Vampir Sweet Bite

Vampir Sweet Bite
Bab 18


__ADS_3

" Kau mau kemana ", tanya Afkar memegang tangan Talitha yang sudah berdiri.


" Ke toliet , mau ikut ? ", kata Talitha yang sudah lelah menghadapi Afkar yang selalu mengikutinya.


" Jangan terlalu lama ", katanya sambil melepaskan genggaman tangan nya pada tangan Talitha.


" Hm " , kata Talitha dengan singkat dan meninggalkan mereka bertiga.


Vania sempat mengalihkan pandangannya saat mereka berdebat tadi tapi tak menghiraukannya dan terus menyantap makanannya.


Sedangkan Leo mengamati Vania yang sejak tadi berisik langsung diam karena makan makanannya dengan lahap membuatnya menarik sudut bibir nya membentuk sebuah senyuman.


Di toliet Talitha mencuci wajahnya yang tampak lelah karena tingkah Afkar sepanjang hari ini.


Saat akan keluar dari toliet Talitha didorong lagi masuk ke dalam toliet oleh seseorang dan mengunci pintu mereka.


" Kau ? ", kata Talitha tertahan saat tubuhnya terbentuk dinding toliet dan langsung dibungkam bibir nya oleh orang itu.


Mata Talitha melotot saat merasakan bibir kenyal nan dingin itu menghantam dan ******* miliknya dengan ganas.


Lama kelamaan Talitha hanya pasrah karena tidak sempat memberontak dan juga percuma dihadapan orang di depannya ini.


Setelah beberapa menit mereka bertaut tautan lidah akhirnya berhenti sejenak saat Talitha mulai kehabisan nafas nya dan memukul mukul dada bidang orang itu.


Hha.....Hha....hha........


Suara helaan nafas Talitha yang mencoba menghirup udara sebanyak banyaknya.


Dengan pelan tangan orang itu mengusap bekas air liur mereka yang tercampur jadi satu.


" Ini hukuman mu gadis kecil ", kata orang itu setelah mendekatkan bibir nya di telinga gadis itu dan berbisik demikian.


Setelah selesai membisikan kata katanya itu, ia kembali ke posisi awal dan menatap wajah gadis di hadapannya ini dan mengusap kembali bibirnya.


Rasanya begitu manis dan menggodanya. Tanpa disadari nya dia melakukannya lagi dan lebih lama dari sebelumnya.


Talitha yang tadinya sudah mengumpulkan nafas nya tercekat kembali saat bibir kenyal nan dinginnya menyapu ke bibirnya lagi dan mengobrak - abrikkan isi di dalam mulutnya.


Setelah puas melakukannya orang itu memandang mata yang menatapnya dengan tajam itu atas kelakuannya itu.


" Ini untuk yang kemarin ", katanya lagi.


Setelah Talitha berhasil mengumpulkan nafas nya kembali dan akan bersuara sudah didahului oleh nya.


" Jika kau berdekatan dekat orang lain itu akan jadi hukuman mu ", katanya lagi dan beranjak membuka pintu.


Ceklek .......


" Kau siapa berani mencium ku bahkan mengatur ku ", katanya dengan penuh emosi di dada.


Talitha sudah lelah diperlakukan dengan seenak jidat nya oleh Afkar ataupun Kaiden.


Orang yang mendorong dan mencium nya adalah Kaiden.


Kaiden berbalik dan berkata dengan suara dinginnya


" Kau adalah milikku "

__ADS_1


" Dan takkan ada yang mampu merebut mu walau itu Afkar sekalipun ", katanya lagi dan meninggalkan Talitha yang termenung sendiri.


' Kenapa aku terjebak diantara dua vampir itu ', tanya Talitha dalam hatinya.


Kemudian badannya menjadi lemas dan merosotnya kebawah dan terduduk. Tak berapa lama buliran air mata mengalir deras di pipi nya.


Rasanya seperti barang yang diperebutkan dan diperlakukan sesuka hati pemiliknya. Setelah menyelesaikan tangis nya kemudian Talitha berdiri kembali dan mencuci wajahnya lagi.


Keluar dari pintu toliet sudah ada Azka di depannya dan menarik tangannya menuju taman belakang sekolahnya.


" Kau menangis ", kata nya dengan pelan.


Talitha hanya menganggukkan kepalanya dengan pelan.


Afkar lalu memberikannya sebuah permen cokelat yang selalu di bawanya.


" Ini untukmu ", katanya dengan menyerahkan permen itu ke tangan Talitha.


" Permen cokelat ", gumamnya mengingat dulu dia sering memakan permen cokelat seperti ini.


" Tidak suka ? ", tanya Azka yang akan mengambil permen itu dari tangan Talitha.


Dengan cepat Talitha menggeleng dan menggenggam dengan erat.


" Ini kesukaanku ", katanya lagi kemudian membuka bungkus nya dan memakan permen itu.


" Bagus lah ", kata Azka singkat.


" Kau harus mengerti Kaiden sangat menyayangimu ", kata Azka lagi setelah melihat keadaan Talitha yang sedikit tenang.


" Hm ", jawabnya dengan terus memakan permen itu.


" Termasuk juga aku ", Azka melanjutkan kata katanya.


Talitha memandang Azka yang berbicara padanya.


" Tapi entah kenapa aku selalu familiar dengan mu ", kata nya lagi dengan datar.


" Sudah lah ", katanya lagi kemudian berdiri.


Sebelum beranjak Azka mengatakan sesuatu.


" Aku akan selalu memberi mu permen cokelat tapi ingat gosok gigimu ", kata Azka seperti kakak yang menasehati adiknya.


Talitha hanya mengangguk anggukkan kepalanya dan melihat kepergian Azka yang menjauh sedikit demi sedikit.


" Kau ternyata disini " , kata Vania yang sudah mencari keberadaan Talitha semenjak dia bilang akan ke toliet.


" Kenapa ? " , jawab nya dengan singkat.


" Kau tidak dengar bel telah berbunyi ha....ah ? ", kata Vania dengan ketus karena sahabatnya jnj masih setia duduk di kursinya.


Belum sempat Talitha menjawab Vania, dia langsung ditarik Vania berjalan ke kelasnya.


" Kau tak tahu Afkar sedang menggerutu sedari tadi karena terlalu lama di toliet " , katanya dengan terus menarik Talitha ke kelasnya.


" Dia bahkan menyusul mu ke toliet dan mengajakku " , katanya lagi.

__ADS_1


" Bahkan menyuruh aku dan Leo mencarinya dengan cepat ", gerutunya sepanjang jalan.


Talitha hanya diam saja karena masih memikirkan Azka yang tiba tiba perhatian padanya dan mengetahui kesukaannya.


Walau dia bilang selalu membawa kemana pun permen cokelat entah untuk siapa.


" Kau mendengarkan ku tidak ? ", kata Vania berhenti dan membalikkan badannya.


Talitha tersentak saat menabrak Vania yang tiba tiba berhenti.


" Apa ? " katanya tanpa rasa bersalah.


Huft......


Vania menghela nafas panjang mendengar kata yang diucapkan Talitha.


" Sudahlah lupakan ", kata Vania yang jengkel dengan Talitha.


Setelah sampai di dalam kelas Talitha hanya diam tanpa mempedulikan Afkar yang terus berusaha mengajaknya mengobrol di sela sela jam pelajaran yang sedang berlangsung.


Tanpa mendapatkan jawaban ataupun respon akhirnya Afkar menggunakan sihir nya dan membuat Talitha berada disampingnya dan bertukar posisi dengan Leo tanpa siapapun tahu dan peduli.


" Jawab aku jika kau tak ingin di kurung lagi " , kata Afkar yang sudah menghadapkan Talitha ke wajahnya dan memegang pundaknya dengan kedua tangannya.


" Apa ?", kata Talitha sedikit takut dengan ancaman Afkar.


" Kenapa kau menghilang dan tak kembali ", tanyanya lagi.


" A...ku hanya dari taman belakang ", jawab nya dengan sedikit gagap.


" Kenapa kau ke sana dan apa yang kau lakukan ? ", tanya Afkar lagi.


" Hanya ingin menenangkan diri ", jawabnya jujur karena itu yang dilakukannya.


" Seharusnya kau mengajakku ", katanya lagi dan mendekatkan wajahnya di samping kiri Talitha kemudian berbisik.


" Bukankah sudah ku bilang kau harus selalu ada di sisiku maka kau ku bebaskan dari mension ku ", ucapnya dengan pelan kemudian menggigit telinga Talitha.


Akh......... teriak Talitha tertahan karena salah satu tangan Afkar langsung menutup mulutnya.


" Jadilah gadis penurut jika tak ingin di kurung "


" Mengerti ! ", katanya dengan dingin.


Talitha hanya menganggukkan kepalanya mengerti.


Sebenarnya sekalipun Talitha berteriak kencang tak kan ada yang mendengar nya dan juga tak melihatnya.


Karena Afkar memasang dinding sihir pembatas dengan yang lainnya. Supaya terlihat dari luar mereka sedang mengikuti pelajaran seperti biasa.


Setelah selesai Afkar membalikkan kembali Talitha di samping tempat duduk Vania. Bertukar dengan Leo kembali.


Tidak ada satupun yang menyadarinya kecuali Leo yang memang tidak terpengaruh dengan sihir Afkar.


...~ Maaf author baru up karena ada sedikit kesibukan ...


jangan lupa like dan komentar serta vote

__ADS_1


... supaya author terus up dan juga terimakasih untuk yang menantikan karya author ini ~...


__ADS_2