Vampir Sweet Bite

Vampir Sweet Bite
Bab 2


__ADS_3

Jarum panjang telah menunjukkan angka 10, itu tandanya sudah tiba waktu untuk berkumpul di lapangan.


" Malem semua, bagaimana apakah kalian sudah menyelesaikan tugas pengenalan lingkungan sekolah ini?", kata Raska didepan barisan yang ada ditengah lapangan.


" Iya sudah ", jawab semua murid serentak.


" Kalau begitu sekarang tinggal saatnya kalian menuju alam mimpi. Karena besok masih banyak kegiatan menunggu kalian, jadi silakan kembali ke asrama masing- masing ", katanya lagi sambil mempersilakan satu per satu barisan untuk bubar.


Sementara barisan ditengah lapangan mulai membubarkan diri, masih ada beberapa anak yang berkumpul ditengah lapangan.


" Sebentar lagi akan ada bulan purnama, jadi kita harus hati - hati dan juga penjagaan asrama harus diperketat ", katanya dengan nada sedikit serius.


" Kau benar Ras, kejadian satu tahun lalu tidak boleh terulang lagi ", jawab orang yang berdiri disebelah Raska.


" Tapi masalahnya tahun ini akan sangat lebih berbahaya ", kata Raska dengan sedikit mengerutkan tadi memikirkannya.


" Apa yang jadi masalah sekarang ? ", tanya lagi.


" Apakah kau lupa orang yang membuat kejadian setahun yang lalu itu akan kembali bersekolah disini ?" , jawab Raska.


" Bukankah karena kasus itu kita semua harus bekerja keras untuk menghilangkan ingatan para manusia itu ? Dan bukankah karena dia sudah tidak diperbolehkan untuk datang kembali lagi ? " , tanya lagi dengan sedikit bingung.


" Kau terlalu naif Bry, siapa yang bisa menghalangi keturunan kerajaan itu ! ", jawab Raska dengan sedikit ketus.


" Benar juga, tapi disini ada Kaiden bukankah dia mampu untuk tidak membuatnya kembali ? ", tanyanya lagi.


" Entahlah aku tidak tahu Bry, kita harus mengantisipasi hal terburuk yang akan terjadi ", jawab Raska.


" Sudah biarkan semua berjalan sebagaimana mestinya, akan terjadi hal menarik tahun ini " , kata salah satu dari mereka yang sedari tadi hanya diam saja dan berjalan meninggalkan mereka berdua.


" Apa maksudnya dengan hal menarik ? Jika itu tentang hal yang akan merepotkan lebih baik tidak terjadi ", kata Bryan sambil menatap Raska.

__ADS_1


" Entahlah dia terlalu misterius, kita lihat saja apa yang akan terjadi. Sudah kita harus menyiapkan kegiatan besok ayo kembali ke kamar ", kata Raska sambil berjalan menuju kamarnya.


Disisi lain seseorang telah berdiri diatas gedung sambil memejamkan matanya berharap ia dapat menemukan aroma manis yang sempat dicium hidung tajamnya tadi.


Tapi itu hanya seperti mimpi karena aroma itu benar - benar menghilang dari udara yang dia cari - cari. Hal itu, mengingatkannya akan kenangan lamanya bersama seseorang yang kini entah dimana.


flashback on


" Kau disini lagi ", tanya gadis kecil menatap ke atas pohon rindang.


" Hm ", jawabnya singkat.


" Kenapa kau selalu saja begitu, bukankah lebih baik bermain disana dengan yang lain ? " , tanya lagi dengan memperhatikan beberapa orang sedang bermain di taman sekolah mereka.


" Itu membosankan dan merepotkan ", jawabnya lagi masih dengan singkat.


" Kau memang berbeda, kau selalu penyindiri ", jawabnya memberikan pendapat.


" Apakah kau pernah mendengar tentang vampir didunia ini ? " tanya gadis itu lagi sambil mendudukkan tubuhnya dibawah pohon rindang itu.


Jantungnya seperti berdetak dengan cepat, apakah sudah ada yang mengetahui keberadaan vampir didunia ini. Kemudian dia turun dari pohon untuk mendengar apa yang bisa diketahui gadis kecil didepannya ini tentang vampir.


" Ayahku pernah berkata, kita harus berhati - hati karena penghisap darah akan menghantui kita selamanya ", katanya lagi dengan mata yang memandang ke arah langit.


" Apa kau mempercayainya ? " , tanya anak laki- laki yang tadi diatas pohon.


" Aku ? Mungkin jika melihatnya langsung ", ujarnya dengan mempertanyakan lagi.


" Kau belim pernah lihat ? ", laki - laki berbalik bertanya.


" Belum dan kuharap takkan pernah mau. Itu sangat menyeramkan jika kau digigit vampir, kau akan langsung mati ", ujarnya lagi dengan memandang anak laki - laki itu.

__ADS_1


" Tidak akan mati hanya saja akan mengalami pusing atau pingsan saja ", gumam anak laki - laki itu tetapi masih didengar gadis itu.


" Benarkah ? Berarti kau percaya bahwa didunia ini emang ada vampir ? " tanyanya lagi dengan sedikit berteriak.


" Hm entahlah itu yang kulihat dalam film - film tentang vampir ", jawabnya dengan sedikit rasa gugup dihatinya.


" Aku kira kau pernah melihatnya sendiri, ayahku bilang hal yang harus dihindari adalah bertemu vampir. Tapi aku tidak percaya padanya, dia selalu melarang ku keluar ditengah malam bulan purnama dan akan marah jika aku sampai terluka apalagi berdarah, katanya lagi sambil mengenang kejadian tahun lalu.


" Mungkin karena dia sangat menyayangimu sehingga tak ingin kau terluka " , katanya anak laki - laki itu lagi.


" Hm itu aku tahu, tapi apakah kau pernah merasakan dikurung jika kau terluka sedikit saja ? ", kata gadis itu mulai memejamkan mata.


" Ayah akan selalu mengurungku diruang bawah tanah untuk beberapa hari, setelah lukaku sembuh baru dia mengijinkanku keluar dari ruangan itu ", kata gadis itu yang masih memejamkan matanya.


Anak laki - laki itu menatapnya dengan sedikit heran. Kenapa hanya terluka sekecil itu langsung dikurung diruang bawah tanah. Apakah mungkin karena tidak ingin sesuatu mencium aroma darahnya. Tapi bukankah tidak ada yang mengetahui vampir didunia ini dan kenapa dia menceritakan tentang vampir ini.


" Sudahlah aku kembali ke kelas dulu, bye bye ", katanya sambil berdiri dan berjalan ke arah kelasnya dengan melambaikan tangannya.


' Siapa gadis ini, kenapa ayahnya selalu bercerita tentang vampir kepadanya ? Seolah - olah dia mengetahui tentang vampir yang ada didunia ini ', ujar nya dalam hati.


Setelah pertemuan dengan gadis itu, mereka menjadi akrab dan saling menyayangi satu sama lain sampai akhir nya kejadian itu terjadi membawa gadis itu pergi menghilang setelahnya.


Kejadian dimana gadis itu terluka dan mengeluarkan sedikit darah yang mengalir di dahinya. Aroma wangi dan manis mulai menguasai dirinya , dan ingin segera melahapnya. Akan tetapi banyak vampir yang mulai muncul dan mengerubunginya ingin menghisap darahnya. Tetapi gadis itu masih beruntung , ayahnya dengan cepat membawa nya dan menghilang entah dimana.


Semenjak saat itu, gadis itu hilang bak ditelan bumi. Tidak ada yang mengetahui keberadaannya satupun membuatnya sedikit frustasi.


flash back off


' Aku seperti merasakan aroma wangi dan manis seperti kamu gadis kecil. Tapi apa mungkin itu kamu, gadis kecil ' katanya dalam hati.


' Aku berharap kita bertemu lagi gadis kecilku '.

__ADS_1


Wush........wush...........


Laki - laki itu menghilang entah kemana. Mungkin dia kembali ke kamarnya lagi untuk rebahan.


__ADS_2