Vampir Sweet Bite

Vampir Sweet Bite
Bab 34


__ADS_3

Saat hari menjelang malam Yusriel mulai gelisah karena firasatnya mengatakan akan terjadi sesuatu di sekolah ini.


Dengan buru buru dia menghubungi kedua rekannya yang ikut andil ditugaskan dalam hal menjaga Talitha walaupun secara sembunyi sembunyi dan melaporkan hal yang akan terjadi pada pamannya itu.


Karena selama ini pergerakkan kaum vampir terutama vampir pemburu semakin intens melakukan pertemuan dan juga para senator sudah mulai bergerak dengan memberi mata mata di sekolah ini.


" Paman ", sapa Yusriel saat sudah terhubung dengan panggilan telepati menggunakan sebuah cermin sihir yang diberikan pamannya kepadanya untuk melaporkan hal hal mendesak seperti sekarang ini.


" Ya katakanlah ", jawab pamannya dengan dingin.


" Talitha dibawa salah satu vampir tapi sepertinya dia tidak bermaksud jahat pada Talitha ", katanya dengan sedikit gugup takut paman nya marah.


" Ya aku tahu ", jawabnya masih dengan ekspresi dingin walaupun raut wajahnya menunjukkan sedikit kekhawatiran dihatinya.


" Lalu paman sepertinya bangsa vampir akan bergerak untuk menemukan gadis penyihir biru itu ", kata Yusriel lagi melaporkan hasil pemantauan nya selama ini.


" Baiklah Candy akan ku kirim kesana membantu menyamarkan jejak penyihir yang Talitha timbulkan untuk sementara waktu ", kata pamannya dengan tenang.


" Ya paman aku mengerti ", jawab Yusriel dengan singkat dan mengakhiri panggilannya.


Setelah menyelesaikan panggilan nya itu terdengar suara yang membuatnya sedikit panik karena semua orang akan menuju sumber suara.


Hal itu akan sulit baginya untuk melindungi semua orang di area sekolah ini termasuk melindungi Vania.


Dengan tergesa gesa Yusriel berlari ke arah kamar Vania dan Talitha. Dia takut sahabat sepupunya itu mengikuti sumber suara dan membuatnya akan dimarahi karena tidak bisa menjaga nya.


Sekian menit berikutnya Yusriel tercengang melihat kamar Vania kosong dan meninggalkan sedikit sihir vampir yang membekas.


" Kenapa ada bekas sihir vampir ", kata Yusriel dengan bingung.


Karena tak biasanya vampir akan turun tangan menyihir mangsanya sendiri melainkan langsung melahapnya dengan tiba tiba.


" Apakah ? ", tanya Yusriel terhenti saat si serigala muncul dari dalam tubuhnya dengan tiba tiba.


" Ada vampir yang ingin melindungi nya dari bencana yang akan dilakukan vampir pemburu ", katanya dengan tenang dan malah berguling di kasur Talitha.


" Maksud mu ? ", tanya Yusriel pada si serigala dengan bingung.


" Ada yang menyukainya ", kata serigala dengan tenang.


Mendengar hal itu tiba tiba hati Yusriel sedikit bergemuruh tak tentu.

__ADS_1


' Apa ini '


' Kenapa tiba tiba aku tak senang mendengar hal itu ', katanya dalam hati.


" Kau kenapa melamun ? ", tanya serigala setelah menyadari tuannya melamun.


" Tidak tidak. Itu tidak mungkin ", katanya dengan menggeleng gelengkan kepalanya setelah mengingat mungkin dia menyukai Vania.


" Apa nya yang tidak ? ", kata serigala yang tak mengerti.


" Bukan apa apa ", katanya dengan pelan untuk menghilangkan kecurigaan serigala kalau dia benar benar melamun.


" Kau tidak menyuruh gagak mu untuk mengawasi disana ? ", tanya serigala mengingatkan kembali akan kejadian yang sebentar lagi terjadi.


" Kau benar ", kata Yusriel membenarkan saran serigala itu.


Tak lama kemudian Yusriel memanggil burung gagaknya dan memintanya mengawasi hal apa yang terjadi di arah sumber suara tempat berkumpul nya orang orang itu.


Setelah selesai melakukan itu Yusriel mencari tempat persembunyian untuk menunggu Candy dan dua rekannya yang akan datang.


Sementara di tempat sumber suara sudah berkumpul vampir pemburu termasuk Afkar, Leo dan juga Daniel.


Setelah beberapa lama semua orang sudah berkumpul di sumber suara karena itu mengandung sihir.


Siapapun yang mendengar suara itu akan mengikuti dimana suara itu berasal. Suara yang didengar oleh mereka adalah suara nyanyian yang sangat merdu sehingga mampu menghipnotis mereka semua untuk mengikutinya.


Setelah melihat semua berjalan semestinya kemudian mereka bersiap melakukan rencana mereka.


Anak buah Afkar sudah bersiap di posisi mereka sedangkan Afkar, Leo dan Daniel hanya melihat sebagai penonton untuk mengamati keberadaan penyihir yang selalu muncul tiba tiba itu.


Kemudian Afkar menggerakkan jarinya dan membuat kerumunan orang yang sudah berbaris itu datang menuju anak buah nya dengan rapi.


Dan tanpa aba aba lagi mereka langsung menggigit leher para manusia yang ada didepannya. Dan serentak mereka mengerang karena rasa sakit walaupun mereka belum tersadar dari hipnotis.


Setelah selesai dengan kegiatan itu mereka saling bergantian untuk menggigit manusia yang beberapa menit mereka lepaskan lagi.


Hal itu terus terjadi seperti digilir tak berhenti mengikuti jumlah manusia yang berkumpul.


Setelah lama bergantian belum ada tanda tanda penyihir itu untuk datang menunjukkan batang hidungnya.


Saat semua nya sudah terlungkai lemas karena banyak kehilangan darah dan pingsan disana dengan sendirinya.

__ADS_1


Tiba tiba aliran angin kencang membuat mereka waspada akan kedatangan seseorang.


Dan benar saja apa yang dipikirkan oleh mereka.


Seorang gadis cantik yang memakai topeng muncul yang diselimuti aura putih di sekelilingnya tetapi terpancar sedikit biru diluar. Tapi itu tidak terlihat kasap mata jadi hanya orang orang tertentu dengan kekuatan yang lebih tinggi yang dapat melihatnya.


Afkar yang melihat gadis itu sedikit menyadari hal yang berbeda karena sempat melihat aura biru di luar aura putih yang terpancar itu.


" Kenapa sepertinya berbeda ", kata Afkar dengan pelan tapi bisa di dengar oleh Leo dan juga Daniel.


" Apanya ? ", tanya Leo yang bingung mendengar gumaman Afkar.


Sontak saja mereka melihat arah pandang Afkar yang terus mengamati gadis bertopeng itu.


" Apa yang kalian lakukan ? ", tanya dengan aura dingin yang keluar dari dalam tubuhnya.


Melihat itupun para vampir anak buah Afkar mundur selangkah karena merasakan aura dingin yang begitu kuat.


" Apakah dia gadis penyihir itu ? ", kata anak buah Afkar kepada yang lain.


" Sepertinya ", kata yang lain dengan sedikit cemas. Walaupun mereka mengetahui rencana ini dibuat untuk memunculkan gadis itu tetap saja auranya terlalu kuat bagi mereka.


Tidak mendengar ada jawaban dari mereka sama sekali perlahan gadis itu menggerakkan tangannya dan membuat semua vampir bawahan Afkar kesakitan.


" Bukankah aku sudah pernah memperingatkan kalian ? ", katanya dengan sangat dingin.


Melihat anak buahnya tak berdaya dan kesakitan membuat rasa kecurigaan Afkar jika gadis itu berbeda menghilang dan mulai merasa bahwa rencananya telah berhasil membuat gadis itu muncul.


" Ini semua karena kau tak pernah muncul jika tidak ada hal seperti ini ", kata Afkar dengan tenang kemudian menunjukkan batang hidung nya dari belakang para anak buahnya disetai Leo dan juga Daniel.


" Apa hubungannya denganku ? ", tanya gadis itu dengan sedikit ekspresi bingung.


" Karena aku ingin mengetahui siapa sosok di balik topeng yang selalu menggangguku ", jawabnya dengan dingin mengingat apa yang pernah terjadi dulu.


" Bukankah sudah tertulis dalam surat takdir jika bangsa vampir hanya akan ditaklukan oleh kami para penyihir jika mengganggu umat manusia ", katanya menjelaskan panjang lebar.


" Itu memang terjadi di masa lampau berbeda dengan sekarang ", kata Afkar dengan dingin kemudian menggerakkan tangannya membuat anak buahnya terlepas dari sihir gadis itu.


" Baiklah tunjukkan kemampuan mu padaku dasar vampir yang tak taat aturan ", kata gadis itu dengan sombong.


Mendengar hal itu kemarahan Afkar tiba tiba memuncak kemudian dia mendekat untuk bertanding secara langsung dengan gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2