


" Iya , aku hanya butuh istirahat lagi ", jawab Talitha yang melihat wajah Afkar.

__ADS_1


" Baiklah kami pergi ", katanya dan pergi meninggalkan kamar Talitha bersama Leo di belakangnya.


Sementara ketiga teman Kaiden telah pergi saat Kaiden meninggalkan kamar Talitha.


" Kau kenapa bisa pingsan Tha ? " , tanya Vania yang sudah mendekat dan duduk di ranjang Talitha.


" Hanya kelelahan saja ", jawab nya singkat.


" Tapi kenapa kau tidak bangun bangun " , tanya lagi dengan serius.


' Aku akan bangun jika kekuatanku terisi kembali ' , kata nya dalam hati.


" Aku masih butuh istirahat Van, jangan bertanya lagi ", kata Talitha kemudian merebahkan dirinya kembali.


" Baiklah kau istirahat saja " , Vania melangkahkan kakinya menuju ranjangnya dan ikut merebahkan badannya untuk istirahat.


Sementara di tempat lain.


" Bagaimana ? Apakah kau sudah memastikannya ? " tanya Azka yang penasaran.


" Belum. Bukankah Afkar dan Leo di sana ? Akan sulit jika mereka mengetahui ini semua " , jawab Kaiden.


" Tapi aku merasa dia memang sedang berada di dunia lain ", Kaiden menambah kata katanya.


" Maksud mu ? ", tanya Azka.


" Saat aku menyentuh tangannya , keberadaan jiwanya tidak di raganya itu ", kata Kaiden mengingat kejadian tadi.


" Dan karena kau menyentuh tangan nya dia sadar kembali " , kata Bryan menambahkan kata kata dari Kaiden.


" Sudah lah biarkan dia beristirahat dulu baru selidiki lagi nantinya ", kini Raska menghentikan perbincangan mereka.


' Sepertinya aku harus bertindak sendiri untuk menyelidikinya ', kata Azka dalam hati yang sudah sangat penasaran akan hasil dari penyelidikan mereka.


" Baiklah " kata Bryan dan kemudian mereka beranjak pergi dari ruangan itu kecuali Kaiden.


" Aku sungguh tak mengerti jika kau gadis penyihir itu harusnya kau bisa menghentikan ku menghisap darah mu ", kata Kaiden memikirkan kejadian yang lalu.


" Apa yang kau sembunyikan sebenarnya gadis kecil " , kata nya lagi dengan pelan.


Sedangkan Afkar dan Leo sedang berbincang bincang setelah menjenguk Talitha tadi.


" Bagaimana pangeran ? " , tanya Leo.


" Aku belum yakin. Tapi nanti malam aku akan menyelidiki ini. kau urus temannya itu ", kata Afkar menekankan kalimat terakhir nya.


" Baik pangeran ", setelah berkata itu Leo pergi meninggalkan Afkar sendiri.


" Akan ku pastikan semua nya selagi kau masih belum terlalu kuat ", kata Afkar mengingat tadi Talitha masih sedikit lemah.


Malam hari pun tiba, semuanya telah tertidur dengan lelapnya.


Namun tidak ada yang menyadari jika ada yang menyusup ke asrama putri.

__ADS_1


Wush ...... wush.......wush..........


Talitha merasakan kedatangan seseorang tapi dia tidak bisa memastikannya karena masih lemah.


Tiba tiba dia terangkat ke udara karena ada yang menggendongnya.


Saat ingin berteriak tiba tiba suaranya tidak bisa keluar.


' Gawat, kekuatanku belum pulih ', katanya dalam hati.


Dalam sekejap saja Talitha telah dibawa pergi entah kemana. Sedangkan Vania tidak menyadari kehilangan teman sekamarnya karena telah dibuat tidur dengan pulas sekali.


Talitha berada di ruang kamar yang mewah dan megah.


' Ini dimana lagi '.


' Kenapa hidup ku tidak bisa tenang ' , gumam Talitha dalam hati.


Orang yang membawa Talitha sudah meletakkannya di atas tempat tidur dan membuka penutup jubah di kepalanya.


' Afkar ', kata Talitha dalam hati.


" Kau membuatku sungguh penasaran ", katanya mendekat ke arah Talitha dan duduk di ranjang yang di tempati Talitha.


Talitha masih belum bisa bersuara sama sekali.


Afkar kemudian menyingkirkan rambut yang menutupi leher Talitha.


" Ini tidak akan sakit jadi tahanlah ", kata Afkar kemudian mendekati Talitha yang sedang rebahan di ranjangnya.


Taring Afkar sudah keluar dan sedikit demi sedikit mendekat ke arah leher Talitha.


' Gawat aku harus bagaimana ' tanya Talitha dalam hati karena tidak bisa bersuara.


Setelah begitu dekat tiba tiba.


krauk.............


" Akh ", suara Talitha terdengar setelah merasakan sakit.


Setelah menggigit leher Talitha Afkar menyesapnya dalam dalam dan merasakan manis yang luar biasa serta wangi.


' Ternyata gadis yang disembunyikan Kaiden waktu itu adalah kau ' , kata nya dalam hati setelah menyelesaikan kegiatannya.


Kemudian mengusap bekas gigitannya tadi dan berkata


" Kau akan jadi milikku dan Kaiden takkan bisa menyembunyikan mu ", katanya dengan terus mengusap bekas gigitannya.


Emh.......emh........


Suara Talitha mencoba untuk berkata kata tapi belum berhasil.


" Oh maafkan aku karena masih membiarkan mu dengan sihir diam ", kata Afkar lagi.

__ADS_1


tak .........


Bunyi suara jari tangan Afkar yang di jentikkan.


__ADS_2