
Sementara di tempat yang lain Yusriel sudah bersembunyi dan memantau mereka dengan bantuan burung spirit gagak nya.
Tak lama kemudian kedua rekannya datang menghampiri persembunyiannya.
" Bagaimana apakah kita harus membantu ? ", tanya salah satu rekan Yusriel yang datang menemuinya.
" Tidak jika kita membantu maka identitas dari bangsa penyihir akan terbongkar dan itu sangat berbahaya ", kata salah satu dari kedua rekan Yusriel.
" Lalu kita harus apa ? ", tanyanya lagi dengan ekspresi sedikit bingung karena tidak tahu harus melakukan apa untuk membantu teman nya yang sedang bertarung sendirian.
" Entahlah ", kata salah satu rekan Yusriel menghardik kan bahu tak tahu apa yang harus mereka lakukan.
" Diamlah kalian terlalu berisik ", kata Yusriel dengan dingin yang masih terus memperhatikan gadis penyihir dan Afkar sedang bertarung.
Kedua rekan Yusriel menjadi diam membisu mendengar kata kata dingin yang keluar dari mulut Yusriel.
Mereka masih terus mengamati jalannya pertarungan antara keduanya. Kedua kubu sama sama kuat. Tak heran jika gadis penyihir itu yang diutus untuk mengalihkan perhatian mereka kepada Talitha terhadapnya.
" Paman memang tak salah memilihnya hanya saja aku sedikit meragukannya atas saran dari si serigala itu ", gumam Yusriel dengan pelan walau masih bisa di dengar keduanya.
" Ya ketua sedikit menaruh curiga padanya juga karena telah berusaha mencari buku kesempurnaan penyihir yang dilarang di bangsa kita ", kata si rekan Yusriel sedikit menjelaskan tentang itu.
" Benarkah ? ", tanya Yusriel memastikan pendengarannya itu.
" Ya ketua bahkan sangat marah saat itu ", jawabnya dengan sedikit mengingat kejadian dimana si gadis penyihir dengan lancang berusaha mencuri buku penyempurnaan penyihir dengan cara yang dilarang di bangsa penyihir seperti sekarang.
Penyempurnaan sihir jaman dulu akan menggunakan hewan spirit dan juga setidaknya mengorbankan sesuatu yang sangat berharga. Hal ini terjadi karena semakin tinggi kekuatan sihir sih penyihir maka akan semakin di hormati. Maka dari itu mereka berusaha dengan susah payah supaya sihir mereka menjadi lebih kuat menggunakan beberapa aturan yang ketat dan juga pengorbanan yang luar biasa.
Untuk sekarang hal itu sudah dilarang karena akan membahayakan diri sendiri dan juga orang orang yang mereka sayangi. Terkadang pengorbanannya terlalu besar dan menimbulkan goncangan dalam tatanan kehidupan manusia sehingga menjadi bencana.
Dan seiring berjalannya ajaran itu sudah tak diajarkan lagi.
" Lalu kenapa dia masih dibiarkan untuk mengatasi ini ? ", tanya Yusriel penasaran.
" Karena untuk sekarang hanya dia yang mampu mengalihkan perhatian para vampir dari Talitha ", jawab rekan Yusriel.
" Kau tahu mengenai Talitha ? ", kata Yusriel dengan penuh tanya karena yang tahu Talitha mempunyai kemampuan sihir hanya segelintir orang saja.
__ADS_1
" Tentu kami tahu. Kau sungguh meragukan keberadaan kami dalam organisasi kah ? ", kata rekan Yusriel dengan ketus dan nada sedikit marah.
" Bukan itu maksudku. Hanya saja hanya beberapa orang yang tahu bahkan Talitha sendiri baru mengetahui belum lama ini kan ", kata Yusriel dengan sedikit menjelaskan.
" Sudah sudah kalian hanya bertengkar saja. Lihat itu akan semakin gawat jika gadis itu tidak bisa menghindar dari vampir itu ", kata rekan Yusriel yang lain.
Mendengar hal itu Yusriel dan rekan nya langsung mengalihkan pandangan mereka kepada gadis itu dan juga Afkar.
Ada sedikit kekhawatiran di hati mereka melihat gadis itu yang semakin terdesak di hadapan vampir itu.
Melihat itu Yusriel mengirimkan serigala hewan spirit nya untuk membantu gadis itu.
Di tengah pertarungan gadis itu dan Afkar yang sudah mulai mencapai batas akhir nya datang serigala menghalangi serangan dari Afkar.
Melihat hal itu Afkar sedikit terkejut hanya ada beberapa penyihir yang mampu memanggil hewan spirit nya.
Dengan perasaan yang mulai menggebu Afkar terus melanjutkan pertarungan dengan gadis itu dan serigala.
Kekuatan Afkar juga mulai menipis karena mengeluarkan energinya untuk melawan gadis itu dengan sihir vampir yang jarang digunakan nya.
Karena melihat pimpinan nya mulai melemah akhirnya Leo dan Daniel ikut bertindak akan tetapi mereka terhalang oleh sihir pelindung yang menutup aksen mereka.
Mereka akhirnya hanya bisa pasrah karena tidak bisa ikut membantu Afkar.
" Kau boleh juga ", kata Afkar yang masih mengatur nafas nya dengan perlahan karena kekuatannya hampir terkuras habis.
" Aku sudah bosan ", kata gadis itu dengan sedikit sombong. Walau gadis itu memang penyihir kelas atas tapi darah penyihir nya tidak begitu kuat sehingga bisa membuatnya kelelahan melawan vampir vampir itu terutama Afkar.
Dengan segenap kekuatannya dia berhasil membuat Afkar tak lagi melawan dan membuatnya jatuh pingsan.
Tetapi karena kekuatannya tidak bisa membuat para korban kembali ke tempatnya akhirnya dibiarkan olehnya dan pergi begitu saja.
Setelah sepeninggal gadis penyihir itu si serigala juga kembali kepada Yusriel dan juga juga sihir pelindung yang membuat pertahanan agar tidak bisa memasuki pertarungan terpecah dan hancur.
Daniel dan Leo segera membawa Afkar kembali ke mension untuk diobati dan juga para bawahan lain yang terluka tak lupa dibawanya.
Melihat semua telah menyingkir hingga hanya para korban keganasan vampir itu saja yang tersisa tergeletak tak berdaya.
__ADS_1
Setelah memastikan keadaan aman, Yusriel dan kedua rekannya membantu para korban kembali ke kamarnya dan juga diberikan sihir pemulihan walau hanya sedikit saja.
Selesai melakukan tugas nya kemudian Yusriel dan kedua rekannya mencari keberadaan gadis itu yang menggantikan posisi Talitha sebagai bahan pengalih perhatian.
Selama satu jam mereka mencari tapi tidak menemukan dimana keberadaan gadis itu akhirnya hanya pasrah dan kembali lagi ke kamar Yusriel.
" Bagaimana kalian akan tetap bersembunyi atau keluar dan bergabung bersamaku ", kata Yusriel dengan tenang.
" Kami masih harus bersembunyi sampai saatnya tiba ", kata rekan Yusriel yang lain.
" Baiklah kalian berhati hatilah ", kata Yusriel membiarkan mereka kembali bersembunyi.
Setelah mengangguk mereka pergi dari kamar Yusriel dengan cepat dan menghilang.
Karena rasa lelah akibat aktivitas memindahkan korban dan memberikan sedikit sihir pemulihan akhirnya Yusriel merebahkan dirinya di ranjang dan memejamkan matanya.
" Kau lelah ", kata si serigala dan membuat Yusriel membuka matanya.
" Ya sedikit ", kata Yusriel dengan sedikit lesu.
" Kau memang lemah hanya segitu sudah lelah " kata serigala mengejek Yusriel dengan tepat.
" Kau tak lihat seberapa besar kekacauan yang mereka timbulkan ? ", tanya Yusriel dengan ekspresi merah padam menahan amarah karena dikatakan lemah oleh hewan spirit nya sendiri.
" Sudah berhentilah berdebat ", kata si gagak yang tiba tiba datang dari luar jendela dan menghentikan perdebatan mereka.
Mendengar teguran itu mereka menghentikan perdebatan mereka dan melanjutkan bersamaan.
" Diam "
" Diam "
Kata keduanya bersamaan dan membuat si gagak tertawa terbahak bahak.
" Kalian sungguh lucu ", kata si gagak dengan menghentikan tawanya karena melihat tatapan keduanya.
~ Mohon maaf author baru up lagi karena kemarin2 menjaga adhik author yang sedang sakit . Ku harap kalian tidak berhenti membaca dan juga menyukai cerita author ini dan terus dukung karya author ini. Terima kasih dan sekali lagi maaf 🙏🙏🙏🙏~
__ADS_1